Rasanya malas sekali berkunjung ke rumah mertua. Apa yang harus saya lakukan?

Bukan apa-apa, Anda tidak membenci mertua Anda, Anda menghormati mereka, tetapi saran dan nasihat mereka yang berjibun itu, aduh! Rasanya kepala mau pecah.

3,061 views   |   10 shares
  • "Bang, Lebaran ini kita mudik ke rumah ibu ya, kan tahun kemarin kita ke rumah orangtua Abang?" Bujuk istri Anda dengan suara manjanya yang menunjukkan bahwa ini bukan pertanyaan atau pilihan. Langsung kepala Anda nyut-nyutan membayangkan ibu mertua Anda yang nyinyir itu. Mau menolak bagaimana, bisa istri ngambek berbulan-bulan padahal Lebaran sudah dekat. Tapi kalau diikuti (dan harus diikuti) Andalah yang menjadi korban. Anda merasa seperti kambing yang diikat dan digiring ke pejagalan untuk dijadikan kurban.

  • Bukan apa-apa, Anda tidak membenci mertua Anda, Anda menghormati mereka, tetapi saran dan nasihat mereka yang berjibun itu, aduh! Rasanya kepala mau pecah. "Anak tidak boleh dimandikan malam-malam." "Memberi makan anak harus sebelum magrib." "Memberi nafkah istri tidak boleh terlambat." "Jangan duduk di luar rumah sesudah magrib" "Bangun sebelum fajar menyingsing supaya rejeki datang." Dan...seribu satu macam lagi. Anda ingin berteriak "Okay, okay, Bu, saya tahu itu, kan jenggot saya sudah panjang. Saya bukan anak-anak lagi!" Tapi Anda menahan diri (dan membunuh emosi) demi hubungan baik dengan istri. Apa yang harus Anda lakukan supaya betah di rumah mertua selama 3 hari?

  • Kesadaran siapa mertua Anda

  • Mereka adalah orangtua orang yang Anda cintai sepenuh hati. Demi orang itu Anda mau berkorban apa saja, apa artinya melewatkan 3 hari di "neraka" demi membahagiakan orang itu? Mereka yang membesarkan pasangan Anda sehingga menjadi orang yang patut Anda cintai. Mereka sudah berkorban banyak dalam mengasuh istri Anda sejak bayi. Anda sepatutnya berterima kasih untuk semua itu.

  • Respek

  • Seperti Anda mengharapkan istri Anda respek terhadap orangtua Anda, begitu pula istri Anda berharap Anda respek terhadap orangtuanya. Timbal balik ini sudah sepantasnya demi keharmonisan rumah tangga Anda. Memang orangtua Anda tidak nyinyir dan membiarkan anak-anaknya mengatur kehidupan mereka sendiri. Tetapi tidak semua orang sama, bukan?

  • Memahami mertua Anda

  • Dengan memahami orang lain Anda akan bersimpati terhadap mereka. Cobalah memahami mengapa ibu istri Anda begitu nyinyir. Satu, mungkin faktor usia. Dua, mungkin pendidikannya berpengaruh dalam hal ini. Tiga, sudah umum bahwa wanita berbicara lebih banyak daripada pria. Empat, dan ini yang paling penting, dia ingin anak cucunya bahagia dan sejahtera. Dia kuatir ada hal-hal yang akan mengganggu kebahagiaan mereka, karena itu dia mengingatkan Anda untuk menjaga mereka.

  • Berusaha membina hubungan

  • Advertisement
  • Tidak ada yang dapat memperbaiki hubungan selain menunjukkan bahwa Anda mengasihi orang itu. Tunjukkan bahwa Anda mengasihi mertua Anda. Apa yang dapat Anda lakukan? Membawa oleh-oleh baginya sesuatu yang disukainya? Itu salah satu cara yang jitu. Ibu mertua Anda mungkin menggemari dodol durian, sesuatu yang langka dijual di daerahnya. Pastikan untuk membawa selusin dodol khusus untuk dia. Dan serahkan dari tangan Anda sendiri dengan pesan, "Ini, Bu, saya pesan dari Banjarmasin, khusus untuk Ibu." Memang, ini kedengarannya menjilat, tetapi memang Anda sedang berusaha mencuri hatinya demi istri Anda.

  • Hanya 3 hari dalam setahun, Anda pasti mampu mengatasi ini. Bayangkan kalau kemudian mertua harus tinggal bersama Anda selama 3 bulan atau bahkan 3 tahun. Anda akan kehilangan akal jika Anda tidak menerapkan saran-saran di atas.

Baca, hidupkan, bagikan!

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Rasanya malas sekali berkunjung ke rumah mertua. Apa yang harus saya lakukan?

Bukan apa-apa, Anda tidak membenci mertua Anda, Anda menghormati mereka, tetapi saran dan nasihat mereka yang berjibun itu, aduh! Rasanya kepala mau pecah.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr