Mengenal 'Growth Spurt' pada bayi Anda dan cara mengatasinya

Jangan stres, jangan mudah terprovokasi oleh tangisan bayi yang terjadi terus-menerus. Ketika Anda stres, maka hal tersebut justru akan memengaruhi jumlah produksi ASI Anda.

4,758 views   |   40 shares
  • Salah seorang saudara saya tengah dibuat pusing oleh perilaku putrinya yang berusia 6 bulan yang beberapa hari belakangan terlihat sering rewel. Di malam hari kalau biasanya dia bisa tidur dengan nyenyak, kini mau tidak mau kedua orangtuanya harus rela terjaga hingga tengah malam bahkan dini hari untuk sekedar menenangkan tangis putrinya.

  • Sebagai orangtua baru saya melihat fenomena yang sedang dihadapi oleh saudara saya sebagai sebuah tantangan dan sekaligus pembelajaran. Sekedar untuk diketahui, putra kami saat ini belum genap satu bulan, sekedar mencari tahu apa yang menyebabkan anak rewel saya menemukan sebuah informasi menarik dari sebuah artikel mengenai kesehatan anak yang dimuat dalam laman: http://www.todaysparent.com/baby/signs-your-baby-going-through-a-growth-spurt/

  • Fenomena bayi rewel tanpa sebab yang sedang dihadapi oleh saudara saya ternyata adalah sebuah kondisi normal yang dunia medis sering menyebutnya sebagai baby growth spurt atau percepatan pertumbuhan pada bayi. Dijelaskan, bahwa setiap bayi akan mengalami satu kali masa growth spurt dalam 12 bulan pertama kehidupannya. Maksudnya, bayi didorong untuk tumbuh lebih cepat daripada biasanya, sehingga si bayi memerlukan asupan nutrisi baik dari ASI atau makanan pendamping ASI lebih banyak dari sebelumnya.

  • Apa ciri-ciri baby growth spurt?

  • Banyak orangtua kerap terlihat panik ketika mendapati bayinya rewel terus menerus, tak jarang pula di antara mereka mengira si bayi sedang sakit dan segera membawanya berobat ke dokter. Padahal, bayi yang sedang mengalami growth spurt kondisi kesehatannya baik-baik saja. Berikut ini beberapa ciri bayi sedang mengalami growth spurt:

  • 1. Bayi minum ASI lebih lama dari biasanya

  • 2. Bayi tidur lebih lama dari biasanya

  • 3. Bayi sering merasa haus dan lapar

  • 4. Bayi terlihat sering mengerang dan menggeliatkan tubuhnya

  • 5. Bayi sering rewel (nangis) dari biasanya

  • 6. Bayi kerap bangun tengah malam untuk minum ASI

  • 7. Gejala berlangsung antara 3 hari sampai 1 minggu. Setelah periode GS terlewati bayi umumnya akan terlihat lebih tenang dan santai

  • Bagaimana mengatasi baby growth spurt?

  • Beberapa orangtua dengan pengalaman yang sama menghadapi baby growth spurt memberikan beberapa tips untuk mengatasinya, berikut kutipannya:

  • 1. Jangan pernah menolak keinginan si bayi, jika durasi menyusu lebih dari 20 menit setiap jamnya sebaiknya Anda turuti. Jangan khawatir ASI Anda akan habis karena tubuh Anda memiliki sistem "alarm" unik untuk memproduksi lebih banyak ASI. (Rani, Bandung)

  • Advertisement
  • 2. Jangan stres, jangan mudah terprovokasi oleh tangisan bayi yang terjadi terus-menerus. Ketika Anda stres, maka hal tersebut justru akan memengaruhi jumlah produksi ASI Anda. (Dr. Arman Bhakti Pulungan Sp.AK)

  • 3. Jaga kesehatan tubuh Anda, konsumsilah makanan bergizi, sebab itu akan membuat produksi ASI Anda lebih banyak dan melindungi tubuh Anda dari serangan berbagai penyakit. (Dr. Dwi Lestari Pramesti)

  • 4. Tetaplah tenang dan penuh percaya diri. (Linda, Malang)

  • 5. Pantau kesehatan bayi Anda, bayi yang cukup ASI terlihat dari jumlah berat badannya yang semakin bertambah. (Regina, Jakarta)

  • 6. Upayakan jangan sampai Anda kelelahan, ketika Anda capek istirahatlah bersama bayi Anda ketika ia sedang tertidur. (Budi Waluyo, Surabaya)

  • 7. Menghadapi

  • baby growth spurt bagi sebagai orangtua kadang bisa sangat melelahkan. Oleh karena itu, mintalah bantuan dari anggota keluarga dekat agar pengalaman menghadapi baby growth spurt lebih mudah untuk dilewati. (Yenni, Jakarta)

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

Mengenal 'Growth Spurt' pada bayi Anda dan cara mengatasinya

Jangan stres, jangan mudah terprovokasi oleh tangisan bayi yang terjadi terus-menerus. Ketika Anda stres, maka hal tersebut justru akan memengaruhi jumlah produksi ASI Anda.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr