6 pertimbangan ketika anak meminta izin menginap

Sebagai orangtua, waspadai hal-hal yang dapat terjadi saat anak mendapat ajakan menginap bersama di rumah temannya.

2,214 views   |   9 shares
  • Adakalanya anak ingin menghabiskan waktu bersama teman-temannya dengan 'menginap' di rumah salah seorang temannya. Sebagai orangtua Anda perlu mewaspadai dan memeriksa beberapa hal guna mengurangi resiko yang terjadi pada putra-putri Anda untuk menghindari terjadi hal-hal yang tidak baik pada jam-jam setelah larut malam. Pertimbangkan saran-saran berikut ini:

  • 1. Perlukah anak menginap di rumah orang?

  • Setiap keluarga mempunyai aturannya masing-masing. Anak boleh bermain bersama temannya dengan kegiatan yang mereka inginkan. Tetapi setelah waktunya beristirahat di malam hari, mereka harus pulang tidur di rumah hingga keesokan harinya dapat kembali bermain bersama.

  • 2. Anda tidak pernah tahu sebaik apa seseorang

  • Bila Anda mengijinkan anak menginap di rumah teman atau saudara, cari tahu seberapa baik Anda mengenal orang-orang tempat anak Anda ingin menginap. Berkenalanlah dengan orang tuanya dan dari sana Anda bisa menilai apakah Anda merasa putra putri Anda bisa nyaman dan aman berada di sana. Haruskah kita benar-benar mengenal satu sama lain secara dekat? Mengapa tidak.

  • 3. Tidak pernah tahu apa yang terjadi saat malam

  • Banyak cerita pengalaman tentang hal-hal yang terjadi saat membiarkan para remaja menginap dalam satu tempat atau sleepover. Adakalanya mengerikan dan juga menyenangkan. Bila anak remaja Anda ingin menginap, sebaiknya terlebih dahulu Anda mengetaui dengan siapa ia bergaul untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

  • 4. Mengapa Anda ingin menempatkan diri dalam posisi yang kurang tepat?

  • Bagaimana jika anak-anak Anda menjadi tuan rumah pada 'acara menginap'? Apakah mengganggu kegiatan rutin Anda di rumah? Apakah ada teman anak Anda bertingkah laku yang kurang baik? Hal-hal ini seringkali terjadi. Bila Anda tetap ingin membiarkan kegiatan tersebut, Anda perlu melindungi anak dan teman-temannya yang lain.

  • 5. Menginap seharusnya dengan keluarga dekat dalam situasi khusus saja

  • Katakan hal ini dengan bijak dan hati-hati, karena banyak orang juga tidak memperkenankan anak-anaknya tidur menginap di rumah kerabat dekatnya. Walaupun ada hubungan keluarga, tidak berarti Anda harus mengijinkan anak Anda jika tidak merasa nyaman dengan lingkungannya. Jelaskan pada kerabat Anda, agar mereka tidak tersinggung dengan pola asuh yang Anda terapkan pada anak-anak.

  • 6. Tetapkan aturan "Acara Menginap" yang siap dipatuhi

  • Ketika anak-anak masih kecil dan undangan mulai berdatangan, kami katakan kepada mereka bahwa ada aturan dalam keluarga ini untuk "tidak menginap" dan dijelaskan alasannya. Anak-anak boleh hadir sampai jam 10 atau 11 malam, kemudian mereka pulang, tidur di tempat tidur mereka sendiri. Meski terkadang anak-anak mendapatkan tekanan dari teman-temannya dan kecewa dengan aturan ini, namun sebagai orang tua kami tidak pernah goyah. Tugas orang tua adalah tidak selalu memberi segala sesuatu yang diinginkan anak-anak, tetapi melindungi dan mengajarkan mereka hal yang lebih baik.

  • Advertisement
  • Artikel ini diterjemahkan dan diadaptasi oleh Steffie Subandriyo dari judul asli "6 reasons you should never let your kids have sleepovers" oleh Gina Holt.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Falsafah hidup saya adalah "Jangan pernah menyerah, karena hidup harus maju terus"

6 pertimbangan ketika anak meminta izin menginap

Sebagai orangtua, waspadai hal-hal yang dapat terjadi saat anak mendapat ajakan menginap bersama di rumah temannya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr