Cara Berbicara dengan Anak agar Mereka Mendengar

Kadang-kadang sangatlah sulit untuk berbicara dengan anak-anak kita dan untuk membuat mereka benar-benar memperhatikan dan mendengarkan hal yang kita katakan.

4,401 views   |   6 shares
  • Kadang-kadang sangatlah sulit untuk berbicara dengan anak-anak kita dan untuk membuat mereka benar-benar memperhatikan dan mendengarkan hal yang kita katakan. Beberapa tips yang sederhana dapat membuat perbedaan yang baik agar anak-anak kita dapat mendengar. Dari bibir Anda hingga ke telinga mereka.

  • Tidaklah cukup dengan hanya mengoceh pada anak-anak kita dari hari ke hari. Mereka perlu mendengar kita. Ini adalah masalah yang sudah biasa dihadapi banyak orang tua, terutama ibu-ibu. Terkadang kita merasa jika kita bisa sering bicara pada anak-anak kita, kita merasa bahwa beberapa omongan kita dapat masuk ke kepala mereka. Baru-baru ini, anak saya berpaling kepada saya dan berkata, "Apakah bibir mama tak pernah berhenti bergerak?" Saya segera menghentikan ocehan saya dan tertawa terbahak-bahak. Saya berkata, "Yah, bibir mama tidak akan pernah berhenti bergerak, jadi kamu harus terbiasa." Kejadian itu adalah pelajaran berharga yang telah saya pelajari dan saya perlu mempelajarinya kembali miliaran kali.

  • 1. Saat bicara adalah unsur penting – pilihlah komunikasi yang resmi vs komunikasi yang tidak resmi

  • Kami mempunyai waktu yang resmi dan juga waktu yang tidak resmi dalam berbicara dengan anak-anak kami. Komunikasi ini bergantung pada anak itu sendiri dan usia mereka. Berkomunikasi secara resmi dengan percakapan yang panjangnya lebih dari 2-3 menit dengan anak umur 3 tahun terlihat konyol. Tapi kami berbicara dengannya secara efektif sambil duduk di kursi goyang, sambil membaca buku, dan saat kami di mobil.

  • Beberapa anak menyukai percakapan yang serius dengan ayah mereka. Beberapa anak tidak menyukai percakapan seperti itu dan mereka menutup mulutnya rapat-rapat. Jangan merasa tidak enak jika cara yang Anda gunakan tidak berhasil. Kuncinya adalah untuk berkomunikasi. Komunikasi ini bisa dilakukan saat kalian bermain ski di lereng gunung, saat memasak di dapur, atau di mana pun kalian berada.

  • 2. Mencari tahu "Waktu Bicara" mereka

  • Anda tahu apa yang saya maksud. Beberapa anak sering terlihat bahagia di pagi hari– mereka tampak kooperatif, bahagia, dan bersedia untuk mendengarkan. Beberapa anak lainnya tidak terlihat bahagia di pagi hari, tapi mereka biasanya mulai telihat bahagia di sore hari. Jika Anda perlu mendiskusikan sesuatu yang penting atau ingin melakukan aktivitas untuk mempererat hubungan keluarga, pilihlah waktu di mana mereka terlihat bahagia sehingga mereka dapat mengerti apa yang Anda katakan.

  • Kadang-kadang hal ini bertentangan dengan waktu produktif saya. Saya adalah orang yang sangat produktif di pagi hari. Suami saya orang yang produktif di malam hari, seperti burung hantu. Jika ada sesuatu hal yang perlu didiskusikan dengan anak kami yang juga lebih produktif di malam hari, biasanya saya meminta suami saya untuk menangani masalah ini karena perhatian dia lebih tajam pada saat seperti itu. Sebaliknya, jika saya mencoba menangani masalah ini, saya akan cepat kehilangan kesabaran, marah, dan kelelahan. Mengapa kita harus menentang bawaan kita? Di pagi hari, saat saya ingin berbicara dengan anak saya yang lebih produktif di malam hari, saya harus menahan diri dan berpikir, "Percakapan ini tidak akan ada juntrungan, saya harus menunggu sampai malam hari." Anda ingin sukses, kan? Waktu adalah segalanya.

  • Advertisement
  • Saat anak Anda baru pulang sekolah adalah waktu yang sangat buruk untuk mendiskusikan hal-hal yang penting. Saat baru pulang sekolah anak-anak biasanya lelah dan lapar. Berikan mereka waktu untuk menghela napas, makan, dan bersantai sebelum Anda mendiskusikan hal-hal yang penting dengannya.

  • 3. Jangan membuka botol soda yang baru dikocok

  • Jika Anda mengocok sebuah botol soda dan kemudian mengambil satu botol lagi dan kemudian menaruh kedua botol tersebut dengan hati-hati, botol mana yang ingin Anda buka? Jelas, Anda akan membuka botol soda yang tidak dikocok terlebih dahulu, kecuali jika Anda benar-benar ingin mandi soda.

  • Banyak orang tua membuat kesalahan dengan mencoba untuk berbicara dengan anak-anak mereka saat mereka sedang kesal. Jika emosi meningkat, hentikan percakapan Anda. Baik Anda ataupun anak Anda yang sedang memanas, hentikan percakapan dan katakan, "Saat ini kita benar-benar sedang marah. Mari kita tunggu dan mendiskusikan hal ini lagi nanti." Dalam hal ini, Anda tidak sedang plin-plan. Sebaliknya, Anda sedang mengontrol situasi. Kita semua tahu bahwa hal-hal penting sebaiknya dibicarakan dengan kepala dingin. Bertindaklah sedewasa mungkin, kontrol situasi, dan pilih waktu yang terbaik untuk membicarakan tentang hal itu.

  • 4. Fleksibel dengan perubahan usia

  • Saya selalu mendengar "Dulu dia selalu bicara dengan saya. Sekarang dia tidak mau bicara sama sekali." Dia bicara pada teman-temannya, tapi dia tidak mau bicara pada saya."

  • Jangan terlalu khawatir. Anak yang cerewet waktu dia umur tujuh tahun bisa menjadi bisu di umur 14 tahun. Berbicara dengan anak-anak dapat berubah dengan berjalannya waktu. Kita harus fleksibel seiring dengan keinginan mereka untuk berbicara berubah. Yakinlah jika Anda memiliki hubungan yang baik dengan anak Anda sebelum dia menginjak usia 14 tahun, dan Anda terus berusaha dengan hati-hati untuk berbicara dengannya, biasanya dia akan berbicara lagi saat dia menginjak usia sekitar 17 atau 18 tahun. Mengeluh "Kamu tidak mau bicara lagi!” bukan hal terbaik yang Anda lakukan. Jika mereka memiliki sebuah topik yang sedang hangat, ajukan pertanyaan dan biarkan mereka bicara. Salah satu putra saya suka sekali dengan sepeda motor. Kebetulan saya mulai mengemudi sepeda motor pada usia 40 tahun. Jadi kami ngobrol banyak tentang sepeda motor. Anak saya yang satu lagi suka sekali dengan mobil. Anak saya yang satunya lagi senang komputer. Sebenarnya, kebanyakan mereka selalu berbicara tentang hal-hal kesukaan mereka dan saya hanya berkomentar seperti, "Motor yang keren!" (saat ngobrol tentang sepeda motor) atau "Saya tidak mengerti" dan mereka akan menjelaskan.

  • Advertisement
  • Jika Anda dapat memelihara percakapan seperti itu dan menghindari godaan untuk berbicara tentang hal-hal yang ingin Anda bicarakan dengan mereka, Peluang Anda untuk memiliki hubungan keluarga yang erat sangatlah bagus. Hal yang sama berlaku untuk anak-anak yang agak kecil. Biarkan mereka bicara tentang teman-teman mereka, guru mereka, atau mainan mereka. Bercakaplah dengan mereka tanpa memberi isyarat untuk memperbaiki mereka. Tahan diri. Dan silakan bercakap-cakap dengan anak-anak Anda yang kecil, ada baiknya untuk memulai sejak dini.

  • 5. Bicara dengan singkat

  • Semakin penting topik yang kita bicarakan, semakin singkat komentar yang kita keluarkan. Sulit bagi anak-anak untuk berkonsentrasi tentang apa yang kita bicarakan jika kita berbicara panjang lebar dan bertele-tele. Baik anak yang masih kecil ataupun anak yang sudah agak dewasa, mereka akan berlaku “bisu” saat mereka mendengar ibu atau ayahnya mulai berbicara panjang lebar (semua anak terlahir dengan sifat ini). Mata mereka memandang kosong dan otak mereka ada di tempat lain, kita semua tahu kebiasaan ini.

  • Adalah lebih baik untuk memberi komentar singkat dan kemudian berjalan pergi. Saat saya melakukan hal, anak-anak saya langsung panik. Begitu saya datang ke arah mereka, saya yakin mereka akan langsung menekan tombol “bisu” mereka karena mereka sudah biasa begitu. Jadi saya hanya berkomentar singkat dengan mengatakan "Nak, apa pun yang kamu lakukan, jangan pernah menggunakan narkoba." Lalu saya pergi berlalu begitu saja. Mereka biasanya terkejut dan berkata "Apaaaa? Apa yang mama bilang?" Mereka mengejar saya, "Mama tadi bilang apa?" Saya berpaling dan mengulangi apa yang saya katakan dan kemudian berjalan pergi lagi.

  • Komentar-komentar seperti itu akan selalu melekat di kepala mereka. Sering kali, kita menertawakan mereka saat hal ini terjadi. Saat kita melihat iklan di TV, mereka berkata, "Iya Ma, kita tahu. Jangan menggunakan narkoba." Dan mereka pun tertawa. Tetapi mereka akan selalu ingat hal yang saya katakan.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Bobby Dapalangga dari artikel asli “Is anybody in there? How to talk to kids and have them hear you” karya Merilee Boyack.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Merrilee Boyack is a mom of four sons, grandma to two and an attorney, author, and professional speaker. Email at: maboyack@gmail.com. Website: MerrileeBoyack.com

Cara Berbicara dengan Anak agar Mereka Mendengar

Kadang-kadang sangatlah sulit untuk berbicara dengan anak-anak kita dan untuk membuat mereka benar-benar memperhatikan dan mendengarkan hal yang kita katakan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr