Sejauh apa Anda menerima pasangan apa adanya?

Anda menerima pasangan apa adanya? Jangan jawab sebelum membaca artikel berikut.

1,669 views   |   19 shares
  • Semua orang menginginkan segala sesuatu yang sempurna, termasuk dalam hal memiliki pasangan. Padahal tidak ada orang -bahkan Anda dan saya- yang sempurna di dunia ini. Kesempurnaan, hanya ada dalam film dan novel saja.

  • Menginginkan sesuatu yang ideal seperti keinginan Anda, terkadang dapat membutakan. Tanpa disadari kita menuntut atau bahkan memaksakan kehendak agar pasangan berubah menjadi pribadi 'sempurna' seperti yang kita inginkan. Dari hal sederhana seperti, "Masakannya kurang enak nih, tidak seperti buatan mamaku,". Anda berusaha membentuk pasangan menjadi orang lain yang bukan dirinya, hanya karena standar ideal kalian yang berbeda. Tentu banyak hal lainnya yang membuat Anda berpikir, 'kok dia tidak begitu ya?', padahal saat menikahinya Anda sudah mempertimbangkan baik buruknya.

  • Jadi, sudah yakin telah menerima pasangan Anda apa adanya?

  • Menerima kekurangannya

  • Sifat yang dimiliki pasangan sudah terbentuk dari pola kebiasaannya yang lama sebelum bertemu dengan Anda. Jadi sudah tentu tidak mudah membalik kebiasaan tersebut semudah membalik telapak tangan. Beberapa malah tidak bisa diubah sama sekali.

  • Saat bersedia untuk menikah dengannya, tentu Anda sudah mengetahui kebiasaannya baik maupun buruk. Dalam janji pernikahan pun, Anda berjanji untuk menikahinya dalam suka dan duka, baik maupun buruk keadaannya. Tentu saja hal ini termasuk kebiasaan-kebiasaannya yang tidak sesuai dengan ekspektasi Anda setelah menikah nanti. Seperti halnya yang disebutkan Bayu, pengusaha berusia 28 tahun mengenai kebiasaan buruk pasangannya, "Hal-hal aneh, yang pasangan saya lakukan (akhirnya) sudah menjadi kebiasaan di mata saya. Meskipun orang lain menganggapnya jorok, bagi saya itu bukanlah apa-apa." Bayu, 28 Tahun, Pengusaha, Jakarta.

  • Tidak memiliki perilaku buruk

  • Selama kebiasaan tersebut tidak merugikan bagi Anda dan orang di sekitar, dan masih bisa ditoleransi dalam batas kewajaran, kenapa harus dipermasalahkan? "Sejauh pasangan saya tidak menyakiti saya secara fisik, maka saya akan menerima dia apa adanya." Tutur Siti, 44 Tahun, seorang ibu rumah tangga dari Makasar. Pendapatnya pun di iyakan oleh Dian, seorang pegawai 33 tahun yang beranggapan bahwa batas toleransinya adalah selama ia tidak berkelakuan buruk seperti memakai narkoba, pemabuk, penjudi, preman, pencuri dan hal-hal lain yang melanggar hukum.

  • Tidak selingkuh

  • Tentu berbeda ceritanya, jika kebiasaan yang dilakukannya merugikan Anda lahir batin seperti contohnya pengkhianatan dalam pernikahan seperti perselingkuhan. Begitu yang disebutkan Deri, pegawai berusia 29 tahun mengenai pernikahannya. "Fatal bagi saya ketika pasangan selingkuh. Hal itu tidak dapat ditolerir. Meskipun saya telah menerima segala kekurangannya, tetapi berkhianat dan menduakan tidak akan bisa saya terima lagi." Herni (32 tahun) seorang ibu rumah tangga, juga berpendapat yang sama. Siapa sih yang tidak?

  • Advertisement
  • Jangan ubah dia menjadi orang lain

  • Seperti yang disebutkan di atas, sulit mengubah kebiasaan yang sudah bertahun-tahun dilakukan oleh pasangan. Ini bahkan mungkin jadi bagian dari dirinya yang Anda cintai. "Ketika kita dapat menerima pasangan apa adanya, tentu kita tidak akan menuntut mereka macam-macam." Ujar Prima Uli, 38 tahun. Tentu saja sulit meminta pasangan memasak untuk Anda setiap hari, saat ia terlahir dan besar tidak mengenal istilah 'dapur'. Mungkin Anda akan berseru, "Belajar dong!," tapi tahukah saat meminta hal tersebut, Anda meminta terlalu banyak darinya. Meminta sesuatu yang bukan dirinya yang Anda cintai.

  • "Menerima pasangan apa adanya, artinya kita dapat menerima segala hal tentang dirinya, baik dari kelebihannya maupun kekurangannya. Satu paket yang harus kita terima apa adanya." Tutur Kiky, seorang karyawan 29 tahun dari Balikpapan.

  • Dapat kita simpulkan, selama masih dalam batas kewajaran maka kebiasaannya tersebut adalah sesuatu yang sebenarnya kita cintai dari pasangan kita. Jika menganggap kebiasaan-kebiasaannya adalah masalah yang sangat serius dan sulit Anda toleransi, kenapa tidak dibicarakan untuk mencari jalan yang terbaik untuk Anda dan dia. Saat mencintai Anda, tentu ia akan berusaha melakukan yang terbaik untuk Anda pula.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Ezra adalah seorang suami yang bekerja dalam bidang digital marketing di sebuah perusahaan asing. Dia menggemari olahraga, traveling, membaca, menonton film, teknologi dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Ikuti akun Twitternya di .

Sejauh apa Anda menerima pasangan apa adanya?

Anda menerima pasangan apa adanya? Jangan jawab sebelum membaca artikel berikut.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr