Bangkitkan jiwa nasionalis pada anak dengan 5 cara ini

Membangkitkan nasionalisme pada anak tak terbatas hanya mengenal wawasan budaya. Anda juga perlu menanamkan toleransi, supaya anak bangga pada Indonesia, negara Bhinekka Tunggal Ika.

367 views   |   5 shares
  • Setiap bulan Agustus tiba, dengung cinta tanah air dan bangsa begitu gempita berkumandang. Ya, di bulan kelahiran Republik Indonesia, riuhnya perayaan dipersiapkan dan digelar di berbagai penjuru Indonesia. Manfaatkan momen ini untuk mengenalkan arti nasionalisme kepada buah hati Anda. Sebagai generasi penerus negeri ini, anak-anak mendapatkan amanat untuk menjadikan Indonesia lebih baik di masa mendatang. Apalah bekal yang paling penting, kalau bukan rasa nasionalisme yang kuat.

  • Sebagai informasi, nasionalisme berbeda dengan patriotisme. Meskipun, banyak orang yang rancu dan menyamakan keduanya. Nasionalisme merupakan rasa cinta dan bangga terhadap negara atau bangsa. Sedangkan patriotisme menunjukkan kemauan dan kerelaan berkorban demi kejayaan bangsa dan negara.

  • Di tengah keragaman yang begitu kental (ingat semboyan negara Bhinekka Tunggal Ika), para orang tua harus pandai-pandai menanamkan nasionalisme dengan tepat. Mengapa? Nasionalisme tanpa toleransi akan menghasilkan fanatisme yang dapat berdampak buruk. Ingin menumbuhkan nasionalisme yang tepat pada anak? Cobalah 5 cara berikut ini bersama keluarga Anda.

  • 1. Sejarah bukan sekadar cerita

  • Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah. Mencintai bangsa dan negara dapat dimulai dengan mengenal kisah-kisah di balik Indonesia. Tidak hanya kisah mashyur, namun juga badai yang menerpa dan bagaimana Indonesia dapat tetap tegak berdiri. Tak hanya menjadi cerita pengantar tidur, ajaklah anak-anak Anda bernapak tilas ke tempat-tempat bersejarah untuk melihat langsung manifestasi dari kisah-kisah tersebut. Bukalah wawasan Anda dengan banyak mencari sumber informasi sejarah yang lebih membumi (bukan hanya buku teks pelajaran Sejarah). Salah satunya dengan berbincang dengan tokoh-tokoh yang terlibat di masa lalu seperti mantan pejuang atau ahli sejarah.

  • 2. Tokoh muda inspiratif

  • Tak ada yang lebih memukau si Kecil selain sesama tokoh muda yang mengharumkan nama bangsa. Perkenalkan mereka dengan tokoh-tokoh muda yang membangkitkan inspirasi dan rasa cinta Tanah Air. Atlet, para pelajar pemenang Olimpiade Fisika, atau musisi cilik yang berhasil meraih penghargaan di luar negeri. Merekalah pahlawan Indonesia masa kini dengan sumbangsih yang patut dijadikan panutan. Anak-anak akan lebih memahami dan mencintai konsep nasionalisme saat mereka melihat bukti nyata dari kalangan yang satu kelompok usia dengan mereka.

  • Advertisement
  • 3. Melakukan bukan hanya mengetahui

  • Mengenalkan anak-anak kepada budaya Indonesia yang begitu beragam, Anda akan berpikir, oh mudah sekali. Tinggal membeli buku atau poster tentang rumah adat, pakaian adat, atau memperdengarkan lagu-lagu daerah, selesai perkara. Bagaimana jika Anda melangkah lebih jauh kali ini? Tak hanya mengharuskan anak tahu, berikan kesempatan kepada mereka untuk melakukannya. Leburkan budaya ke dalam kehidupan sehari-hari. Awali dengan budaya daerah asal, baru berlanjut dengan daerah lain. Bermain alat musik tradisional, menguasai permainan tradisional atau seni bela diri rakyat, menari dengan luwes, atau bahkan memasak hidangan tradisional. Cara lainnya adalah dengan menggalakkan penggunaan produk dalam negeri di keluarga Anda. Tunjukkan pada anak mengenai kelebihan produk lokal yang tak kalah baik dari produk impor. Jika memungkinkan, pacu anak untuk berkreasi dan mewujudkan ide-ide mereka di masa depan, untuk memperkaya produk Indonesia yang akan mendunia.

  • 4. Indahnya perbedaan

  • Toleransi adalah hal krusial yang membawa nasionalisme ke arah positif. Perbedaan-perbedaan sangat jamak ditemui, terutama di Indonesia. Untuk mempersatukannya, bukanlah dengan berkompetisi, namun mencari benang merah yang mengikat semua perbedaan menjadi satu tujuan. Bersosialisasilah dengan kalangan yang berbeda, mulai dari suku, agama, hingga status sosial. Carilah kesempatan untuk pergi ke luar dan melakukan suatu aksi, misalnya tinggal di sebuah desa di luar daerah, melakukan bakti sosial sederhana. Berbaurlah dengan mereka dan selami perbedaan untuk menumbuhkan rasa toleransi yang tulus.

  • 5. Duta bagi bangsa dan negara

  • Ini adalah cara terbaik bagi anak untuk menjadi seorang nasionalis. Dorong dan dukung mereka untuk mewakili Indonesia dalam sebuah kegiatan, kompetisi, atau pertunjukkan. Anda dapat bergabung dengan komunitas atau wadah tertentu baik dalam bidang olahraga, akademik, atau budaya. Jika Anda belum mampu pergi ke luar negeri, carilah kesempatan pada komunitas warga asing, wisatawan luar negeri, atau sekolah internasional. Anak Anda akan merasakan langsung atmosfer yang memacunya untuk menunjukkan hal-hal terbaik dan membanggakan dari Indonesia.

  • Berikan kado termanis untuk Indonesia di hari jadinya. Bangkitkan generasi penerus dengan semangat untuk memajukan dan mempertahankan kejayaan Indonesia, sekarang dan selamanya.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Bangkitkan jiwa nasionalis pada anak dengan 5 cara ini

Membangkitkan nasionalisme pada anak tak terbatas hanya mengenal wawasan budaya. Anda juga perlu menanamkan toleransi, supaya anak bangga pada Indonesia, negara Bhinekka Tunggal Ika.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr