'Reaksi VS Respons' terhadap anak. Yang manakah Anda?

Setiap perilaku dan perkataan orang tua, merupakan aksi yang selalu menimbulkan reaksi pada anak. Apakah Anda orang tua 'responsif', atau 'reaktif'? Ini bedanya.

377 views   |   4 shares
  • "To every action there is always opposed an equal reaction." Kalimat dari Sir Isaac Newton ini selalu saya ingat. Tidak hanya sekedar hukum fisika yang menggambarkan hubungan antara gaya yang bekerja pada suatu benda dan gerak yang disebabkannya, namun kalimat ini juga pas diterapkan dalam kehidupan sosial sehari-hari termasuk pada anak.

  • Kami sangat berhati-hati dalam mendidik anak. Tak jarang kami membandingkan cara didik orang tua kami dulu dengan 'membuang' semua hal yang tidak sesuai dengan masa sekarang. Karena apa yang menjadi perilaku, perkataan, kebiasaan kami, merupakan aksi yang selalu menimbulkan reaksi pada anak kami.

  • Begitu juga sebaliknya, tak jarang aksi anak membuat kami mengeluarkan reaksi dan respon yang beragam, dari senang, sedih, tertawa, kesal karena harus menahan emosi, marah karena terlalu khawatir, takut, dan sebagainya. Tentu Anda juga pernah mengalami hal yang sama seperti kami.

  • Lalu Anda ingin menjadi orang tua yang seperti apa? Orang tua yang hanya reaktif atau yang responsif? Apa bedanya? Bagi kami, reaksi adalah aksi spontan yang dikendalikan perasaan dan emosi sesaat dan dapat berdampak negatif. Contoh, di saat anak menolak semua makanan dan Anda mulai stres dengan situasi ini. Spontan mungkin Anda akan marah, menceramahinya, dan pada akhirnya Anda sangat menyesal karena membuat anak menangis.

  • Sedangkan respon dikendalikan oleh logika, tenang dalam berpikir dan memikirkan dampak yang timbul dalam setiap keputusan serta berdampak positif. Dari situasi di atas, mungkin Anda bisa berhenti memaksanya. Mencari solusi agar ia kembali berselera untuk makan, bisa dengan mengganti menu baru, atau Anda bisa memeriksa kesehatannya, bisa saja ia tidak mau makan karena sedang tumbuh gigi yang menyebabkan gusi terasa nyeri saat mengunyah.

  • Melihat perbedaan di atas, tentu Anda bisa memilih untuk menjadi orang tua yang seperti apa dalam mendidik anak. Menurut psikolog, Rini Hildayani, MPsi, hal penting yang dimiliki orang tua adalah sikap yang peka dan responsif terhadap perasaan dan keinginan anak. Jika Anda tidak memiliki sikap tersebut, anak akan terganggu secara psikologis dan membuatnya stres.

  • Tentu Anda tidak mau keadaan menjadi terbalik, anak stres saat menghadapi Anda. Menjadi orang tua yang responsif memberikan banyak manfaat dan kita jadi mengerti apa yang menjadi kebutuhan anak. Seperti pengalaman yang akan kami sharing kepada Anda dengan melihat dari kata-kata positif berikut ini.

  • Advertisement
  • Saat timbul suatu masalah, orang tua responsif akan terbiasa untuk mengajak anaknya ber-KOMUNIKASI dari hati ke hati dan mereka pun siap menjadi PENDENGAR yang baik bagi anak. Dari sesi curhat ini, orang tua akan melihat setiap FAKTA yang timbul dari suatu permasalahan untuk dipelajari, dengan berpikir secara RASIONAL dan OBJEKTIF untuk mencari solusi.

  • Setelah solusi atau keputusan sudah bulat, anda pun BERANI dan PERCAYA DIRI untuk menerapkannya pada diri anak dan membuat perubahan positif bagi Anda dan dia. Dari sinilah, secara tidak langsung Anda selalu termotivasi untuk menjadi pribadi yang LEBIH BAIK dari waktu ke waktu, begitu juga anak anda.

  • Seperti prinsip 'apa yang ditanam, itu juga yang dituai'. Begitu juga dengan proses mendidik anak. Jika Anda mampu menjadi role model dengan memberikan berbagai hal positif, pasti karakter anak akan terbentuk menjadi pribadi yang positif pula hingga ia besar nanti mampu memberikan banyak manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Jadi, sudah siapkah Anda menjadi orang tua yang responsif?

Baca, hidupkan, bagikan!

Setelah melahirkan Raphael, Celerina memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga dan mengurus buah hatinya tanpa bantuan baby sitter. Disinilah ia kemudian menemukan passion-nya yang baru yaitu memasak khususnya menu MPASI (Makanan Pendamping ASI)

'Reaksi VS Respons' terhadap anak. Yang manakah Anda?

Setiap perilaku dan perkataan orang tua, merupakan aksi yang selalu menimbulkan reaksi pada anak. Apakah Anda orang tua 'responsif', atau 'reaktif'? Ini bedanya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr