Jenis keju seperti apakah yang baik saya olah ke dalam MPASI si kecil?

Saat pencernaan bayi sudah mulai berkembang, makanan yang diberikan pun harus mulai bervariasi. Memberikan keju dalam makanan si kecil adalah salah satunya. Namun keju ternyata banyak jenisnya, juga lho..

1,406 views   |   3 shares
  • Makanan pendamping ASI (Mpasi) memang tidak sulit untuk dibuat, biasanya hanya mengukus, memblender, atau menumis sebentar. Karena itu bahan makanan yang dipilih pun biasanya hanya empuk. Ya, proses pembuatannnya tidak repot, namun pemilihan bahan ini yang biasanya membuat para ibu galau.

  • Salah satunya adalah keju. Apalagi bagi si kecil yang usianya masih di bawah satu tahun, sebab, tidak disarankan menggunakan gula garam pada makanannya. Sebab kadar natrium atau glukosa hanya akan memberatkan kerja ginjal juga pencernaan bayi. Lalu jenis keju seperti apa yang sebaiknya digunakan dalam Mpasi?

  • Dalam wholesomebabyfoods.com, sebuah situs yang sangat lengkap dalam hal pemberian makan pada bayi, keju bisa diberikan kepada bayi yang tidak memiliki bawaan alergi pada produk olahan sapi di usianya ke 8-10 bulan. Namun, jika memang memiliki alergi, sebaiknya orangtua mengonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak sebelum memberi keju.

  • Dan menurut situs ini, keju terbaik yang pertama kali diperkenalkan kepada bayi adalah keju lembut, cottage cheese. Cottage cheese adalah keju kaya protein dan bukan sembarang protein. Protein yang terkandung di dalam cottage cheese adalah protein jenis kasein. Protein kasein berbeda dari protein yang lain, sebab dicerna lebih lambat ketimbang protein kebanyakan. Ciri-cirinya adalah kandungan airnya sangat tinggi, di atas 50 persen.

  • Keju-keju seperti Brie, Feta, Camembert, Roquefort dan Bleu Cheese juga dapat diberikan, sebab masih masuk dalam kategori keju lembut. Lebih baik karena masuk dalam kategori keju natural, yakni jenis keju yang dibuat dengan cara menggumpalkan susu untuk selanjutnya dimatangkan untuk dikonsumsi setelah matang atau tanpa dimatangkan untuk segera dikonsumsi dalam keadaan segar.

  • Minusnya, di Indonesia, tidak terlalu mudah mendapatkannya sebab kita memang bukan negara penghasil keju. Keju yang mudah ditemukan di sini biasanya adalah keju olahan, yakni segala jenis keju yang dibuat dalam 2 tahapan: Pertama keju dibuat sebagai keju natural, selanjutnya setelah menjadi keju natural (atau kadang masih setengah jadi) keju tersebut diolah lagi dengan penambahan bahan-bahan tertentu seperti tepung (starch), emulsifier, pewarna, pengawet tambahan, pewarna, perasa, anti jamur, anti bakteri, lemak nabati, air, dan lain-lain.

  • Menurut situs babycenter.com, ada beberapa jenis keju yang cukup aman untuk diperkenalkan dalam MPASI, yakni; Colby, cheddar, monterrey jack, parmesan, romano dan cottage cheese. Namun yang digarisbawahi adalah, pentingnya membeli produk keju dari pembuatnya. Agar dapat dipastikan bahwa keju ini dibuat dengan proses natural tanpa tambahan macam-macam.

  • Advertisement
  • Situs ini juga mengingatkan bahwa poin penting pemberian keju pada bayi tak hanya jenisnya. Sebab faktor lain yang amat perlu diperhatikan adalah alergi. Jika sejak awal sudah terlihat bahwa si kecil memiliki eczema atau alergi makanan, selalu konsultasikan dengan dokter sebelum memberi keju.

  • The American Academy of Pediatrics (AAP) Section on Allergy and Immunology juga mengingatkan bahwa bayi bisa memulai makan keju, setelah mencoba beberapa jenis makanan solid seperti puree daging, sayur-sayuran, buah dan karbohidrat kompleks, dan berjalan aman tanpa reaksi alergi berlebih. Bahkan AAP juga mengatakan, anak dengan riwayat alergi turunan atau asma dapat mengonsumsi keju, selama mereka telah mencoba beberapa jenis makanan solid lainnya terlebih dulu. Hal lain yang penting diingat adalah, sebaiknya orangtua sendiri yang memperkenalkan keju di rumah, bukan di daycare atau oleh orang lain. Berikan uji coba dulu 3 hari, seperti makanan lainnya juga, menyajikan keju secara berturut-turut, agar terlihat dengan jelas reaksi tubuh si bayi terhadap keju tersebut.

  • Sementara, dalam buku Makanan Bayi Sehat Alami, tulisan Wied Harry Apriadji, seorang pakar gizi tertulis; di usia 8 bulan, sistem pencernaan bayi sudah siap dengan karbohidrat kompleks yang sulit dicerna. Karena itu, perut bayi pun mulai siap untuk diperkenalkan dengan protein hewani mudah cerna. Salah satunya adalah keju. Menurut Wied, sebaiknya yang diberikan adalah keju cheddar rendah lemak dan rendah garam.

  • Jika tidak bisa menemukan keju yang rendah lemak juga garam, maka boleh mengggunakan keju cheddar biasa, tetapi dalam jumlah terbatas dan tidak sering. Sebab kandungan natriumnya yang tinggi, keju tidak disarankan untuk diberikan lebih dari satu kali seminggu.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Jenis keju seperti apakah yang baik saya olah ke dalam MPASI si kecil?

Saat pencernaan bayi sudah mulai berkembang, makanan yang diberikan pun harus mulai bervariasi. Memberikan keju dalam makanan si kecil adalah salah satunya. Namun keju ternyata banyak jenisnya, juga lho..
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr