10 perkataan orangtua yang mampu merusak emosi anak

Sebagai orangtua Anda hendaknya berpikir lebih dulu sebelum mengatakan suatu perkataan yang tajam. Anda ingin anak Anda berhasil dan bahagia, bukan?

2,569 views   |   35 shares
  • Sebagai orangtua Anda hendaknya berpikir lebih dulu sebelum mengatakan suatu perkataan yang tajam. Anda ingin anak Anda berhasil dan bahagia, bukan? Anak kecil memiliki perasaan yang peka, bahkan kadang sampai mereka remaja dan dewasa. Sedikit teguran yang kurang bijak dapat melukai perasaan itu dengan goresan yang dalam. Apa saja perkataan yang harus Anda hindari?

  • 1. "Kamu tidak becus!"

  • Anak-anak akan kehilangan rasa percaya diri jika orangtua sering mengatakan perkataan ini kepadanya. Perkataan lain yang senada "Bego lu!" Dulu ketika anak-anak masih kecil di rumah penulis disediakan toples kecil. Setiap orang yang mengucapkan "bego" harus memasukkan seratus rupiah ke toples. Saat itu nilai uang seratus masih berarti. Ini zaman Pak Ogah yang di kartun si Unyil selalu minta "cepek dong." Anak-anak tidak mau kehilangan uang jajannya seratus jadi mereka menahan diri untuk tidak menyebut saudaranya bego.

  • 2. "Kalau saja kamu seperti kakakmu!"

  • Tidak adil untuk membanding-bandingkan anak-anak Anda. Setiap orang berbeda-beda, baik jasmani maupun mentalnya. Jika si adik tidak sepandai kakaknya, Andalah yang harus membantu dan bukan mencelanya. Perkataan itu dapat membuatnya rendah diri atau menimbulkan persaingan kurang sehat dalam keluarga.

  • 3. "Tunggu sampai ayahmu pulang!"

  • Ancaman ini dapat membuat si anak ketakutan sampai sore. Mengapa tidak langsung menghukumnya, apakah ibu cuma bisa mengadu? Anda dapat menyuruhnya masuk kamar dan mengerjakan PR untuk menghukumnya. Atau dilarang main video game seharian.

  • 4. "Bisanya menangis saja!"

  • Anak mana yang tidak makin kesal jika ayah atau ibunya mengatakan ini kepada mereka. Mungkin dia tidak dapat mengucapkan keinginannya karena kurang perbendaharaan kata. Atau dia sendiri tidak tahu apa yang salah dengan dirinya. Mungkin saja dia kurang enak badan sehingga rewel.

  • 5. "Kamu itu paling bandel!"

  • Jika tanpa sengaja anak Anda memecahkan vas kesayangan Anda, janganlah langsung mengecapnya dengan julukan ini. Dia malah akan menjadi anak yang sering melawan orangtua karena pikirnya dia toh sudah terlanjur dicap anak paling bandel.

  • 6. "Mengapa kamu suka bohong?"

  • Selidiki dulu mengapa anak Anda berbohong, apakah takut dengan hukuman yang mengancamnya bila ketahuan apa yang diperbuatnya. Dia akan merasa selalu tidak dipercaya jika mengatakan sesuatu.

  • 7. "Ibu menyesal melahirkanmu!"

  • Dalam keadaan marah kepada anaknya tidak jarang seorang ibu berkata demikian. Walau tidak sepenuhnya dia bermaksud begitu, tetapi ini adalah perkataan paling kejam yang dapat diucapkan seorang ibu. Tidak jarang ucapan ini dijawab si anak "Aku juga tidak minta dilahirkan!" Jangan sekali-kali mengucapkan kata-kata ini, betapapun marahnya Anda kepada anak Anda. Kelahiran adalah sesuatu yang suci, tidak pantas dipakai untuk mengecilkan hati seorang anak.

  • Advertisement
  • 8. "Sama seperti bapakmu!"

  • Perkataan yang merendahkan suami dan mengecilkan hati si anak karena dianggap sama buruknya dengan ayahnya sungguh tidak patut dikeluarkan.

  • 9. "Tidak punya otak!"

  • Kalau anak Anda tidak punya otak, siapa yang salah? Bukankah Anda yang seharusnya mendidik dia supaya cerdas?

  • 10. "Dasar pemalas!"

  • Lagi-lagi kesalahan ada pada Anda karena tidak mendidik anak Anda menjadi rajin. Dan kembali cap ini akan membuat dia makin malas.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

10 perkataan orangtua yang mampu merusak emosi anak

Sebagai orangtua Anda hendaknya berpikir lebih dulu sebelum mengatakan suatu perkataan yang tajam. Anda ingin anak Anda berhasil dan bahagia, bukan?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr