Cegah gondongan pada anak dengan menunjang imunitasnya

Gejalanya mirip seperti typus dan demam berdarah, namun gondongan lebih rentan menginfeksi anak dengan daya imunitas rendah.

287 views   |   1 shares
  • Anak Anda demam, pusing, lemas dan pegal-pegal selama 2-3 hari atau lebih? Mungkin yang pertama kali terlintas di pikiran Anda adalah gejala demam berdarah atau tipes. Tapi tahukah Anda, ada bagian tubuh anak yang juga harus diperiksa lebih teliti seperti benjolan di bawah telinga, di bawah tulang rahang atau di bawah lidah.

  • Jika Anda dapat meraba adanya benjolan di tempat-tempat tersebut, segera periksakan ke dokter. Bisa jadi anak Anda mengalami gondongan. Gondongan adalah infeksi yang terjadi pada kelenjar ludah (parotis), dikenal juga dengan istilah mumps atau parotitis atau radang kelenjar parotis.

  • PENYEBAB GONDONGAN

  • Gondongan disebabkan virus paramyxovirus dan penyebarannya mirip seperti virus flu. Melalui percikan ludah, bersin atau batuk dari penderita gondongan dan masuk ke dalam pernapasan orang lain atau bisa saja melalui perantara seperti handuk atau gelas yang dipakai penderita.

  • Anak-anak belum memiliki daya tahan tubuh seperti orang dewasa sehingga lebih rentan tertular gondongan. Umumnya terlihat dari benjolan yang timbul di bawah telinga namun tidak memiliki efek yang membahayakan pada fungsi telinga, hanya anak akan merasakan sakit saat menelan. Sejak masa inkubasi dari timbul gejala gondongan hingga sembuh memakan waktu 1-2 minggu, namun biasanya anak sudah bisa sembuh pada hari ke 7-10.

  • Banyak orang yang berpikir, gondongan adalah penyakit yang sama dengan gondok. Namun ternyata dua penyakit ini berbeda. Penyakit gondok atau goiter, disebabkan oleh hormon tiroid atau kekurangan zat yodium yang memicu pembengkakan di leher.

  • DIAGNOSA GONDONGAN

  • Saat mengetahui adanya gejala gondongan, biasanya dokter jarang melakukan tes darah karena cirinya dapat terlihat jelas. Jika dokter sampai melakukan pemeriksaan laboratorium, biasanya akan dilakukan pemeriksaan serologi untuk mengetahui kadar antibodi.

  • Penyakit yang disebabkan virus, tanpa diberi obat apapun dapat sembuh dengan sendirinya. Anak yang menderita gondongan bisa berangsur sembuh saat antibodi atau daya tahan tubuhnya meningkat. Maka dari itu disarankan agar anak lebih banyak istirahat dan banyak minum.

  • LANGKAH PENCEGAHAN

  • Tindakan preventif untuk penyakit gondongan adalah vaksinasi MMR, yang dapat mencegah Maesles(campak), Mumps(gondongan) dan Rubella (campak jerman). Suntikan vaksin MMR diberikan pada anak diatas usia 15 bulan dan diulang 2 kali disaat anak berusia 5 dan 6 tahun. Sebelum pemberian vaksin MMR ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter anak, karena ada beberapa reaksi yang bisa terjadi setelah vaksin MMR mulai dari nyeri hingga demam.

  • Advertisement
  • Jika ada teman, baik di sekolah maupun di rumah yang menderita gondongan, sebaiknya anak Anda tidak bermain dulu di sekitarnya.

  • PROKONTRA VAKSIN MMR

  • Pada tahun 1988, muncul kontrovesi dari pernyataan Andre Wakefield yang mempublikasikan penelitiannya terhadap 12 anak yang menderita spectrum autisme dan pembengkakan setelah imunisasi vaksin MMR.

  • Namun sampai saat ini penelitian tersebut tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Seperti yang ditulis dalam situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI, bahwa tidak ada bukti ilmiah antara imunisasi MMR dengan autisme.

  • Hasil penelitian yang dimuat dalam Journal of Autism and Developmental Disorders pada 2006. Penelitian Collaborative Programs of Excellence in Autism yang didukung oleh The National Institute of Child Health and Human Development (NICHD)dan Centers for Disease Control and Prevention (CDCP) meneliti 351 anak dengan ASD atau Autism Spectrum Disorder (dengan dan tanpa regresi) dan 31 anak yang khas memperlihatkan kemampuan komunikasi sosial lalu diikuti hilangnya kemampuan tersebut. Hasil penelitian tidak menunjukkan adanya hubungan antara regresi perkembangan pada autisme dengan imunisasi MMR. Begitu pula penelitian yang dilakukan WHO.

  • Pada tahun 2014, Vaksin MMR telah masuk dalam jadwal imunisasi versi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan tersedia di rumah sakit atau tempat praktik dokter. Jadi tunggu apalagi Bunda, segera konsultasikan pemberian vaksin MMR untuk anak ada.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Setelah melahirkan Raphael, Celerina memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga dan mengurus buah hatinya tanpa bantuan baby sitter. Disinilah ia kemudian menemukan passion-nya yang baru yaitu memasak khususnya menu MPASI (Makanan Pendamping ASI)

Cegah gondongan pada anak dengan menunjang imunitasnya

Gejalanya mirip seperti typus dan demam berdarah, namun gondongan lebih rentan menginfeksi anak dengan daya imunitas rendah.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr