9 hal yang tidak banyak orang tahu dari ibu yang mengandung bayi kembar

Kehamilan tunggal saja rasanya sudah sangat mendebarkan dan melelahkan, bayangkan yang terjadi saat mengalami kehamilan kembar. Ya, mengandung lebih dari 1 anak merupakan tantangan tersendiri, namun jelas, mendobelkan kebahagiaan juga nantinya.

1,139 views   |   3 shares
  • Hamil, bagi setiap ibu, bukan hal yang mudah untuk dilakoni. Tubuh yang serba pegal, rasa mual yang terus melanda, kelelahan dan rasa ngantuk yang tak tertahankan, hingga luapan emosi yang turun naik. Bayangkan, hal itu terjadi dalam porsi dobel. Itulah yang terjadi pada ibu yang mengandung bayi kembar.

  • Hamil anak kembar memang memiliki berkah yang dua (atau tiga?) kali lebih banyak daripada satu anak. Namun juga tak terlepas dari risiko yang lebih banyak. Dalam catatan Mayo Clinic, di Amerika Serikat, angka kehamilan bayi kembar adalah 3 banding 100 kehamilan. Dan angka ini terus meningkat. Karena itu, Anda harus tahu apa rasanya memiliki lebih dari 1 anak sekaligus di dalam perut. Baik untuk persiapan, maupun agar lebih memiliki rasa empati pada mereka yang mengalaminya.

  • 1. Lebih banyak waktu temu dengan dokter kandungan

  • Manju Monga, MD, Professor and the direktur divisi Maternal-fetal Medicine di University of Texas Health Sciences Center, Houston mengatakan bahwa para dokter akan lebih sering melakukan USG bagi kehamilan kembar, untuk memantau pertumbuhan janinnya. Sebab, kemungkinan keguguran memang lebih tinggi. Bahkan Abdulla Al-Khan, MD, Director and Chief of Maternal and Fetal Medicine and Surgery di Hackensack University Medical Center, New Jersey, mengatakan, jika kemungkinan keguguran pada hamil tunggal adalah 1:1000, maka di hamil kembar menjadi 1:500.

  • 2. Morning sickness akan lebih buruk lagi rasanya

  • Al Khan mengatakan, yang menyebabkan morning sickness adalah tingginya level chorionic gonadotropin pada manusia. Dan dalam kehamilan kembar, hormon ini akan lebih tinggi lagi. Karena itu semester pertama akan lebih berat terasa. Menurut Monga, kehamilan kembar pun akan membuat sakit pinggang, sulit tidur dan rasa panas menjadi dua kali lebih terasa. Risiko anemia dan perdarahan setelah melahirkan pun jadi lebih tinggi.

  • 3. Flek darah umum terjadi

  • Dalam kehamilan tunggal, flek darah bisa jadi ciri-ciri keguguran. Dan keguguran lebih sering terjadi pada kehamilan kembar, jadi para dokter biasa melihat flek tersebut di semester pertama hamil kembar. Namun, tidak perlu panik jika mengalami flek saat hamil kembar, karena jika hanya sedikit, menjadi hal yang wajar saja.

  • 4. Berat badan naik lebih banyak

  • Hamil kembar artinya ada lebih dari satu bayi, placenta dan cairan ketuban. Dan lagi menurut Al Khan, hamil kembar membutuhkan lebih banyak kalori.

  • 5. Risiko diabetes kehamilan lebih tinggi

  • Advertisement
  • Monga mengatakan, risiko diabetes ini, pada kehamilan tunggal, akan berdampak pada bayi yang lebih besar dan risiko tidak bisa melahirkan normal. Namun karena diabetes kehamilan pada ibu dengan bayi kembar lebih umum terjadi, dampak yang akan timbul pun tidak terlalu mengkhawatirkan karena bayi kembar bukanlah bayi besar. Meskipun bahayanya masih ada, saat sudah tidak hamil lagi, karena berisiko terjadinya penyakit diabetes.

  • 6. Risiko pre-eclampsia selama kehamilan lebih tinggi

  • Pre eclampsia ciri-cirinya adalah tekanan darah tinggi, urine dengan protein tinggi dan pembengkakan di kaki juga tangan. Jika tanda-tandanya lebih serius, potensi untuk mengakibatkan eklamsia yang fatal pun jadi lebih tinggi. Dan ini lebih sering terjadi pada kehamilan kembar.

  • 7. Risiko melahirkan lebih cepat (prematur) lebih tinggi

  • Pada umumnya, lama masa kehamilan adalah 39-40 minggu. Namun menjadi 36-37 minggu di kehamilan kembar. Bahkan menurut Al-Khan, beberapa lebih cepat lagi melahirkannya. Jika bayi lahir di atas 34 minggu, tidak ada masalah sebenarnya. Namun bayi prematur tetap saja berisiko pada masalah pernafasan.

  • 8. Umumnya akan mengalami C-Section

  • Risiko melahirkan secara Caesar pun menjadi lebih tinggi pada kehamilan kembar. Sebab kebanyakan bayi kembar berada pada posisi sungsang. Inilah yang menyebabkan ibu harus melakukan C-Section.

  • 9. Lebih rentan mengalami stres

  • Di laman babycenter.co.uk, diungkapkan bahwa, stres atau depresi selama kehamilan kembar lebih rentan terjadi. Kebanyakan karena khawatir pada bentuk tubuh yang lebih membengkak. Atau ketakutan akan berbagai risiko melahirkan nantinya.

  • Ya, bagaimana tidak, risikonya memang lebih tinggi. Namun, ingatlah selalu bahwa nantinya kebahagiaan yang didapatkan pun lebih banyak. Jangan biarkan Anda mengalami depresi sendirian. Carilah teman untuk curhat, atau ungkapkan segala kekhawatiran itu pada dokter kandungan Anda. Cari dukungan dan orang-orang yang siap membantu Anda melewati semua ketakutan itu.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

9 hal yang tidak banyak orang tahu dari ibu yang mengandung bayi kembar

Kehamilan tunggal saja rasanya sudah sangat mendebarkan dan melelahkan, bayangkan yang terjadi saat mengalami kehamilan kembar. Ya, mengandung lebih dari 1 anak merupakan tantangan tersendiri, namun jelas, mendobelkan kebahagiaan juga nantinya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr