Mengajarkan anak meminta maaf dengan tulus. Ini caranya

Tetapi pertengkaran yang dilakukan anak kecil didasari bukan karena benci, sakit hati ataupun dendam. Mereka tidak paham dengan 3 istilah tersebut. Yang mereka tahu ketika pertengkaran itu terjadi adalah kepemilikan yang diperebutkan.

1,401 views   |   12 shares
  • Masa kanak-kanak adalah fase yang memiliki kenangan indah bagi banyak orang. Bebas bermain, bersenda gurau tanpa beban, polos, ada tangis-tangis manja, ada rengekan-rengekan menjengkelkan, ada juga pertengkaran.

  • Namun pertengkarang sesama anak kecil, dilakukan bukan atas dasar benci, sakit hati maupun dendam. Mereka tidak pahan dengan istilah tersebut. Yang mereka ketahui adalah, saat terjadi perebutan kepemilikan maka pertengkaran adalah salah satu solusinya. Hal ini terjadi karena masing-masing anak masih memiliki naluri egosentris, di mana segala sesuatu masih berpusat pada "aku" atau diri mereka sendiri. Biasanya hal ini terjadi karena ada perebutan sesuatu yang disukai seperti mainan, tidak sabar menunggu giliran, kejahilan dan lain sebagainya.

  • Tetapi ketika pertengkaran itu terjadi, orang tua wajib menjadi penengah yang bijak untuk melerai dan memberi pengertian kepada kedua pihak yang bertengkar agar terjadi kesepakatan bersama. Salah satunya adalah dengan saling meminta maaf, siapapun yang memulai pertengkaran dan memaafkan bagi pihak yang merasa dirugikan.

  • Bagaimana jika anak Anda seringkali jadi pemicu pertengkaran? Ajarkan mereka hal-hal berikut ini agar dapat memahami pentingnya meminta maaf dengan tulus:

  • Mengetahui tujuannya meminta maaf

  • Beri pengertian kepada anak tujuan ia harus meminta maaf. Buat ia menyadari kesalahan yang telah dilakukannya, bagaimana perasaan temannya yang dirugikan. Jelaskan bahwa apa yang dia lakukan adalah hal yang tidak disenangi oleh kawannya dan bagaimana iapun tidak akan menyukainya jika mengalami hal tersebut.

  • Memberi pengertian tentang perilakunya yang keliru

  • Kebanyakan orang tua hanya meminta anak untuk meminta maaf, tanpa menjelaskan kesalahan yang telah dilakukan si anak dan alasan kenapa ia harus meminta maaf. Sehingga tidak jarang anak dapat kembali mengulangi perilaku tersebut di kemudian hari. Karenanya penting bagi orang tua memberikan pemahaman yang tepat pada anak jika mereka telah melakukan kekeliruan dan merugikan bagi orang lain.

  • Membuat komitmen bersama

  • Buat komitmen dengan anak mengenai hal tersebut. Buat perjanjian dengan menjelaskan konsekuensi yang akan dialami jika mengulangi perbuatan tersebut. Sehingga mereka akan berpikir dua kali untuk mengulanginya dan mengetahui konsekuensi perbuatannya.

  • Saatnya meminta maaf

  • Kemudian, saatnya anak belajar untuk mengucapkan maaf secara tulus kepada orang lain yang telah dirugikannya. Tanamkan rasa penyesalan dari perbuatannya, dan ajak dia dengan berani mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Jangan memaksanya, namun tunjukkan dengan sikap lapang dan berani. Beri teladan dengan meminta maaf jika Anda melakukan sesuatu kesalahan padanya.

  • Advertisement
Baca, hidupkan, bagikan!

Profil Penulis Irni, lulusan Sarjana Psikologi UBAYA. Saat ini menetap di Jepang mendampingi suami bersama dua buah hatinya. Aktif menulis di berbagai media dan buku Pengembangan Diri. Baginya menulis adalah media berbagi pada sesama.

Situs: http://www.irniis.com

Mengajarkan anak meminta maaf dengan tulus. Ini caranya

Tetapi pertengkaran yang dilakukan anak kecil didasari bukan karena benci, sakit hati ataupun dendam. Mereka tidak paham dengan 3 istilah tersebut. Yang mereka tahu ketika pertengkaran itu terjadi adalah kepemilikan yang diperebutkan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr