Duh, RS tempat anak saya imunisasi ternyata terlibat vaksin palsu. Apa yang harus saya lakukan?

Berikut yang harus anda lakukan saat mengetahui rumah sakit atau klinik anak anda terlibat peredaran vaksin palsu.

228 views   |   1 shares
  • Menjelang pertengahan tahun 2016, saya nyaris putus asa karena kelangkaan vaksin. Saat itu anak saya dijadwalkan untuk menerima vaksin kombinasi, Pediacel (DPT (Diphteri Tetanus Pertusis), Poliodan HiB), namun rumah sakit kehabisan stok vaksin tersebut. Ternyata beberapa teman juga mengalami dampak kelangkaan vaksin seperti Varicella (cacar air), MMR (Mumps Measles Rubella), DTP Infanrix, DTP Acelluar dan Typhoid.

  • Belum habis masalah kelangkaan vaksin, pada akhir juni lalu Polisi menangkap pasangan suami istri asal Bekas yang memproduksi dan mengedar vaksin palsu sejak tahun 2003 dan menemukan 36 dus vaksin palsu, 1 dus beisi 800 vaksin di rumah mereka.

  • Sejak saat itu hingga pertengahan juli 2016, Polri mencatat sedikitnya 197 bayi teridentifikasi vaksi palsu di 37 fasilitas kesehatan dan 14 rumah sakit di Jabodetabek. Lalu bagaimana dengan anak saya? Apakah ia juga menjadi korban vaksin palsu? Apakah saya juga harus menunda jadwal vaksin berikutnya, untuk memastikan vaksin tersebut adalah asli?

  • DAMPAK VAKSIN PALSU

  • Menurut Dirga Sakti Rambe, dokter spesialis Vaksinologi lulusan Universitas Siena, di Italia, merujuk dari kasus tersebut, beberapa dampak vaksin palsu:

    • Vaksin palsu merupakan campuran vaksin asli dengan cairan infus, sehingga tidak berdampak fatal terhadap tubuh dalam jangka panjang. Namun dalam pencampurannya bisa saja terjadi kontaminasi bakteri, virus atau kuman. Infeksi tersebut bisa terjadi bekas suntikan dan berisiko meluas ke seluruh tubuh tergantung jenis infeksi.

    • Anak tidak memiliki proteksi terhadap virus tertentu. Sebagai contoh, bayi yang mendapat vaskin BCG palsu, maka ia rentan terhadap kuman TBC.

  • CIRI-CIRI VAKSIN PALSU

  • Tentu sulit membedakan antara vaksin asli dan palsu. Botol vaksin palsu yang digunakan adalah botol bekas vaksin asli. Namun jangan sampai kondisi ini membuat Anda menunda jadwal imunisasi anak, justru sebaliknya harus lebih teliti melihat vaksin asli dengan beberapa langkah berikut:

    • Kritislah dalam bertanya kepada dokter. Pastikan vaksin tersebut asli dan berasal dari produsen atau badan resmi.

    • Periksa kemasan botol vaksin tersebut, masih tersegel dan tidak robek. Lalu lihatlah kulitas cetakan, hurufnya harus terlihat jelas.

    • Cocokan tanggal kadaluarsa dan LOT number(kode vaksin) antara kemasan dan botol.

    • Untuk vaksin import, pastikan ada 2 stiker yang tertempel pada botol tersebut, stiker bawah biasanya berisi dosis dan produsen asal, stiker atas berisi dosis, perusahaan Indonesia yang mengimport vaksin tersebut dan harga vaksin.

    • Jangan lupa untuk meminta stiker tersebut dan tempelkan pada buku jadwal imunisasi anak.

    • Cairan vaksin sangat bening atau sangat keruh, karena vaksin asli biasanya berwujud agak keruh.

    • Harga lebih murah dari harga vaksin asli.

    • Tidak ada lingkaran merah pada kemasan dan botol.

    • Tidak ada NIE (Nomor Ijin Edar) dari Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM).

    • Waspadalah jika:

  • Advertisement
  • KORBAN VAKSIN PALSU

  • Bila rumah sakit atau tempat mengimunisasi anak Anda terbukti mengunakan vaksin palsu atau dalam 2 minggu setelah vaksin, anak anda mengalami demam tinggi, laju nadi, pernapasan dan leukosit meningkat, anak tidak mau makan atau minum, hingga hilang kesadaran. Bisa saja anak Anda telah menjadi korban vaksin palsu.

  • Kementrian Kesehatan RI akan melakukan vaksin ulang terhadap anak yang terindikasi menerima vaksin palsu. Pengulangan vaksin tersebut dilakukan secara bertahap dimulai dari salah satu Puskemas di Ciracas, Jakarta Timur dan meliputi vaksin Pentavalen (DPT (Difteri Pertusis dan Anti Tetanus), HB (Hepatitis B) dan HiB (Haemophilus Influenza type B) dan Oral Polio Vaccine (OPV) untuk Polio.

  • Daftarkan segera anak Anda ke tempat yang telah ditentukan oleh Kementrian Kesehatan RI. Setelah verifikasi data dan pemeriksaan kesehatan, Anda akan dihubungi untuk mengulang imunisasi dasar anak dari Pemerintah tersebut.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Setelah melahirkan Raphael, Celerina memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga dan mengurus buah hatinya tanpa bantuan baby sitter. Disinilah ia kemudian menemukan passion-nya yang baru yaitu memasak khususnya menu MPASI (Makanan Pendamping ASI)

Duh, RS tempat anak saya imunisasi ternyata terlibat vaksin palsu. Apa yang harus saya lakukan?

Berikut yang harus anda lakukan saat mengetahui rumah sakit atau klinik anak anda terlibat peredaran vaksin palsu.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr