Ajarkan anak konsekuensi dari suatu larangan dengan kata ‘STOP’

Ganti kata 'jangan' dengan kata 'stop' dan berikan penjelasan sederhana agar anak mudah mengerti alasan di balik suatu larangan.

229 views   |   1 shares
  • Sebagai orang tua, tentu tugas kita adalah menjaga anak-anak, dan sering kali menjadikan kata 'jangan' sebagai senjata ampuh untuk melarang aktivitas mereka. Kita yang sangat protektif akan membuat ruang gerak anak menjadi terbatas.

  • Saat ini, banyak pendapat pakar maupun literatur buku dan artikel yang menyatakan bahwa orang tua harus menghilangkan kebiasaan meraka menggunakan kata 'jangan' dalam pola asuh anak sehari-hari. Hal ini akan membentuk karakter anak menjadi pasif, manja, tidak mandiri, tidak kreatif dan sebagainya.

  • Selama 2,5 tahun ini, saya menghadapi banyak hal sebagai pengalaman pertama, termasuk menghadapi Raphael yang sangat aktif dan selalu ingin tahu. Ia belum sepenuhnya mengerti, apa yang ia lakukan berbahaya atau tidak. Saya yang sering kali panik, secara spontan sering mengunakan kata 'jangan'.

  • Namun bukannya mengikuti keinginan saya, larangan tersebut justru membuatnya marah. Ia akan mengambil semua barang di sekitarnya, lalu melemparnya ke segala arah dan diakhiri dengan tangisan penuh drama. Hal ini tentu membuat saya stress. Saya sadar, cara saya itu salah.

  • Elly Risman, S.Psi, Parenting Psychologist yang aktif memberikan seminar parenting mengatakan, kata efektif untuk menghentikan anak melakukan sesuatu dan sebagai alternatif kata 'jangan' adalah 'stop'. Namun ada beberapa langkah yang harus diperhatikan, antara lain:

    • Kata 'stop' akan membuat anak untuk lebih mudah memahami apa yang diinginkan orang tua, yaitu berhenti untuk melakukan apa yang sedang dilakukannya.

    • Setelah menggunakan kata 'stop', berilah penjelasan kepada anak, agar ia mengerti mengapa ia harus menghentikan aktivitasnya. Gunakan kalimat yang pendek dan sederhana, tambahkan gesture (gerak isyarat) yang kasat mata agar pesan Anda lebih efektif.

    • Tawarkan alternatif aktivitas yang lebih menarik perhatian atau aktivitas favoritnya. Contoh: saat anak bermain pasir, tawarkan ia, "Kak, kita main mobil-mobilan yuk, mobil kakak yang warna biru, mobil mama yang warna merah."

  • Cara ini akan membuat anak nyaman karena ada aktivitas lain yang tak kalah menarik. Jika ia masih melakukan aktivitas yang kurang baik, sampaikan pesan secara lengkap dan menyeluruh. Perlahan anak akan mengerti ada alasan mengapa Anda menghentikan aktivitasnya. "Inti dari konsep ini adalah mengenalkan konsekuensi dari perbuatan yang dilakukan anak." tegas Elly.

  • Advertisement
  • Setelah saya mengubah pola asuh sebelumnya, ternyata emosi Raphael pun terkendali. Tapi bagi saya pribadi, kata 'jangan' tetap dapat digunakan asal dengan cara, situasi dan tujuan yang tepat. Tentu ini bertentangan dengan beberapa literatur yang saya baca. Apa saja yang saya lakukan? Saya akan memberi tips kepada Anda:

  • Ucapkan kata 'jangan' secara spontan dalam kondisi darurat

  • Saat saya sedang mengambil kunci dari dalam tas, Raphael berlari ke arah kolam renang. Spontan saya berteriak, "Jangan lari ke kolam nak! Tunggu mama". Raphael pun berhenti dan menoleh ke saya. Tak terbayangkan jika saya tidak langsung melarangnya, mungkin ia akan tenggelam.

  • Ucapkan kata 'jangan' walaupun tidak berhubungan secara langsung dengan situasi yang sedang terjadi

  • Saat berjalan bersama Raphael di atas jalanan berbatu, saya menghentikan langkahnya sejenak dan mengatakan, "Raphael, jalan berbatu ini berbahaya. Raphael jalan pelan-pelan saja, jangan lari atau loncat-loncat. Nanti Raphael bisa jatuh." Saat saya menggandengnya, ia pun mengerti untuk tetap berhati-hati dengan mengikuti langkah saya.

  • Lalu ubahlah kalimat yang menggunakan kata 'jangan' dengan kalimat yang bersifat positif, seperti, "Jangan berantem!" menjadi "Dik, sayangi temanmu, kita main bersama ya", atau ubahlah kalimat "Jangan menangis terus!" menjadi "Sudah ya menangisnya. Katakan adik mau apa?" Dari contoh tersebut, Anda dapat sekreatif mungkin memakai kalimat positif lainnya dalam setiap aktivitas anak. Selamat mencoba!

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Setelah melahirkan Raphael, Celerina memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga dan mengurus buah hatinya tanpa bantuan baby sitter. Disinilah ia kemudian menemukan passion-nya yang baru yaitu memasak khususnya menu MPASI (Makanan Pendamping ASI)

Ajarkan anak konsekuensi dari suatu larangan dengan kata ‘STOP’

Ganti kata 'jangan' dengan kata 'stop' dan berikan penjelasan sederhana agar anak mudah mengerti alasan di balik suatu larangan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr