Kesalahan yang Anda buat ketika Ramadan kemarin dan tidak ingin diulangi di Ramadan berikutnya

Ramadan adalah bulan penuh ampunan dan berkah. Namun, sebagai manusia, tak akan luput dari kesalahan. Alasan akan selalu ada, namun, jangan sampai terulang kembali di Ramadan yang akan datang, bukan?

191 views   |   4 shares
  • Bulan Ramadan telah berlalu. Bulan yang penuh rahmat dan berkah bagi umat muslim, sebab segala perbuatan baik juga ibadah diberikan ganjaran berlipat ganda dibandingkan bulan-bulan yang lainnya. Namun sayang, karena manusia adalah tempatnya lupa, tentu masih ada banyak kesalahan yang dilakukan di bulanRamadan. Berikut ini beberapa kesalahan tersebut:

  • 1. Hanya berpuasa, tetapi tidak mengerjakan salat

  • Salah satu hal yang kerap membuat hal ini terjadi adalah selepas sahur lalu terlalu ngantuk sehingga tidak melaksanakan salat subuh. Padahal sayang sekali melaksanakan puasa namun tidak mengerjakan salat, yang sebetulnya juga merupakan ibadah wajib.

  • 2. Lalai dari tujuan utama puasa dan hikmah-hikmahnya

  • Tujuan puasa adalah ketakwaan, bukan hanya sekedar menahan diri dari makanan, minuman dan nafsu semata. Terkadang Anda melihat sebagian orang berpuasa, tetapi tidak meninggalkan perbuatan haram, seperti kezaliman, permusuhan, dengki, gosip, serta perkataan jorok dan kotor.

  • Kadang kita lupa bahwa hikmah mendasar dari berpuasa adalah merasakan sakitnya lapar dan haus, agar tidak melupakan derita orang-orang yang kurang beruntung dan tidak selalu bisa makan dan minum. Karena dengan itulah tumbuh rasa empati mendalam, dan otomatis meningkatkan ketakwaan. Dengan ketakwaan ini, tentu saja akan mengenyahkan berbagai perilaku tidak baik seperti berbuat zalim, bergosip dan menyebarkan permusuhan. Inilah hakikat berpuasa.

  • 3. Menyia-nyiakan waktu puasa dan malam harinya dengan sesuatu yang tidak bermanfaat

  • Sebagian orang banyak tidur di siang hari dan tidak bangun kecuali menjelang berbuka puasa. Padahal sayang sekali jika satu bulan yang berbagai perbuatan baik dilipatgandakan nilainya ini, disiasiakan begitu saja. Melakukan kegiatan positif seperti berbagi, menguatkan kaum papa, mengasihi para janda dan anak yatim, menyambung silaturahmi, memuliakan tetangga, beribadah dan berbagai macam ketaatan lainnya sebetulnya jauh lebih baik. Selain bernilai tinggi, hal ini juga akan menjauhkan diri dari godaan perbuatan buruk dan puasa pun jadi tak terasa karena beraktivitas.

  • 4. Memperbanyak makanan dan minuman serta berlebih-lebihan dengan beraneka ragam jenis makanan yang dapat menyebabkan seseorang menjadi kurang baik pencernaannya sehingga merasa berat untuk beribadah__

  • Ada yang mengatakan bahwa barangsiapa makan, minum dan tidurnya banyak, dia luput dari berbagai macam kebaikan. Barangsiapa berlebih-lebihan dalam makan dan minum, dia telah lalai dari salah satu hikmah puasa yaitu menghindarkan tubuh dari pengaruh makanan dan minuman yang bisa memberatkan tubuh.

  • Advertisement
  • Dorongan rasa lapar ketika sore menjelang, memang kerap membutakan mata. Dan membuat kita jadi tergoda untuk membeli begitu banyak makanan. Selain memberatkan tubuh, saat berbuka, banyak makanan yang bahkan berakhir dengan terbuang begitu saja. Ya, karena saat berbuka, ternyata perut terlalu kenyang dan tak mampu menghabiskan semuanya sekaligus. Sayang sekali, kan? Padahal hakikat berpuasa adalah menumbuhkan rasa empati pada mereka yang tidak mampu.

  • 5. Berbelanja besar-besaran menjelang Ramadan dan Idulfitri

  • Kebiasaan ini sering dilakukan. Sebelum Ramadan, biasa disebut "munggahan" dan ini membuat kita kerap membeli begitu banyak bahan makanan yang pada akhirnya tak semua dapat dimanfaatkan. Sebenarnya hal ini malah bertentangan dengan satu maksud dan tujuan puasa yaitu supaya kita prihatin dan ikut merasakan penderitaan kaum fakir miskin. Apalagi hal seperti dapat mengakibatkan kenaikan harga kebutuhan pokok.

  • Nanti usai Ramadan, jelang Idul Fitri, toko-toko pun mulai menawarkan berbagai diskon yang menggoda. Budaya baju baru, kini bahkan berkembang menjadi mobil baru, renovasi rumah, perhiasan mewah yang bisa dipamerkan saat mudik atau demi menyambut tamu yang datang untuk bersilaturahmi. Padahal sebetulnya tidak perlu demikian. Apalagi jika sampai memaksakan diri dengan berhutang atau menggunakan dana tabungan yang tentunya lebih penting bagi masa depan.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Kesalahan yang Anda buat ketika Ramadan kemarin dan tidak ingin diulangi di Ramadan berikutnya

Ramadan adalah bulan penuh ampunan dan berkah. Namun, sebagai manusia, tak akan luput dari kesalahan. Alasan akan selalu ada, namun, jangan sampai terulang kembali di Ramadan yang akan datang, bukan?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr