Cara mengatasi 'peer pressure' di lingkungan pergaulan Anda

Kata siapa peer pressure cuma milik remaja dan anak-anak? Ada begitu banyak tekanan dari lingkungan sosial yang dialami oleh orang dewasa lho. Dan ini sama beratnya, jika kita tidak tahu cara mengatasinya dengan baik.

431 views   |   4 shares
  • Manusia adalah mahluk sosial, karena itu, tak bisa terlepas dari orang lain. Sejak lahir, mau tak mau, kita sudah memiliki keluarga. Lalu meluas ke tetangga, teman sekolah hingga teman bekerja dan sebagainya. Dan manusia juga berbeda-beda, unik, dan tidak bisa disamaratakan seperti mesin. Karena itu, tekanan demi tekanan akan dialami setiap manusia dari lingkugan sekitarnya.

  • Pengaruh dari orang lain atau kelompok yang berada di sekitar kita, tak bisa terlepas dari menjalani kehidupan sebagai manusia. Dan, kita pun seringkali memang menginginkan untuk menjadi bagian dari suatu kelompok tertentu. Inilah yang sering menyebabkan tekanan dan biasa disebut peer pressure.Menurut Psikolog klinis, Neil Bernstein, peer pressure sering terjadi karena Anda tak ingin sendirian dan tidak menjadi bagian dari suatu komunitas. Hal ini menyebabkan Anda mengikuti cara berpikir orang lain, agar mereka mengikutsertakan Anda.

  • Sebetulnya peer pressure tak selalu berdampak negatif. Sebab, banyak sekali pengaruh baik bahkan membantu memberikan tantangan serta motivasi agar Anda bisa melakukan yang terbaik, dari lingkungan sekitar. Namun menjadi buruk saat Anda mengikuti tekanan untuk melakukan sesuatu yang sebetulnya tidak sesuai dengan isi hati dan pendapat Anda mengenai tindakan salah atau benar.

  • Biasanya, pengaruh peer pressure mencakupi beberapa hal, seperti; cara berpakaian, kecanduan alkohol atau narkoba, keputusan memilih kekasih, keputusan memilih teman dan kemampuan akademis. Orang dewasa pun bisa mengalami peer pressure. Jenisnya bermacam-macam, ada single peer pressure, yaitu tekanan keluarga atau masyarakat yang dihadapi orang yang belum menikah sementara usianya semakin merangkak naik. Ada juga parent peer pressure, yaitu tekanan yang dihadapi orangtua dengan tuntutan supaya anaknya jangan sampai kalah dengan anak-anak lain di masyarakat dan lain sebagainya.

  • Jill Savage, CEO dari Hearts at Home (www.heartsathome.org)-organisasi yang mengedukasi para ibu, bercerita melalui situs Crosswalk.com mengenai peer pressure di usia dewasa. Menurutnya, istilah peer pressure memang jamaknya digunakan untuk menceritakan mengenai remaja. Namun, sebetulnya tidak berhenti di masa itu saja, sebab, biasanya berlanjut hingga dewasa.

  • Namun bedanya, saat kita masih berusia 5 tahun hingga remaja, tekanan dari teman terasa seperti kekuatan yang tak mungkin kita lawan. Kerap kali kita akhirnya diam dan mengalah, mengabulkan apa pun keinginan mereka demi diterima oleh mereka. Tapi seiring bertambahnya umur, kita bisa lho menghadapi peer pressure ini dengan lebih bijak tanpa harus jadi frontal.

  • Advertisement
  • Psikolog Shilagh Mirgain menjelaskan bahwa poin terpenting agar terhindar dari dampak negatif peer pressure adalah dengan mengelilingi diri sendiri dengan pengaruh yang sesuai dengan prinsip yang kita anut, apa yang kita rasakan, pikirkan dan sikapi. Selain itu, kuatkan diri sendiri juga. Dengan beberapa cara berikut:

  • Pertama

  • , yakinkan dalam hati bahwa yang mendasari perbuatan kita adalah pertimbangan pikiran dan hati nurani, bukan ucapan orang lain.

  • Kedua

  • , bersikap tenang, saat ditekan kanan-kiri. Dengarkan semua harapan dan keinginan satu per satu. Cukup dengarkan, tidak perlu paksa diri untuk berusaha memenuhi itu.

  • Ketiga

  • , setelah semua selesai bicara, kemukakan alasan dan pilihan yang akan kita ambil (yang seringkali berbeda dengan harapan mereka) dengan singkat, tenang, dan tegas.

  • Keempat

  • , lihat hasilnya beberapa hari kemudian; apakah mereka masih mau berteman dengan kita atau tidak. Kalau masih, anggap apa yang sudah terjadi sebagai kerikil kecil dalam pertemanan. Kalau tidak, mudah saja; anggap ia sekadar angin lalu. Ingat, teman yang baik adalah ia yang mampu menghargai perbedaan.

  • Maka, intinya, berkumpul bersama orang-orang yang memiliki kesamaan pandangan sebetulnya akan membantu Anda agar terhindar dari situasi penuh tekanan. Jadi tak perlu bersusah payah untuk masuk ke dalam suatu komunitas yang terlihat keren, namun tak sesuai dengan pemikiran Anda. Berani berkata "tidak" juga menjadi penting. Namun ingat, Anda pun harus menghargai pilihan orang lain, jika ingin pilhan Anda dihargai. Karena itu, hindari menilai pilihan orang lain dengan membandingkannya pada pilihan Anda.

  • Terakhir, namun yang paling utama adalah; Anda harus mampu mengenali siapa diri Anda. Apa hal-hal yang paling prinsip bagi Anda? Apa yang paling Anda ingiinkan? Kemana tujuan hidup Anda? jika sudah mampu mengenal diri sendiri, maka Anda bisa berdiri tegar ditengah badai tekanan lingkungan sosial yang menerpa.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Cara mengatasi 'peer pressure' di lingkungan pergaulan Anda

Kata siapa peer pressure cuma milik remaja dan anak-anak? Ada begitu banyak tekanan dari lingkungan sosial yang dialami oleh orang dewasa lho. Dan ini sama beratnya, jika kita tidak tahu cara mengatasinya dengan baik.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr