Perlukah Kita Memberi Anak-Anak Uang Saku?

Uang saku selalu merupakan masalah pelik. Banyak orang mempunyai pendapat berbeda-beda.

770 views   |   1 shares
  • Pertanyaan: Perlukah kita memberi anak-anak uang saku?

  • Jawab: Ya.

  • Uang saku selalu merupakan masalah pelik. Banyak orang mempunyai pendapat berbeda-beda. Saya beruntung, saya yang menulis artikel ini, jadi saya bisa mengutarakan pendapat saya kepada Anda. Kalau suka boleh Anda pakai, kalau tidak suka lupakan saja. Melalui dorongan saya, saya tahu bahwa 92% orang tua memberi anaknya uang saku. Menurut saya memberi anak-anak uang saku adalah cara terbaik untuk mengajar mereka mengatur keuangan. Pelajaran yang mereka dapat akan sangat berharga.

  • Anak-anak penting belajar tentang keuangan dalam lingkungan yang aman. Mereka dapat berlatih mengatur anggaran, membelanjakan uang, menabung dan menanam modal dengan aman semasa kanak-kanak dan dalam lingkungan keluarga sebelum menghadapi dunia nyata sebagai orang dewasa.

  • Karena anak umur 5 tahun jarang punya penghasilan sendiri, orang tua harus menyediakan pengalaman ini melalui uang saku.

  • Membayar tugas di rumah?

  • Yang jadi masalah haruskah uang saku dihubungkan dengan pembayaran untuk tugas-tugas rumah tangga? Ada alasan kuat dari pihak-pihak yang berbeda pendapat. Dalam keluarga kami uang saku tidak ada hubungannya dengan tugas rumah tangga. Akan ada saatnya anak Anda berkata, "Simpan saja uangnya, saya tidak mau bekerja," di situ Anda sadar sistim ini tidak bisa dipakai.

  • Tugas-tugas rumah tangga kita kerjakan karena kita bagian dari keluarga. Mama tidak dibayar untuk memasak. Papa tidak dibayar untuk membersihkan kebun. Ada hal-hal yang kita kerjakan di rumah karena pekerjaan itu harus dilakukan bagi rumah dan keluarga kita. Membayar mereka untuk segala yang mereka lakukan akan membelokkan mereka dari kenyataan. Ada hal-hal yang harus kita lakukan tanpa dibayar. Makin dini mereka menyadari ini makin baik.

  • Mungkin ada di antara Anda yang akan menyanggah, "Tapi kita dibayar untuk pekerjaan kita." Banyak orang tua yang ingin menyampaikan pesan seperti itu kepada anak-anaknya. Kami memecahkannya seperti ini: Ada tugas sehari-hari yang wajib dilakukan setiap anggota keluarga tanpa bayaran (atau hadiah dalam bentuk apa pun). Ada pula tugas tertentu yang dapat mereka lakukan untuk mendapat uang.

  • Tugas yang dibayar

  • Tugas ini lebih besar dan memerlukan usaha lebih banyak, seperti mencairkan dan membersihkan lemari es, proyek di kebun, mencuci dan membersihkan mobil. Pekerjaan seperti ini merupakan kesempatan baik untuk mendapat uang sementara belajar kegiatan kerja yang lebih rumit dan seringkali kurang menarik yang baik untuk mereka pelajari.

  • Advertisement
  • Karena mereka dibayar kami memiliki standar mutu yang tinggi untuk pekerjaan ini. Begitu mereka bermalas-malasan mengerjakannya, mereka harus bertanggung jawab. Peraturannya, hasil pekerjaan ini akan diperiksa dan disetujui oleh orang tua sebelum mereka bisa dibayar. Kami banyak membahas pekerjaan yang sesungguhnya, bagaimana mereka tidak akan dibayar di muka.

  • Tugas seperti ini juga dapat memberi mereka keuntungan dan bukan uang. Tidak ada yang lebih menakjubkan daripada putra Anda menawarkan untuk membersihkan mobil luar dalam supaya dia dapat pergi bersama teman-temannya ke pantai. Orang tua yang sibuk akan mengharapkan hal ini sering terjadi.

  • Saya perlu mengganti kertas pelapis laci-laci di lemari makanan dan dapur. Saya menawarkan pembayaran untuk setiap laci. Sudah 3 bulan ini tugas tersebut dilakukan putra-putra saya. Sungguh menyenangkan. Jauh lebih baik daripada kadang-kadang harus memberi uang karena mereka merengek. Bila mereka perlu uang, saya tinggal berkata, "Coba periksa daftar tugas yang dibayar dan lakukan salah satunya." Mereka jauh lebih menghargai uang itu daripada sekedar menadahkan tangan kepada ayah.

  • Hal ini juga mengurangi pengeluaran mereka. Kalau nonton bioskop memerlukan kerja satu jam, mereka akan memandangnya secara berbeda.

  • Mendapat uang saku merupakan pengalaman penting bagi anak muda. Mereka perlu belajar mengatur keuangan. Kita dapat memberi mereka pengalaman belajar itu melalui uang saku. Mulailah dari sekarang. Luangkan waktu untuk mengajar mereka cara mengatur uang mereka. Teman hidup dan anak-anak mereka akan berterima kasih kepada Anda kelak.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Irma Shalimar dari artikel asli "Show me the money: Should we give our kids an allowance" karya Merrilee Boyack.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Merrilee Boyack is a mom of four sons, grandma to two and an attorney, author, and professional speaker. Email at: maboyack@gmail.com. Website: MerrileeBoyack.com

Perlukah Kita Memberi Anak-Anak Uang Saku?

Uang saku selalu merupakan masalah pelik. Banyak orang mempunyai pendapat berbeda-beda.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr