Duh, anak sulungku belum kunjung menikah. Apa yang harus saya lakukan?

Tentu saja Anda 'gatal' ingin segera menjodohkan. Namun, apakah tepat?

438 views   |   22 shares
  • Tentu saja Anda gelisah. Anak sulung yang sudah mapan dan berusia cukup namun belum juga menemukan tambatan hati. Apa yang salah? Anda 'gatal' ingin menolongnya menemukan pasangan yang tepat? Jangan terburu-buru hingga justru membuat si anak merasa didesak. Berikut langkah-langkah yang patut Anda lakukan.

  • 1. Teliti apa motif Anda sendiri

  • Sebelum Anda melakukan tindakan apa pun, pertama-tama kenali motif Anda melakukan hal ini. "'Mengapa saya ingin menolong anak saya menemukan jodohnya?" Bila jawaban Anda adalah ingin segera menimang cucu atau agar tidak digunjingkan orang lain, maka alasan-alasan tersebut terdengar sangat egois.

  • 2. Jangan tanyakan dukungan apa yang dapat Anda berikan padanya

  • Cari tau dengan mengamati ia ingin Anda lakukan dalam mencampuri urusan pribadinya seperti pencarian jodohnya. Mungkin ternyata ia tidak membutuhkan bantuan Anda lebih dari dukungan dan pelukan? Kata-kata semangat yang membuatnya lebih percaya diri atau hal lainnya. Bersiaplah untuk diam saat nasihat Anda tidak diperlukan.

  • 3. Cukup mendengarkan

  • Sebagai orangtua yang sudah berpengalaman, seringkali Anda merasa punya semua jawaban dan nasihat terbaik bagi anak-anak sehingga sewaktu mereka ingin berbicara Anda justru tidak 'mendengarkan'. Tentu saja sikap ini salah. Sebagai pendengar yang baik, Anda harus bisa memliki kapan waktu mendengarkan dan kapan waktu memberikan pendapat Anda.

  • 4. Hubungan yang sehat

  • Idealnya, Anda sebagai orang tua yang menjadi panutan 'hubungan ideal' bagi anak-anak Anda. Bila hal ini tidak terjadi, bersikaplah jujur dan bagikan pelajaran yang Anda petik dari pengalaman tersebut. Suka atau tidak, bagaimana Anda menangani hubungan baik itu positif atau negatif - akan menjadi tolak ukur utama mereka.

  • 5. Percayakan pada mereka

  • Percayalah Anak Anda mampu memilih yang terbaik untuk hidupnya ke depan. Toh Anda sudah memberikan mereka dengan bekal yang terbaik dalam menjalani kehidupan kan? Belum menikah, bukan berarti tidak berusaha. Namun sesuatu tentu tidak harus dilakukan dengan buru-buru.

  • 6. Hindari komentar negatif

  • Ada kalanya Anda diminta memberikan masukkan terhadap kenalan barunya. Berhati-hatilah mengemukakan pendapat, pilih bahasan yang positif ketimbang mengungkapkan hal-hal negatif yang mungkin akan dapat mengganggu hubungan anak dan orang tua.

  • 7. Menikmati hidup

  • Ada baiknya menyarankan anak agar tidak menghabiskan waktunya hanya untuk mencari jodoh. Beri mereka kesempatan untuk menikmati hidup, bergaul sebanyak-banyaknya dan mungkin akan menemuhkan jodohnya di luar sana.

  • Advertisement
  • 8. Jembatani perkenalan, bukan menjodohkan

  • Bila Anda menemukan seseorang yang 'potensial' untuk anak Anda, mengatur sebuah pertemuan makan malam boleh-boleh saja. Setelah itu, biarkan mereka memutuskan seperti apa kelanjutannya. Jangan mendorong-dorong yang menjurus ke perjodohan. Hal ini membatasi hak pilihan mereka.

  • 9. Jangan menyalahkan diri sendiri

  • Bila semua usaha belum memberikan hasil, jangan menyalahkan siapa-siapa. Jangan pula beranggapan keadaan ini adalah kutukan. Setelah semua yang terbaik dilakukan apa pun hasilnya harus diterima dengan lapang dada. Toh mungkin anak Anda lebih santai menghadapinya ketimbang Anda.

  • 10. Pasrah

  • Taukah Anda, walau terdengar seperti 'menyerah', berpasrah seringkali justru malah membuahkan hasil yang tidak terduga-duga loh! Ajarkan anak untuk berpasrah dan berdoa, jodoh akan selalu datang di waktu yang tepat. Indah pada waktunya.

  • Ingatlah bahwa pernikahan adalah hubungan yang paling sakral antara pria dan wanita. Tidak patut seorangpun harus dipaksakan untuk menjalaninya, karena tujuan utamanya adalah kebahagiaan lahir dan batin untuk anak Anda dan pasangannya kelak.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Falsafah hidup saya adalah "Jangan pernah menyerah, karena hidup harus maju terus"

Duh, anak sulungku belum kunjung menikah. Apa yang harus saya lakukan?

Tentu saja Anda 'gatal' ingin segera menjodohkan. Namun, apakah tepat?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr