Vaksin palsu? Jangan panik dan sikapilah dengan bijak

Menyikapi kasus peredaran vaksin palsu dengan bijak. Caranya?

244 views   |   1 shares
  • Kasus vaksin palsu yang tersebar di sekitar Jakarta semakin membuat masyarakat cemas. Apalagi setelah dikeluarkannya bukti oleh pihak kepolisian tentang mana saja instansi medis yang terlibat di dalamnya. Mulai dari bidan, dokter hingga rumah sakit.

  • Lalu, apa yang harus saya lakukan sebagai salah satu orangtua yang rutin melakukan imunisasi anak? Ada beberapa ajakan baik dari pemerintah maupun para ahli untuk tetap tenang dan bijak menghadapi masalah ini. Ini caranya:

  • Ketahui faktanya

  • Sebelumnya, kita harus terlebih dahulu mengerti, mengapa vaksin disebut palsu? Berdasarkan hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh pihak kepolisian bahwa kandungan dari vaksin palsu adalah cairan infus vitamin dan antibiotik.

  • Dan seperti ditegaskan oleh Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia, Dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A(K), secara umum, vaksin palsu tidak berbahaya bagi kesehatan. Ini karena kandungan di dalamnya adalah jenis asupan yang secara lazim juga diberikan untuk tubuh manusia-yaitu campuran cairan infus dan gentacimin (obat atibiotik).

  • Setelah mengetahui apa yang terkandung di dalam vaksin palsu dan mendengar penjelasan dari ahlinya, Anda boleh tenang merespons kabar yang cukup mengkhawatirkan ini.

  • Waspada

  • Tapi, di samping itu juga kita perlu waspada dengan juga mengetahui tanda-tanda jika si kecil baru selesai diimunisasi. Jika ada keluhan peradangan seperti limfa membengkak, bibir dan mulut tampak merah, ruam kemerahan pada area suntikan, kemudian laju nadi menjadi cepat dan penafasan tidak teratur, segeralah bawa ke dokter untuk penanganan dini.

  • Vaksinolog, Dr. Dirga Sakti Rambe, M. Sc-VPCD mengatakan bahwa, ketika Anda menyadari buah hati sudah mendapatkan vaksin palsu, sebaiknya segera lakukan vaksin ulang melalui instansi kesehatan terpercaya di sekitar Anda.

  • Advertisement
  • Ketahui perbedaannya

  • Dan yang ke-3, ketahui informasi cara membedakan antara vaksin yang asli dengan yang palsu.

    1. Kadaluarsa. Vaksin yang asli memiliki tanda tanggal kadaluarsa pada kemasan luar (kardus) dan pada botol vaksin. Periksalah apakah keduanya menunjukkan tanggal kadaluarsa yang sama.

    2. Cairan. Cairan di dalam vaksin yang asli biasanya lebih keruh dan tidak transparan.

  • Nah, dengan mengetahui informasi penting mengenai vaksin palsu, kekhawatiran ibu tidak perlu diperburuk dengan kondisi dan situasi panik di luar sana. Ya 'kan? Jadilah ibu yang bijak.

Baca, hidupkan, bagikan!

Lulus sebagai Sarjana Sastra dan menjabat sebagai Content Manager www.keluarga.com. Wiwin mengawali kariernya di media cetak harian nasional tertua di Indonesia, mengasah kemampuannya sebagai jurnalis mulai dari reporter junior hingga editor senior di beberapa majalah gaya hidup asing dan lokal Indonesia.

Situs: http://wiwinwiw.wordpress.com

Vaksin palsu? Jangan panik dan sikapilah dengan bijak

Menyikapi kasus peredaran vaksin palsu dengan bijak. Caranya?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr