Cukupkah kesuksesan Anda membahagiakan orangtua?

Apakah harus menunggu sukses dulu? Harus menjadi bos dan memiliki banyak uang dulu? Betulkan hal-hal tersebut adalah syarat membahagiakan orang tua kita?

536 views   |   5 shares
  • Apakah seseorang harus sukses dulu untuk membahagiakan orang tuanya? Pertanyaan ini seringkali menimbulkan pro dan kontra di antara masyarakat. Ada yang bilang, kebahagiaan orang tua adalah ketika melihat anaknya sukses -dalam artian materi-, dan ada juga yang bilang kebahagiaan orang tua tidak melulu diukur dari kesuksesan sang anak.

  • Bagaimana menurut Anda? Berikut beberapa pendapat yang berhasil saya kumpulkan dari rekan-rekan saya.

  • Ketika saya lulus

  • "Saya sangat mengingat rupa raut wajah kebahagiaan orang tua ketika saya berhasil lulus kuliah, 3 tahun yang lalu. Ibu memeluk saya dan dengan haru mengungkapkan rasa bangganya terhadap keberhasilan saya menyelesaikan bangku kuliah." (Raisha, 26 Tahun, Pegawai)

  • Menjadi anak yang patuh

  • "Bagi papa dan mama, kebahagiaan mereka adalah saat saya menjadi anak yang patuh. Pulang tepat waktu, belajar sesuai jadwal, dan mau mendengarkan orang tua dalam hal lainnya. Dengan menjadi anak baik, Saya cukup memberikan kebahagiaan bagi mereka." (Amelia, 17 Tahun, Mahasiswa)

  • Saat berlomba

  • "Setiap kali saya mengikuti perlombaan, mama selalu menyemangati dengan seruan, 'good job!'. Menang ataupun kalah tidak menjadi masalah, dia tetap bangga dengan kerja keras yang telah saya lakukan. Apalagi jika saya menang, dia akan berteriak sekeras-kerasnya di tengah penonton. Pasti karena dia sangat bahagia atas kemenanganku." (Monika, 23 Tahun, Penyanyi)

  • Membantu orang lain

  • Advertisement
  • "Saya ingat sejak duduk di bangku SD hingga SMA, mama dan papa rutin setiap 3 bulan sekali mengajak saya mendonasikan barang-barang bekas layak pakai milik kami kepada orang-orang yang membutuhkan. Setiap bulan, saya merelakan barang-barang untuk didonasikan. Saya sempat menolak beberapa kali, karena masih menyayangi barang-barang tersebut. Tetapi pada akhirnya saya jadi menyukai kegiatan rutin tersebut. Orang tua saya selalu bangga dan bahagia ketika saya dapat berpartisipasi membagi kebahagiaan dengan orang lain". (Debora, 29 Tahun, Pegawai Swasta)

  • Orang tua selalu punya tempat yang berarti dalam kehidupan kita. Pengorbanan mereka yang begitu besar dan tulus, membuat kita sebagai seorang anak tentu ingin selalu berbakti dan berusaha yang terbaik untuk membahagiakan mereka. Lantas, bagaimana caranya. Apakah harus menyandang status sukses terlebih dahulu? Sukses seperti apa yang Anda tunggu? Apakah sampai karir di puncak dan harta bergelimangan?

  • Orang tua tidak seegois itu. Mereka tidak pernah pamrih akan kasih sayangnya pada anak. Walau kesuksesan anak adalah harapan setiap orang tua, namun Anda tetap dapat memberikan mereka kebahagiaan lewat perhatian yang tulus. Bahagiakan mereka selagi Anda masih punya kesempatan.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Ezra adalah seorang suami yang bekerja dalam bidang digital marketing di sebuah perusahaan asing. Dia menggemari olahraga, traveling, membaca, menonton film, teknologi dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Ikuti akun Twitternya di .

Cukupkah kesuksesan Anda membahagiakan orangtua?

Apakah harus menunggu sukses dulu? Harus menjadi bos dan memiliki banyak uang dulu? Betulkan hal-hal tersebut adalah syarat membahagiakan orang tua kita?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr