Bayi saya terkena cacar. Bagaimana cara penanganannya?

Cacar adalah penyakit umum yang bisa menjangkiti siapa pun, begitu juga bayi. Meski tergolong penyakit ringan dan mudah sembuh, penyakit ini juga mudah menular. Karena itu, penanganan sejak dini harus diketahui dengan benar.

748 views   |   6 shares
  • Cacar air atau varisela bisa menyerang semua rentang usia. Namun, dengan usia yang masih dalam masa pertumbuhan, bayi biasanya lebih rentan terhadap berbagai penyakit. Dari sekian penyakit yang mampu menyerang anak, penyakit cacar air termasuk salah satu yang membuat orangtua panik. Bagaimana tidak, pasalnya penyakit tersebut merupakan penyakit yang bisa jadi berbahaya dan jenis penyakit menular dengan mudah.

  • Umumnya cacar air merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus varicella zoster. Virus ini biasanya menyerang kulit sehingga menimbulkan gatal-gatal dan luka yang berisi cairan. Penularannya pun bisa terjadi melalui kontak fisik ataupun udara. Menurut dr. Hinky Hindra Irawan yang merupakan dokter spesialis anak pada rumah sakit umum Dr. Cipto Mangun Kusumo di Jakarta, penyakit cacar air ini potensial terjadi pada musim pergantian dari kemarau menuju musim hujan ataupun sebaliknya. Sebab, musim seperti ini memiliki kelembaban udara yang tinggi hingga memungkinkan virus dapat berkembang biak. Pada anak, penyakit cacar air ini juga dapat ditimbulkan oleh gejala yang bermacam-macam. Gejala cacar air pada anak:

    1. Munculnya bintik dengan cairan. Kejadian ini sebisa mungkin harus diwaspadai sebab masa itu merupakan masa yang paling menular dalam penyakit cacar air khususnya pada anak.

    2. Demam. Biasanya orangtua sering mengabaikan dan kerap menganggap demam yang tidak terlalu tinggi merupakan gejala dari flu biasa. Padahal, demam tersebut bisa jadi merupakan gejala awal cacar air pada anak.

    3. Munculnya bercak merah dan timbul yang berisi air jernih. Air jernih ini kemudian akan berubah menjadi keruh dalam waktu 24 jam. Dan biasanya, bercak ini dimulai dari daerah belakang kepala hingga menjalar ke seluruh bagian tubuh anak.

    4. Hilangnya nafsu makan, sakit kepala, flu ringan hingga tubuh terasa lemas juga merupakan gejala tambahan yang dialami.

  • Gejala cacar air yang paling umum adalah munculnya bercak merah dan berisi air jernih.

  • Bahkan, menurut Dr Arifianto Sp.A, beberapa anak yg mengalami cacar air di sekujur tubuhnya ternyata pernah diimunisasi, bahkan hingga 2 kali. Perlu diketahui bahwa tidak ada vaksin yang 100% efektif, termasuk varisela. Efektivitas 1x imunisasi varisela adalah 86% dan 2x adalah 98,3%. Tetap saja vaksin varisela mempunyai efektivitas yang tinggi, artinya mayoritas anak yang sudah diimunisasi tidak sakit sama sekali.

  • Advertisement
  • Namun yang pasti, cacar air memang sangat menular. Menurut milissehat.web.id, penularan dapat terjadi sejak 48 jam sebelum ruam pertama muncul hingga 5 hari setelahnya. Cacar air umumnya ditularkan melalui udara pernafasan, kontak langsung dengan cairan ruam, dan kontak dengan barang yyang terkena cairan ruam seperti seprai, selimut atau handuk.

  • Nah, karena cacar air pada dasarnya ringan dan sembuh dengan sendiirinya, penanganan cacar air terutama ditujukan untuk meringankan gejala. Yang dapat dilakukan adalah:

    1. Tirah baring secukupnya

    2. Parasetamol untuk menurunkan demam

    3. Calamine dan mandi dengan air suam-suam kuku untuk meringankan rasa gatal

    4. Sarung tangan untuk mencegah anak menggaruk ruam mungkin dibutuhkan pada bayi

    5. Makanan yang lebih lembut dan menyejukkan jika ada ruam di dalam mulut

  • Sedangkan beberapa penanganan yang tidak dianjurkan adalah:

    1. Antihistamin yang bersifat sedative (membuat tidur), sebab tidak signifikan untuk menangani rasa gatal pada cacar air.

    2. Antivirus tidak direkomendasikan penggunaannya pada cacar air tanpa komplikasi. Bahkan jika mulai diberikan pada hari di mana ruam pertama kali muncul, antivirus hanya mengurangi satu hari dari lamanya sakit. Selain itu, penggunaan antivirus secara teori juga dapat berubahnya respons kekebalan tubuh sehingga virus dapat aktif kembali lebih cepat dalam bentuk herpes zoster (cacar ular). Pemberian antivirus dapat dipertimbangkan untuk digunakan pada cacar air dengan komplikasi yang berat, atau misalnya pada bayi di bawah usia 28 hari.

    3. Antibiotik, karena hanya dibutuhkan jika ada infeksi kulit oleh bakteri.

  • Jika bayi masih menyusu, jangan berhenti memberikan ASI padanya.

Bantu kami menyebarkan

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Bayi saya terkena cacar. Bagaimana cara penanganannya?

Cacar adalah penyakit umum yang bisa menjangkiti siapa pun, begitu juga bayi. Meski tergolong penyakit ringan dan mudah sembuh, penyakit ini juga mudah menular. Karena itu, penanganan sejak dini harus diketahui dengan benar.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr