Sukses menjadi 'tim' dalam pernikahan

Bagaimana jadinya jika dalam pernikahan tidak ada kesamaan visi dan misi? Ini kata mereka.

624 views   |   8 shares
  • Bagaimana jadinya jika dalam pernikahan tidak ada kesamaan visi dan misi? Anda dan pasangan memiliki pemikiran masing-masing yang tidak pernah ketemu. Apakah pernikahan tersebut dapat berjalan semestinya? Berikut tanggapan mereka yang telah menikah.

  • Pernikahan mempersatukan dua orang menjadi satu

  • "Sejak awal sebelum mengucapkan 'Ya, saya bersedia', Pendeta yang memberkati kami mengucapkan 'apakah Anda bersedia untuk menerima segala kelemahan dan kekurangan pasangan Anda, bersedia untuk setia bersamanya dan hidup bersama hingga kekekalan?' Saya mengiyakan janji tersebut dan mengikatkan diri ke dalam sebuah pernikahan bersama suami saya tercinta. Pernikahan adalah bagaimana mempersatukan kedua orang yang berbeda menjadi satu. Komitmen ini memang sangat berat, penuh cobaan dan tantangan. Dan salah satu yang terberat dan terbesar adalah perbedaaan. Meski demikian, apa yang telah dipersatukan tidak dapat dipisahkan. Sehingga sebesar apapun perbedaan yang terjadi dalam pernikahan, bukanlah alasan untuk menyerah dan meninggalkan pernikahan Anda." -Diana R (38), Pegawai.

  • Untuk mencapai pernikahan yang berhasil dibutuhkan kerjasama suami-istri sebagai satu tim

  • "Jika saya dan istri berjalan masing-masing, apakah kami dapat dikatakan pasangan? Bayangkan saja, dalam sebuah perlombaan tarik tambang antar pasangan, dua lawan dua, ketika perlombaan dimulai dan pasangan Anda melepaskan genggamannya pada tali tersebut apakah yang akan terjadi? Begitu pula sebuah pernikahan. Ketika salah satunya menyerah, maka pernikahan dapat dikatakan gagal. Itulah sebabnya sebagai pasangan suami istri, kita harus selalu berpikir dan bertindak sebagai satu tim." -Renaldy (41), Pegawai Swasta.

  • "Saya sering kali berbeda pemikiran dengan suami. Contohnya saat suami saya lebih menyukai anak-anak bebas di taman melakukan hal kesukaan mereka, seperti berguling-guling di tanah hingga baju dan muka mereka menjadi kotor semua. Sedangkan saya selalu menginginkan agar mereka bermain lebih teratur, tanpa harus menjadi kotor, karena kesehatan adalah yang terutama. Perbedaan kecil ini seringkali membuat kami berargumen.Padahal kalau dipikir, sebenarnya kami memiliki dua pemikiran yang berbeda namun bertujuan baik hanya saja kami tidak sepaham. Dan masih banyak lagi contoh kecil lainnya. Kami pun menyadari kelemahan tersebut. Solusinya cuma satu, jika memang tidak dapat mengubahnya, kami harus saling menerima pendapat masing-masing. Cara ini telah mengubah kami menjadi lebih kompak sebagai satu tim dalam pernikahan." (Tresya (46), Ibu Rumah Tangga)

  • Advertisement
  • Bagaimanapun besar kecilnya perbedaan antara Anda dan pasangan, sebaiknya Anda berdua selalu mencari jalan tengah untuk mencapai tujuan yang sama. Itulah aturan dalam sebuah pernikahan. Anda berdua harus selalu berpikir dan bertindak sebagai satu tim.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Ezra adalah seorang suami yang bekerja dalam bidang digital marketing di sebuah perusahaan asing. Dia menggemari olahraga, traveling, membaca, menonton film, teknologi dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Ikuti akun Twitternya di .

Sukses menjadi 'tim' dalam pernikahan

Bagaimana jadinya jika dalam pernikahan tidak ada kesamaan visi dan misi? Ini kata mereka.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr