Preschool, pentingkah?

Mendidik anak bukan pekerjaan mudah. Karena itu, banyak orangtua yang mencari bantuan agar tidak kebingungan. Salah satu cara yang paling sering dilakukan adalah menyekolahkan anak sejak dini. Namun sebetulnya, pentingkah hal ini?

490 views   |   7 shares
  • Menyekolahkan anak usia balita ke preschool atau PAUD (pendidikan anak usia dini) masih selalu menjadi perdebatan. Sebab, di usia 2-3 tahun itu, kebanyakan anak belum terlalu membutuhkan sosialisasi dengan sebayanya. Namun hal ini memang menjadi dilema, terutama bagi ibu bekerja, karena menganggap daripada anak di rumah dan main sendiri lebih baik ia main di sekolah.

  • Psikolog perkembangan, David Elkind berpendapat, jika orangtua mampu menyediakan pendidikan anak usia prasekolah di rumah, cukup kompeten serta punya dedikasi, dalam pengertian cukup waktu dan energi untuk menstimulasi anak secara khusus, sebenarnya preschool tidaklah penting. Terlebih jika lingkungan rumah memungkinkan anak bermain dengan teman sebaya dan bertemu orang dewasa selain orangtua. Namun jika kondisi yang terjadi justru sebaliknya, itu tandanya preschool menjadi hal yang penting.

  • Jika David Elkind berpendapat seperti itu, lain lagi dengan Faisal M.ED. Selaku praktisi pendidikan sekaligus Vice Principal dari International Islamic School di Kuala Lumpur, Faisal mempunyai pandangan tersendiri. Menurut dia, sebaiknya anak mulai sekolah saat usianya menginjak 3 tahun. Di bawah itu, sebaiknya 'sekolah' di rumah dulu saja, karena tingkat kedewasaan anak-anak untuk menerima segala aktivitas di sekolah belum ada.

  • "Tunggu saja sampai si anak meminta untuk sekolah. Saat ia sudah bosan bermain dengan mainannya, dan butuh orang lain untuk diajak bermain. Biasanya sih, anak-anak dengan ibu yang tidak bekerja lebih cepat meminta untuk sekolah. Mungkin kerena mereka sudah bosan main dengan ibunya terus," ujarnya.

  • Dalam artikel yang berjudul Disorganized Attachment and Social Skills as Indicators of Head Start Children's School Readiness Skills, ditulis Anna M. Stacks dan Toko Oshiob, mengatakan ada beberapa hal krusial yang menentukan apakah anak sudah siap masuk sekolah atau belum. Yakni:

    1. Kesehatan fisik anak

    2. Kemampuan mengomunikasikan apa yang ia butuhkan

    3. Memiliki rasa ingin tahu

    4. Mulai memiliki kompetensi sosial dan emosional dasar (contoh: mengikuti arahan, bekerja kelompok atau sendiri, berkomunikasi dengan orang lain)

  • Jadi, jika ia telah menunjukkan beberapa ciri tersebut, tidak ada salahnya mulai memperkenalkan preschool. Tentunya harus selalu diingat bahwa pendidikan anak usia dini di sekolah diberikan dengan cara yang berbeda dengan anak Sekolah Dasar, saat anak akan lebih banyak belajar melalui bermain dan bernyanyi.

  • Advertisement
  • Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPEd. psikolog anak juga mengatakan bahwa banyak sekali manfaat yang didapatkan jika menyekolahkan anak pada usia dini. Hal ini memang berkaitan dengan fasilitas yang otomatis lebih banyak dibandingkan di rumah. Dengan berkumpul bersama teman-teman seusianya, si kecil juga bisa belajar bersosialisasi dan tentu anak banyak bergerak.

  • Memasukkan anak ke preschool juga merupakan salah satu alat bantu bagi orangtua untuk memberikan stimulasi yang tepat. Namun ia juga menegaskan bahwa memasukan anak ke preschool, bukan berati orangtua lepas tangan, dengan menyerahkan semuanya ke pihak sekolah. Attachment dengan anak tetap harus dibina, sehingga perkembangan si kecil dapat terpantau.

  • Karena itu, sebelum memasukkan anak ke PAUD, lakukan dulu survei mendalam dan pilih sekolah yang sesuai dengan anak. Misalnya memperhatikan program kurikulumnya. Preschool yang baik akan menawarkan program yang membiarkan anak-anak menggunakan sebagian besar waktunya untuk bermain. Anak-anak akan diajak mengerjakan material pembelajaran dan bersosialisasi dengan anak lain serta mencoba bermacam-macam aktivitas sepanjang hari.

  • Selain itu, pastikan sekolah yang dipilih akan menanamkan nilai-nilai yang Anda terapkan untuk si kecil. Mulai dari nilai agama atau etika. Perhatikan juga tenaga pengajarnya. Guru preschool harus bisa sayang dan memperhatikan anak-anak secara mendetail. Pastikan juga jumlah guru memadai atau tidak dengan anak-anak. Guru dan staf preschool juga sebaiknya orang-oarang yang tidak pelit untuk memberikan segala informasi.

  • Terakhir tentunya lokasi dan biaya. Sebaiknya tidak terlalu jauh dengan rumah agar si kecil tak merasakan kelelahan atau stres di jalan akibat kemacetan. Jika anak-anak masuk sekolah dengan kondisi yang tidak prima karena lelah hal ini tentu dapat menyebabkan anak sukar konsentrasi. Kondisi seperti itu juga dapat membuat kondisi emosi cenderung negatif.

  • Sebuah artikel di NYTimes.com, berjudul Why What You Learned in Preschool is Crucial at Work pun menguatkan hal ini. Bahwa sekarang ini bidang pekerjaan yang paling menjanjikan dari sisi pendapatan dan kepastian masa depan adalah bidang yang mengedepankan kemampuan sosial. Hal ini, jelas paling pertama dipelajari seseorang di usia balitanya. Persaingan manusia dengan mesin sekarang ini semakin menggila, dan satu-satunya yang tidak dimiliki mesin adalah social skill.

  • Karena itu, pertimbangkan sekolah yang benar-benar menyenangkan, penuh kegiatan bermain dan interaksi sosial ketimbang sekolah yang mengedepankan kemampuan teknis semata. Sebab 5 tahun pertama kehidupan seorang anaklah yang akan dibawanya hingga dewasa nanti.

  • Advertisement
Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Preschool, pentingkah?

Mendidik anak bukan pekerjaan mudah. Karena itu, banyak orangtua yang mencari bantuan agar tidak kebingungan. Salah satu cara yang paling sering dilakukan adalah menyekolahkan anak sejak dini. Namun sebetulnya, pentingkah hal ini?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr