Mengapa madu tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh bayi?

Madu yang memiliki rasa manis yang disukai anak-anak ternyata tidak dianjurkan untuk diberikan kepada anak. Mengapa demikian? Yuk kita cari tahu alasannya.

556 views   |   4 shares
  • Seperti yang kita ketahui, madu memiliki banyak sekali khasiat bagi kesehatan, misalnya mengobati batuk, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan metabolisme tubuh, dan baik untuk kesehatan kulit. Untuk itu orang tua sering memberikan madu bagi anak-anaknya mengingat banyaknya manfaat dari madu tersebut. Akan tetapi, perlu diingat bahwa madu tersebut sebaiknya jangan diberikan pada anak yang masih berusia di bawah 1 tahun.

  • Berikut alasan mengapa madu tidak dianjurkan untuk bayi:

  • 1. Madu mengandung bakteri Clostridium botulinum

  • Menurut laman ini, mengingat sistem pencernaan bayi yang belum sempurna, madu tidak dianjurkan untuk bayi berusia di bawah 1 tahun karena mengandung bakteri jenis ini. Bakteri yang masuk kedalam sistem pencernaan bayi ini dapat menyebabkan botulisme (keracunan), dengan ciri-ciri bayi mengalami sembelit atau susah buang air besar, mengalami kelemahan otot, nampak pucat, berkurangnya nafsu makan atau minum ASI, dan bayi menjadi lemah atau lesu.

  • 2. Madu dapat merusak gigi

  • Seperti dijelaskan, para ahli kesehatan tidak menganjurkan madu diberikan kepada bayi karena madu yang manis dapat merusak gigi. Bayi yang terlalu sering mengonsumsi makanan atau minuman manis akan ketagihan dan cenderung menolak makanan lainnya. Karenanya, disarankan MPASI bayi di bawah usia 1 tahun sebaiknya bebas garam dan gula. Cara terbaik untuk memberi rasa adalah dengan mencampur buah atau sayuran yang memiliki rasa manis natural pada makanan bayi, misalnya wortel, pepaya, pisang, dll.

  • Bayi yang berusia di bawah 1 tahun tidak dianjurkan mengonsumsi madu dengan alasan apapun karena struktur jaringan kulit dan sistem pencernaannya belum sempurna. Yang terbaik bagi bayi adalah diberi ASI secara konsisten hingga berusia 2 tahun. ASI merupakan imunisasi terbaik dan terbukti dapat memperkuat daya tahan tubuh bayi sehingga bayi tetap sehat dan terlindung dari berbagai radikal bebas.

  • Lalu, kapankah saya bisa memberikan madu untuk si kecil? Jawabannya adalah setelah bayi Anda sudah lebih dari 12 bulan. Madu memang memiliki banyak manfaat untuk orang dewasa dan anak-anak, itu tandanya sesitem pencernaan yang sudah sempurna memang mampu menerima kandungan yang terdapat dalam madu itu sendiri. Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, bayi yang masih berusia di bawah satu tahun belum memiliki sistem pencernaan yang mampu menangkis racun yang dihasilkan oleh bakteri yang terdapat di dalam madu.

  • Advertisement
  • Jenis madu yang seperti apakah yang aman untuk dikonsumsi si kecil? Madu jenis refined atau purified adalah jenis madu yang paling aman untuk dikonsumsi si kecil, karena madu jenis ini telah melalui proses sterilisasi dengan dipanaskan. Belilah madu yang 'jelas' asal-usulnya, salah satu caranya adalah dengan memperolehnya melalui apotik-apotik resmi dan memastikan madu yang Anda beli sudah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Andreas Kurniawan lulus sarjana S1 Teknik Informatika tahun 2009 di STMIK MDP. Memulai karir sebagai IT officer di sebuah Bank selama 1 tahun sebelum akhirnya bekerja di PT. Thamrin Brothers sebagai analis sampai saat ini. Email:

Mengapa madu tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh bayi?

Madu yang memiliki rasa manis yang disukai anak-anak ternyata tidak dianjurkan untuk diberikan kepada anak. Mengapa demikian? Yuk kita cari tahu alasannya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr