Ini yang sebaiknya Anda lakukan setelah memarahi anak

Anda masih ingat pasti bagaimana perasaan Anda sesudah berteriak marah kepada anak Anda. Anda ingin berbuat sesuatu untuk menunjukkan penyesalan Anda.

16,250 views   |   113 shares
  • Anda masih ingat pasti bagaimana perasaan Anda sesudah berteriak marah kepada anak Anda. Anda ingin berbuat sesuatu untuk menunjukkan penyesalan Anda. Kebanyakan orangtua pernah berteriak marah kepada anak-anaknya. Entah karena sedang stres atau karena memang anak-anaknya keterlaluan bandelnya. Namun sesudah marah-marah sering timbul penyesalan dan keinginan untuk menunjukkan kasih sayang yang lebih besar. Apa yang harus Anda lakukan?

  • Berikan penjelasan

  • Sesudah kemarahan Anda reda, rangkullah anak-anak Anda, beri tahu mereka bahwa Anda marah karena Anda sedang stres misalnya. Kalau perlu mintalah maaf dan katakan bahwa Anda tetap mencintai mereka sepenuh hati. Jika kemarahan Anda karena anak-anak bandel, ingatkan mereka supaya tidak berbuat seperti itu lagi lain kali. Anak-anak sebetulnya sadar bila mereka yang menjadi penyebab kemarahan Anda. Ketika anak lelaki penulis masih kecil dan berbuat sesuatu yang menyebabkan penulis marah, dia akan memeluk dan mencium penulis, seolah-olah minta maaf atas kebandelannya.

  • Lakukan sesuatu bersama mereka

  • Lakukan apa saja bersama mereka, entah duduk bersama mereka menonton tv, berjalan ke taman sambil bergandengan tangan, menanam bunga di kebun, berenang atau bermain bersama. Pendekatan ini akan membuat mereka tahu bahwa Anda memperhatikan mereka dan ingin melewatkan waktu bersama mereka. Dengan perhatian ini hubungan Anda akan lebih erat dan jika ada sedikit perasaan dendam dalam hati mereka, semua ini akan sirna.

  • Bagi anak-anak, terutama yang sudah agak besar, ada kemungkinan timbul rasa tidak suka ketika Anda marah kepada mereka. Karena itu kadang-kadang ada anak yang kabur dari rumah sesudah dimarahi orangtuanya. Untuk mencegah hal-hal seperti itu, pendekatan sesudah Anda marah adalah penting. Anda sendiri mungkin akan masih merasa jengkel dan gengsi untuk mendekati mereka. Tetapi hilangkan semua itu demi keharmonisan hubungan Anda dengan anak-anak.

  • Berjanji kepada diri Anda untuk tidak lagi marah-marah

  • Memang sulit, apalagi jika ada beberapa anak kecil yang aktif melompat ke sana dan ke mari. Dalam dua kesempatan penulis pernah marah sekali kepada remaja putri penulis karena dia suka membantah. Sejak itu penulis berjanji tidak akan pernah lagi begitu marah kepadanya. Hal ini membantu mengendalikan kemarahan dan bersikap lebih terkendali.

  • Anak-anak kadang-kadang merupakan tantangan bagi kesabaran kita. Tetapi sebagai pihak yang lebih dewasa, dan orangtua yang bijaksana, kita hendaknya dapat meredam kemarahan kita dengan berbagai cara. Sebelum kemarahan meledak, hitunglah dulu sampai sepuluh. Jika perlu pergilah keluar sebentar untuk menenangkan perasaan kita.

  • Advertisement
  • Mengajak pasangan Anda berbicara

  • Berbicaralah dengan pasangan Anda. Dia mungkin tidak menengahi kejadian ini supaya tidak dikira berat sebelah. Jika dia berpihak kepada Anda, anak Anda mungkin merasa dipojokkan. Sebaliknya jika dia berpihak kepada anak Anda, dia akan berbesar kepala merasa mendapat dukungan. Karena itu dinginkan kepala Anda dengan berbicara kepada pasangan Anda tanpa emosi. Jangan lakukan ini di depan anak Anda.

  • Pasangan Anda mungkin dapat memberikan pandangan yang tidak berat sebelah yang akan menenangkan perasaan Anda. Hargailah pendapatnya dan jangan menuduh bahwa dia berpihak kepada anak Anda. Bagaimanapun Anda berdua menyayangi anak itu. Bila Anda tidak sedang marah Anda tahu bahwa kemarahan Anda mungkin berlebihan, terbawa emosi.

Baca, hidupkan, bagikan!

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Ini yang sebaiknya Anda lakukan setelah memarahi anak

Anda masih ingat pasti bagaimana perasaan Anda sesudah berteriak marah kepada anak Anda. Anda ingin berbuat sesuatu untuk menunjukkan penyesalan Anda.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr