Stimulasi kecerdasan anak dengan sering mengajaknya ke tengah keramaian

Orang tua seringkali malas mengajak balita ikut dalam acara yang ramai karena malas menghadapi kerewelan. Padahal penting untuk stimulasi kecerdasannya loh.

332 views   |   1 shares
  • Sering berpikir dua kali saat harus mengajak balita berkumpul bersama keluarga dan teman? Bagaimana jika ia rewel? Bagaimana jika ia tidak mau main bersama temannya? Bagaimana jika ia minta pulang?

  • Saat itu terjadi, acara yang tadinya menyenangkan berubah menjadi bencana karena Bunda kerepotan mengurus si kecil dan kehilangan waktu kebersamaan dengan keluarga dan teman. Opsi mengajak si kecil pergi pun makin membuat bimbang.

  • Buang jauh kekhawatiran Anda. Karena perkembangan anak pada usia batita berada dalam tahap belajar bersosialisasi. Dimulai dari lingkungan sosial terkecil yang dekat dengan si kecil seperti keluarga atau tetangga hingga lingkungan sosial yang besar seperti acara buka bersama, arisan keluarga atau pernikahan. Jadi, tidak ada salahnya mengajak si kecil berkumpul dalam acara yang besar.

  • Tentu tidak menutup kemungkinan si kecil akan rewel saat berada di lingkungan baru. Setiap anak memiliki sifat dan kesiapan yang berbeda-beda saat bertemu orang baru, Andalah sebagai orang tua yang paling mengerti mengenai hal tersebut.

  • Jika ia belum memiliki pengalaman bersosialisasi sebelumnya, tentu dibutuhkan pendekatan secara bertahap. Saat bersosialisasi, batita akan mulai mengenal lingkungan disekitarnya dan belajar untuk memahami emosinya atau orang lain serta belajar berbagi dan bermain bersama. Kegiatan ini dapat menjadi langkah awal yang tepat untuk menyiapkan dirinya saat menghadiri acara yang lebih besar lagi.

  • PERSIAPKAN KEBUTUHAN BATITA

  • Terkadang batita menjadi bad mood saat mengantuk, lapar dan sakit. Walaupun terdengar sepele, namun tidak bagi mereka. Hindari menentukan acara pada jam tidurnya. Jika terpaksa, pilihlah lokasi yang nyaman atau memiliki ruang beristirahat untuk anak. Anda bisa minta izin meminjam kamar untuk si kecil tidur siang atau bawalah strolleragar ia dapat tidur nyenyak.

  • Bawa serta makanan, minuman dan camilan favoritnya agar jam makannya tidak sampai tertunda. Jangan memaksa anak untuk ikut pergi saat kondisi tubuhnya sedang tidak fitdan tidak semangat untuk diajak main bersama.

  • Urusan pakaian dan mainan juga tidak kalah pentingnya. Jika acara outdoor, pertimbangkan untuk mengenakannya pakaian yang nyaman dan menyerap keringat, jangan lupa untuk membawa beberapa baju ganti.

  • Sebaliknya jika acara indoor, pertimbangkan suhu ruangan saat itu. AC ruangan bias membuat dingin, namun akan terasa pengap saat banyak orang masuk ke ruangan tersebut. Sesekali ajaklah ia keluar untuk menghirup udara segar. Bawa beberapa mainan favoritnya seperti boneka, bola, mobil-mobilan atau buku gambar dan crayonuntuk mengusir rasa bosan.

  • Advertisement
  • CERITAKAN KONDISI ACARA

  • Mungkin batita belum mengerti tentang kondisi suatu acara, namun beberapa hari sebelum pergi Anda bisa menceritakan tentang kegiatan yang akan kalian lakukan, siapa yang akan ia temui dan hal-hal yang dapat membuatnya tertarik dan punya gambaran. Terlalu terburu-buru memaksakannya ikut dan menikmati acara dapat membuat ia gelisah dan rewel sepanjang acara.

  • Perhatikan pula tingkat kesakralan suatu acara seperti acara pernikahan yang bersifat formal. Anda dapat minta tolong mengajak satu orang untuk membantu menjaga batita anda saat ia tidak betah di dalam dan ingin bermain di luar, sehingga Anda tidak ketinggalan untuk mengikuti acara tersebut.

  • SAAT REWEL

  • Bila situasi tidak terkendali, batita rewel dan menangis histeris, Anda harus tetap tenang dan tidak terpancing emosi hingga memarahi si kecil yang akan membuatnya tetap menangis. Beri pelukan dan ciuman hangat, ajaklah ia untuk menjauh dari keramaian. Alihkan tangisannya dengan bernyanyi atau melakukan kegiatan favoritnya seperti melihat buku.

  • Semakin Anda tenang, ia pun juga akan ikut tenang dan situasi pun akan ikut terkendali. Semakin sering membawanya ke suatu acara, ia akan terbiasa dan yang terpenting otaknya pun akan terstimulasi sehingga dapat meningkatkan kecerdasan kognitif sosialnya.

Bantu kami menyebarkan

Setelah melahirkan Raphael, Celerina memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga dan mengurus buah hatinya tanpa bantuan baby sitter. Disinilah ia kemudian menemukan passion-nya yang baru yaitu memasak khususnya menu MPASI (Makanan Pendamping ASI)

Stimulasi kecerdasan anak dengan sering mengajaknya ke tengah keramaian

Orang tua seringkali malas mengajak balita ikut dalam acara yang ramai karena malas menghadapi kerewelan. Padahal penting untuk stimulasi kecerdasannya loh.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr