Mengantar anak ke sekolah. Seberapa penting buat Anda?

Apa sih sebetulnya makna terpenting dari mengantarkan si buah hati ke sekolahnya? Ya, keterlibatan orangtua dalam membangun kerja sama dengan guru dan pihak sekolah. Sebab tanpa sinkronisasi, maka seluruh pembelajaran akan sia-sia.

372 views   |   2 shares
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menganjurkan para orangtua untuk mengantar anaknya pada hari pertama masuk sekolah. Melalui anjuran yang telah dituangkan dalam surat edaran resmi Mendikbud tentang Kampanye Hari Pertama Masuk Sekolah, hubungan dan interaksi antara orangtua dan guru dapat terbangun, antara lain untuk mengantisipasi tindak kekerasan yang mungkin terjadi di sekolah.

  • Hal ini baik, karena partisipasi aktif orangtua mengantar anak pada hari pertama sekolah juga dapat membantu memastikan bahwa masa orientasi siswa di sekolah dilakukan untuk mendidik dan tanpa kekerasan. Pengelolaan program pengenalan sekolah yang sepenuhnya dilakukan oleh guru diharapkan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai yakni melihat potensi dan minat anak, menjelaskan proses pendidikan dan ekstrakurikuler yang disediakan sekolah, serta mengenalkan lingkungan sekolah secara umum.

  • Karenanya, pemerhati pendidikan Donie Koesoema mengatakan gerakan mengantar anak sekolah pada hari pertama masuk sekolah harus ditindaklanjuti dengan keterlibatan orangtua di sekolah. Jika selama ini, orangtua hanya mengantar anak sampai di gerbang sekolah, maka tradisi tersebut perlu diubah. Orangtua hendaknya bertemu langsung dengan guru dan menitipkan anaknya pada guru tersebut untuk dididik.

  • Seperti dilansir dari harian Republika, menurut Doni, gerakan tersebut juga sebagai bagian dari komitmen orangtua untuk terlibat dalam proses pendidikan anak di sekolah. Sebab pendidikan adalah proses kerja tim yang meliputi guru, orang-orang di sekitar anak (teman, keluarga, dll), dan Anda sebagai orangtua. Guru dalah partner Anda dalam mendidik anak. Ia bukanlah faktor tunggal yang menentukan keberhasilan pendidikan anak Anda. Jadi, jangan enggan untuk mencampuri proses pendidikan anak dengan dalih, "Itu, kan, tugasnya guru di sekolah."

  • Untunglah, saat ini, sudah semakin banyak sekolah yang paham bahwa keberhasilan pendidikan anak juga memerlukan kerja sama dari orangtua, sehingga pihak sekolah 'menciptakan' banyak kesempatan bagi orangtua agar bisa terlibat dalam proses belajar mengajar anak. Misalnya, buku penghubung orangtua dan guru yang mencatat semua kegiatan anak selama di sekolah, pertemuan orangtua dan guru yang merupakan one on one discussion antara guru dan orangtua saat pembagian rapor, bahkan ada juga sekolah yang menyelenggarakan seminar khusus orangtua untuk memperkenalkan kurikulum sekolah. Semua ini demi orangtua tak menjadi 'buta' pada pendidikan anaknya di sekolah.

  • Advertisement
  • Penelitian menunjukkan bahwa pencapaian akademis anak secara langsung dipengaruhi oleh keterlibatan orangtua pada proses pendidikannya. Anak pasti akan lebih semangat belajar dan berangkat sekolah jika Anda sebagai orangtuanya juga antusias, kan? Tapi, pastikan juga antusiasme Anda tak berlebihan. Jangan sampai Anda malah dianggap terlalu ikut campur dalam penerapan kurikulum sekolah oleh guru anak.

  • Menurut Rosdiana Setyaningrum, M.Psi, MHPEd, psikolog anak dan keluarga, ada satu hal yang harus dipatuhi semua orangtua terkait kerja sama dengan guru anak:

  • Hormati guru anak Anda. Banyak kejadian di mana orangtua kerap menyalahkan guru ketika terjadi sesuatu yang negatif pada anaknya, misalnya mendapat nilai jelek, di-bully teman, bahkan ketika anak dihukum karena melakukan kesalahan. Meski tak setuju dengan guru, hindari menyatakannya secara terang-terangan di depan anak, karena bisa membuatnya ikut tak respek pada gurunya. Komunikasikan semua ketidaksetujuan, pertanyaan, dan protes Anda dengan cara baik dan bertanggung jawab.

  • Pembelajaran akan berlangsung baik jika ada kerja sama antara orangtua dan guru. Guru adalah profesional dalam bidang pendidikan dan belajar, namun fungsi guru tidak akan optimal tanpa dukungan orangtua.

  • A. Tingkatan keterlibatan orangtua di sekolah

    1. Orangtua sebagai mitra dalam pendidikan anak, tetapi pasif dalam menerima pelajaran dari sekolah sehingga anak merasa bingung dengan dua dunia yang berbeda. Pembiasan-pembiasaan di rumah berbeda dengan apa yang diajarkan di sekolah sehingga anak akan menemui masalah dalam pembelajaran dan penyesuaian.

    2. Orangtua sebagai pendukung pembelajaran anak di sekolah. Orangtua sangat merespons positif semua pembelajaran yang berasal dari sekolah dan menuntun anak untuk mengerjakannya.

    3. Orangtua sebagai peserta aktif dalam pembelajaran sekolah. Di sini orangtua dan guru saling bekerja sama dan berkomunikasi, memberikan masukan-masukan tentang pemberian PR dan permasalahan anak sehingga terjalin kesamaan sikap serta norma yang akan memantapkan anak dalam pembelajaran dan perkembangannya.

  • B. Pentingnya keterlibatan aktif orangtua di sekolah

    1. Membuat orangtua sadar efek positif yang telah mereka buat terhadap anaknya. Sehingga orangtua memahami bahwa rumah dan sekolah bukanlah dua dunia yang berbeda.

    2. Membuat orangtua menyadari bahwa apa yang telah mereka lakukan sangatlah penting bagi pembelajaran anak di rumah dan di sekolah.

    3. Diskusi orangtua dan guru tentang pembelajaran anak merupakan cara yang efektif yang akan berdampak positif bagi anak dalam kehidupan sehari-hari,

    4. Membantu orangtua melihat bahwa cara mereka berinteraksi dengan anaknya di rumah mempengaruhi kesejahteraan, kebahagiaan, dan perkembangan sosial dan akademik anak.

    5. Mengembangkan wawasan guru dan sekolah tentang kehidupan anak sehari-hari.

  • Advertisement
  • Dan ini semua diawali dari mulai mengantarkan anak ke sekolah, setiap hari. Maka, seberapa pentingkah mengantarkan anak ke sekolah, untuk Anda?

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Mengantar anak ke sekolah. Seberapa penting buat Anda?

Apa sih sebetulnya makna terpenting dari mengantarkan si buah hati ke sekolahnya? Ya, keterlibatan orangtua dalam membangun kerja sama dengan guru dan pihak sekolah. Sebab tanpa sinkronisasi, maka seluruh pembelajaran akan sia-sia.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr