Kandungan gizi dalam menu MPASI yang harus Anda penuhi demi tumbuh kembang maksimal si kecil

Makanan pendamping ASI adalah sesuatu yang penting untuk diberikan kepada si kecil yang sudah berusia enam bulan. Tapi sebetulnya, MPASI seperti apa sih yang paling ideal?

1,247 views   |   4 shares
  • Wah, rasanya pasti amat menyenangkan saat si kecil berhasil melalui enam bulan pertamanya hanya memperoleh ASI eksklusif. Ini tahap pertama keberhasilannya. Setelah itu, tiba saatnya makanan pendamping ASI. Di usia enam bulan, karena gigi sudah mulai erupsi dari gusi maka MPASI layaknya diperkenalkan. Banyak sekali jargon "makanan bayi organik" di sekitar kita. Dan rupanya label organik menjadi kata ampuh untuk membuat orangtua tertarik membeli.

  • Padahal, menurut Moynihan R.Casse dalam bukunya "Selling sickness. How the world's biggest pharmaceutical companies are turning us all into patients" mengatakan istilah organik memang banyak dipakai untuk kepentingan menarik konsumen; meski sebetulnya tak menjamin bahan makanan tersebut tidak menimbulkan penyakit atau masalah kesehatan. Maka, ketimbang sibuk membeli berbagai makanan bayi dalam kemasan, dengan label organik, orangtua lebih baik mengerti terlebih dahulu bahwa MPASI, tujuannya sebagai ajang latihan si kecil mengasup, menikmati dan mencintai makanan padat sesuai kebutuhan nutrisinya.

  • Melalui MPASI, Anda harus paham betul jenis pangan manusia yang terdiri dari tiga kelompok besar nutrisi yakni karbohidrat, protein dan lemak. Nah, makanya, ketimbang memberi biskuit atau makanan instan yang banyak mengandung gluten dan justru berbahaya untuk bayi karena sulit dicerna, lebih baik kembali ke makanan sehat alami.

  • Menurut ahli gizi, Wied Harry Apriadji, hal penting yang terjadi saat bayi menginjak usia enam bulan adalah cadangan alami zat besi dalam tubuhnya berangsur mulai menipis. Sayangnya, kita belum bisa membantu kecukupan asupan zat besinya, sebab bayi dalam tahap MPASI awal harus menikmati makanan mudah cerna yang tidak banyak mengandung zat besi.

  • Untuk itu, ibu menyusui perlu lebih memperhatikan kecukupan konsumsi makanan zat besi, agar kualitas ASInya cukup menyediakan zat besi bagi bayi. Guna mempermudah penyerapan asupan zat besi, hendaknya ibu juga memperhatikan kecukupan konsumsi makanan kaya vitamin C. Nah, sementara itu, bagi si bayi yang baru menikmati makanan untuk pertama kalinya, jangan ragu untuk memilih makanan mudah cerna seperti buah-buahan. Karena buah mengandung karbohidrat sederhana, yakni gula buah, yang bisa langsung diserap tubuh.

  • Keunggulan lain, buah dilengkapi enzim pencerna alami sebagaimana ASI sehingga makin mudah dicerna. Buahlah makanan MPASI awal yang paling serasi dengan fungsi organ cerna bayi. Memberikan bubur beras atau makanan lain yang mengandung karbohidrat kompleks di awal MPASI hanya akan membebani fungsi organ cerna bayi. Sistem cerna bayi mendadak harus bekerja keras membongkar molekul karbohidrat kompleks menjadi karbohidrat sederhana, agar kandungannya dapat dimanfaatkan tubuh.

  • Advertisement
  • Jadi, di usia 6-7 bulan, berikan saja beragam buah setiap harinya, dengan tekstur cair ke lembut secara bertahap sesuai kemampuan bayi. Nanti, MPASI di usia 7-9 bulan, bayi mulai boleh diperkenalkan pada bubur lembut hingga bubut saring. Meski buah tetap wajib diberikan sebagai sarapan saat lambung kosong. Yakni 15-30 menit sebelum makan atau di antara waktu makan.

  • Mencegah maupun mengatasi kekurangan zat besi pun sudah bisa dilakukan di tahapan usia ini dengan memberikan tempe setiap hari. Selain mengandung protein mudah cerna, tempe berlimpah zat besi. Campurkan saja tempe ke dalam MPASI cukup 1-2 sendok teh tempe parut setiap kali makan.

  • Bumbu aromatik yang menggugah selera seperti daun jeruk, daun pandan, serai, seledri sudah boleh ditambahkan ke dalam makanan bayi. Namun gula dan garam belum boleh sama sekali. Sistem pencernaan bayi pun sudah siap dengan kombinasi karbohidrat kompleks yang tidak sulit dicerna, yakni kombinasi antara pati dengan sayuran rendah serat. Ditambah dengan protein nabati mudah cerna seperti tempe dan tahu.

  • Bulan ke delapan, bayi sudah bisa diperkenalkan dengan protein hewani mudah cerna terutama bagian kuning telur dan yoghurt tawar. Namun wajib dingat di rentang usia ini bayi sebaiknya tidak diberi makanan mengandung gluten, yang banyak terdapat dalam tepung terigu dan berbagai produk pangan olahan terigu seperti pasta, roti, mie. Semua ini berisiko mengakibatkan gangguan usus halus, karena sistem cerna bayi belum mampu mencerna gluten.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Kandungan gizi dalam menu MPASI yang harus Anda penuhi demi tumbuh kembang maksimal si kecil

Makanan pendamping ASI adalah sesuatu yang penting untuk diberikan kepada si kecil yang sudah berusia enam bulan. Tapi sebetulnya, MPASI seperti apa sih yang paling ideal?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr