Sulit berkomunikasi dengan anak-anak remaja? Coba 5 strategi ini

Mengatur anak remaja tidaklah mudah, diperlukan trial dan eror untuk mencoba metode yang tepat untuk Anda dan dia.

1,012 views   |   16 shares
  • Tanpa disadari, anak-anak balita Anda tahu-tahu sudah menginjak remaja. Para orangtua sering merasa mulai ditinggalkan anak-anaknya. Diana Divecha, seorang ahli perkembangan psikologi menyatakan hal di atas tidaklah benar. Meskipun menjelang dewasa, mereka masih ingin dekat dengan orangtuanya. Tapi bagaimana caranya? Berbicara dengan remaja kadang-kadang masuk telinga kanan, keluar telinga kiri. Coba 5 strategi ini:

  • 1. Ciptakan suasana senang

  • Profesor Divecha menganjurkan, "Buatlah suasana rileks dan ringan tanpa membahas hal yang menegangkan atau pemecahan masalah". Berbicara tentang topik yang hangat dan disukai bersama-sama, misalnya drama Korea yang sedang digandrungi atau merencanakan piknik keluarga mengisi liburan mendatang. Banyak percakapan yang baik muncul secara alami ketika Anda asyik melakukan sesuatu bersama-sama.

  • 2. Hindari tatap muka langsung

  • Jangan membuat anak remaja merasa tertekan dengan "duduk berhadapan" berdua saja seperti menginterogasi terdakwa. Sebaliknya, bila ingin membahas hal yang serius, lakukan di saat Anda berdua terlibat dalam kegiatan bersama seperti berjalan pagi atau membersihkan rumah. "Di dalam mobil juga saat yang baik," kata Laura Markham, PhD, seorang psikolog klinis dan penulis Peaceful parent, Happy Kids.

  • 3. Mengambil keuntungan dari waktu sela

  • Remaja di masa ini begitu sibuk karena beratnya beban sekolah dan acara-acara lainnya. Jika tidak pandai-pandai mencari waktu, Anda dapat kehilangan kesempatan untuk berbagi waktu dengan anak. Ketika musim pertandingan sepak bola berakhir atau sekolah musik baru saja selesai, anak Anda mungkin memiliki istirahat sejenak dari hiruk-pikuk aktivitas. Ini kesempatan besar untuk meluangkan waktu bersama. Ajak anak untuk makan siang bersama, atau berbelanja sepatu baru, bekerja bersama-sama, dan melakukan hal-hal santai bersamanya sambil ngobrol tentang kehidupan mereka.

  • 4. Mengelola reaksi Anda

  • Jika Anda berbicara tentang masalah yang berat, seperti obat-obatan atau perihal seks, bereaksi berlebihan hanya akan membuat anak menutup diri. Kendalikan emosi Anda bahkan saat panik, lalu secara aktif mendengarkan. Biarkan mereka tahu Anda mendengar apa yang mereka katakan. Jangan menyela pembicaraan bahkan bila Anda tidak sepaham dengan apa yang mereka ceritakan. Apalagi memberikan komentar negatif. Hindari, karena hanya akan 'membunuh' suasana keakraban.

  • 5. Topik pembicaraan

  • Hindari membahas topik "kelemahan" setiap kali Anda bertemu. Sebagai anak remaja, akan selalu ada hal-hal yang kurang berkenan di hati orangtua. Mulailah dengan topik-topik ringan yang menjadi kegemarannya. Bila Anda membuka pembicaraan yang membuat mereka kesal, hal ini hanya akan membuat anak mulai menghindari Anda layaknya 'wabah penyakit'. Jika hal ini terjadi, sangat disayangkan. Bukan pula berarti orangtua tidak boleh menegur anaknya. Bila menegur, berikan alasannya dan setelah selesai tunjukkan kasih sayang serta dukungan atas komitmennya untuk memperbaiki.

  • Advertisement
  • Mengatur anak remaja tidaklah mudah. Seringkali metode tertentu tepat untuk seorang anak, tidak efektif bagi anak lainnya. Kejelian orangtua sangat diperlukan agar komunikasi dapat berlangsung dengan baik dan membawa kemajuan.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Falsafah hidup saya adalah "Jangan pernah menyerah, karena hidup harus maju terus"

Sulit berkomunikasi dengan anak-anak remaja? Coba 5 strategi ini

Mengatur anak remaja tidaklah mudah, diperlukan trial dan eror untuk mencoba metode yang tepat untuk Anda dan dia.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr