8 kebiasaan 'beracun' yang menghancurkan kebahagiaan kita

Percaya atau tidak, Anda sedang menyabotase kebahagiaan Anda sendiri setiap hari. Tetapi Anda masih dapat mengubahnya.

1,937 views   |   8 shares
  • Percaya apa tidak, Anda sedang menyabotase kebahagiaan Anda sendiri setiap hari. Tetapi Anda masih dapat mengubahnya. Berikut adalah 8 hal yang merusak kebahagiaan Anda yang dapat Anda hapus dari hidup Anda dengan sedikit usaha.

  • 1. Membaca pikiran orang lain

  • Pikiran, "Dia pasti mengira saya bodoh," atau, "Mereka pasti sudah bosan sekarang," memasuki benak kebanyakan orang sepanjang hari. Pikiran semacam ini tidak tentu benar tetapi justru merupakan asumsi tentang apa yang dipikirkan orang lain.

  • Kecuali Anda seorang drakula yang musnah diterpa cahaya matahari, Anda tidak mungkin dapat membaca pikiran orang lain. Jangan berasumsi bahwa Anda tahu apa yang ada dalam kepala orang lain. Tetapi, jika Anda ingin berasumsi, berasumsilah bahwa orang lain sedang memikirkan sesuatu yang baik tentang Anda. Berkomunikasi secara terbuka. Dan, percaya atau tidak, orang lain mungkin sedang tidak memperhatikan Anda, mereka mungkin sedang sibuk memikirkan ketidaknyamanan mereka sendiri dan bukan tentang Anda.

  • 2. Menyalahkan

  • Menyalahkan situasi atau orang lain sebagai penyebab masalah Anda adalah langkah cepat menuju ketidakbahagiaan. Anda tidak akan pernah mampu mengendalikan keadaan buruk yang menimpa Anda atau tindakan orang lain.

  • Namun demikian, Anda dapat mengendalikan diri Anda dan tanggapan Anda. Seorang pemuka agama pernah berkata, "Makin tua kita, makin sadar bahwa keadaan eksternal sesungguhnya tidak masalah atau menentukan kebahagiaan kita. Kita sendiri yang menentukan kebahagiaan kita." Kebahagiaan adalah sebuah keputusan, dan Anda dapat membuatnya.

  • 3. Berusaha menjadi seperti orang lain

  • Saya pernah meminta maaf untuk banyak hal. "Maaf rumah saya berantakan." "Maaf saya telah mengatakannya." Suatu hari saya menyadari bahwa jika saya sebenarnya sedang meminta maaf tentang kebanyakan hal yang saya sesali setiap hari, saya seharusnya tidak melakukannya. Saya seharusnya membersihkan rumah saya, atau saya seharusnya tidak mengatakannya.

  • Stres untuk berusaha tampil seperti orang lain tidak baik untuk kebahagiaan saya. Daripada tampil seperti orang lain, saya berusaha membebaskan diri saya. "Jadilah seperti diri sendiri" mungkin adalah nasihat terberat. Sebab siapa sesungguhnya "diri sendiri" itu? Tetapi makin berhasil menemukan diri sendiri dan membiarkan orang lain merasa nyaman di depan Anda, makin bahagia Anda.

  • 4. Membandingkan diri Anda dengan orang lain

  • Di zaman media sosial alangkah mudahnya membandingkan diri dengan banyak hal. Pakaian kita tidak secantik seperti semua gadis di Pinterest, kita tidak terlalu banyak melakukan perjalanan seperti orang-orang yang kita lihat di Instagram dan hubungan kita tidak diabadikan dengan kata "HEBAT!" seperti kebanyakan teman di Facebook.

  • Advertisement
  • Memang mungkin Anda tidak akan sanggup "bersaing dengan keluarga Kardashian". Tetapi, hidup seperti itu tidak menjamin membuat Anda lebih bahagia. Sebaliknya, merindukan hidup seperti mereka pasti akan membuat Anda lebih tidak bahagia. Bersyukur adalah penangkal racun untuk membandingkan diri dengan orang lain. Tuliskan setiap hari semua hal yang hebat tentang kehidupan Anda sendiri, maka Anda akan menjadi orang yang bahagia.

  • 5. Menjadi peramal

  • Saya pernah memiliki kebiasaan buruk membayangkan sesuatu bakal terjadi pada suatu keadaan. Kebanyakan yang dibayangkan tidak selalu positif. Untuk sementara, saya tidak menyadari cara berpikir seperti itu tidak baik.

  • Ketika Anda sedang membayangkan di depan Anda ada sesuatu yang buruk akan terjadi, Anda sedang menciptakan stres dan kecemasan yang tidak dibutuhkan dalam hidup Anda. Jika Anda membayangkan bahwa akan ada yang berbicara kepada Anda di sebuah pesta atau Anda mengatakan sesuatu yang memalukan, ingatkan diri Anda bahwa Anda adalah pencipta masa depan Anda dan skenario paling buruk yang Anda bayangkan itu jarang terjadi.

  • 6. Menciptakan harapan palsu

  • Dalam "Paper Towns" karya John Green, salah seorang tokoh di dalamnya berkata, "Tahukah masalah Anda, Quentin? Kamu terus menerus mengharapkan orang untuk tidak menjadi diri mereka sendiri." Tokoh tersebut kemudian menjelaskan bagaimana Anda tidak perlu marah-marah bila orang lain tidak melakukan hal seperti yang Anda kehendaki.

  • Jika teman Anda adalah jenis orang yang tidak datang tepat waktu, Anda tidak perlu frustrasi karena dia memang demikian. Jika dia bukan tipe orang yang menaruh perhatian kepada orang lain dan menanyakan kabar Anda, Anda juga tidak perlu marah tentang itu. Berharaplah orang lain menjadi seperti diri mereka, maka Anda akan bebas dari rasa frustasi ketika mereka tidak melakukan sesuatu seperti yang Anda harapkan.

  • 7. Membenci kegagalan

  • Saya tidak sedang mengatakan bahwa membuat kesalahan itu tidak menyakitkan, tetapi saya sedang mengatakan hendaknya Anda mengubah sudut pandang Anda tentang kegagalan. Saya memiliki dua kutipan yang saya kira akan memberi Anda sudut pandang baru.

  • Pertama, seorang wartawan bertanya kepada Thomas Edison tentang bola lampu penemuannya. Dia menjawab, "Saya belum gagal, tidak sekalipun. Saya telah menemukan sepuluh ribu cara yang tidak dapat digunakan". Kegagalan adalah bagian dari jalan ke arah keberhasilan.

  • Kedua, ini adalah kutipan anonim, "Sayang, kamu boleh gagal tanpa menjadi orang yang gagal". Hanya karena Anda tidak berhasil melakukan sesuatu, tidak berarti itulah Anda.

  • Advertisement
  • Ubahlah sudut pandang Anda terhadap kegagalan dan Anda akan menjadi orang yang lebih bahagia.

  • 8. Hidup di masa yang bukan sekarang

  • Anda mungkin terjebak di masa lalu atau masa depan. Hidup di masa lalu tidak akan kembali lagi, dan menanti menjadi bahagia pada masa depan adalah sekadar menunda kebahagiaan yang dapat Anda peroleh sekarang.

  • Jika Anda menanti menjadi bahagia sampai Anda lulus kuliah, menikah atau mendapat pekerjaan baru, kebahagiaan Anda akan selalu di luar jangkauan Anda. Pilihlah untuk menjadi bahagia sekarang. Hidup bukan tentang menyelesaikan sesuatu tetapi menikmati saat-saat yang sedang dilalui. Jangan menjadi sedih karena kue yang baru Anda makan, dan jangan menanti hingga Anda habiskan kue itu baru menghargainya; nikmati setiap gigitannya saat itu juga.

  • Diterjemahkan dan disadur oleh Effian Kadarusman dari "8 toxic habits that are destroying your happiness" karya Melinda Fox.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Melinda tumbuh besar dengan banyak membaca buku. Ia banyak menulis cerita pendek sejak masih usia enam tahun. Gemar membuat kue dan mendengarkan lagu.

8 kebiasaan 'beracun' yang menghancurkan kebahagiaan kita

Percaya atau tidak, Anda sedang menyabotase kebahagiaan Anda sendiri setiap hari. Tetapi Anda masih dapat mengubahnya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr