Sejauh apa saya menoleransi guru di sekolah memarahi anak saya?

Sesungguhnya, 'pelajaran' apa pun yang diberikan kepada anak didik di sekolah dapat menjadi hal yang salah di mata orangtua, Terutama, jika tidak ada kerja sama yang baik dari kedua belah pihak.

370 views   |   shares
  • Belakangan ini, banyak sekali kasus guru memberi "pelajaran" kepada anak murid, dengan cara yang tidak sepaham dengan orangtua. Hal ini bisa menjadi kasus yang panjang dan rumit. Meski sebetulnya bisa saja dicegah dengan mulai mempertanyakan; sejauh apa saya menoleransi guru di sekolah memarahi anak saya/memberi anak saya 'pelajaran'? sebelum memasukkan anak ke sekolah yang dipilih.

  • Namun, sebelumnya, mari kita mulai dulu dengan pertanyaan; siapa yang seharusnya bertanggung jawab untuk mendisiplinkan anak, orangtua atau guru? Sebab sebetulnya, kerja sama yang baik antara orangtua dan guru, akan mendapatkan hasil yang jauh lebih baik. Orangtua, harus bisa mendukung pekerjaan guru, bukannya membela si buah hatinya yang berharga setiap waktu, meski ia melakukan kesalahan. Sementara guru pun harus bisa mensinkronkan cara mendisiplinkan anak dengan yang biasa dilakukan orangtua di rumah.

  • Wes Hocking pernah menuliskan mengenai hal ini di Herald Sun. Sebuah survei dilakukan oleh Herald Sun kepada lebih dari 860 pendidik. Nyaris 80 persen responden mengatakan kebanyakan orangtua mengandalkan guru, sebagai satu-satunya pihak yang memberlakukan disiplin kepada anak-anaknya. Padahal, di rumahnya tidak dilakukan upaya yang sama oleh orangtua.

  • Guru 'dipaksa' untuk membetulkan seorang anak yang tumbuh dalam lingkup pola asuh yang buruk. Sayangnya, jika anak belum menunjukkan perilaku baik di rumah, orangtua akan menyalahkan guru. Begitu juga jika guru memberlakukan disiplin yang dianggap terlalu keras bagi si anak. Australian Education Union Victorian Branch President Meredith Peace mengatakan; sekolah memang memainkan peran penting, namun begitu juga orangtua. Harus ada usaha yang berkesinambungan dari kedua belah pihak, untuk mendidik anak.

  • "Anak menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga, daripada di sekolah. karena itu, orangtua pun harus memastikan bahwa di rumah ditanamkan nilai-nilai dan kedisiplinan, yang menyesuaikan dengan sekolah" Ini adalah cara paling efektif, untuk membuat perdamaian dan kesepakatan antara kedua pihak. Nah, bagaimana penyesuaian itu bisa dilakukan?

  • Sekolah harus membuat pertemuan orangtua dan guru sebagai bentuk sosialisasi

  • Sesaat setelah mendaftar, sekolah harus membuat pertemuan yang wajib dihadiri orangtua dan juga para guru, sebagai bentuk sosialisasi strategi disiplin yang diterapkan di sekolah. Orangtua harus kritis saat menanggapi paparan mengenai hal itu. Guru pun harus terbuka dengan saran dan masukan orangtua. Meskipun demikian, sekolah harus memiliki nilai tersendiri yang menjadi landasan dan tak bisa diganggu gugat.

  • Advertisement
  • Karena itu, orangtua pun bisa memilih. Apakah prinsip yang diterapkan oleh sekolah tersebut sudah sesuai dengan visi dan misinya dalam mendidik anak? jika tidak, orangtua bisa membatalkan rencana daftar dan mencari sekolah lain yang lebih sejalan dengan prinsip keluarganya. Jika sudah memilih sekolah tersebut, maka orangtua seharusnya sudah siap dengan apa pun nanti yang diajarkan kepada anaknya.

  • Jadilah partner dengan pihak sekolah

  • Setelah memahami benar hal-hal yang menjadi nilai mendasar di sekolah, dan cara mendidik anak, juga berbagai peraturan yang berlaku, orangtua harus menjelaskan hal itu kepada anaknya. Apalagi jika ada beberapa hal yang berbeda dengan yang biasanya diterapkan di rumah, agar anak tidak mengalami kebingungan nantinya.

  • Sebab yang paling dibutuhkan anak adalah orangtua yang tenang dan selalu berusaha untuk bekerja sama dengan pihak sekolah. menjadi partner, juga berarti, terbuka. Yakni dengan menceritakan pada pihak sekolah, jika ada perubahan yang terjadi di rumah. Hal ini akan sangat membantu guru mengatasi anak yang tiba-tiba berprilaku tidak sesuai nilai, atau bertingkah. Dengan mengerti bahwa ada perubahan yang terjadi di rumah, guru pun dapat membantu anak agar bisa menerima perubahan tersebut. Bukannya menghukum atau memarahi.

  • Membangun kepercayaan dan bekerja sama antara guru dan orangtua demi optimalisasi tumbuh kembang seorang anak, adalah hal terpenting yang dapat dilakukan sejak dini. Sebelum terlanjur terjadi tindakan "memberi pelajaran" atau menghukum murid tanpa mengerti apa yang menjadi latar belakang "kenakalan" yang dilakukan si anak.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Sejauh apa saya menoleransi guru di sekolah memarahi anak saya?

Sesungguhnya, 'pelajaran' apa pun yang diberikan kepada anak didik di sekolah dapat menjadi hal yang salah di mata orangtua, Terutama, jika tidak ada kerja sama yang baik dari kedua belah pihak.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr