Apa itu peri gigi? Ini cara menjelaskannya pada anak

Anak-anak kecil percaya kepada mitos seperti Sinterklas, kelinci paskah, peri gigi dan lainnya. Haruskah kita membuyarkan kepercayaan itu?

380 views   |   1 shares
  • Anak-anak kecil percaya kepada mitos seperti Sinterklas, kelinci paskah, peri gigi dan lainnya. Haruskah kita membuyarkan kepercayaan itu? Apakah ini dapat menimbulkan kekecewaan yang besar karena pikiran mereka yang polos benar-benar percaya akan mitos tersebut?

  • Kita tahu dari mana asal usul Sinterklas, tradisi yang kita warisi dari sejak zaman kolonial. Figur seorang uskup Katolik jangkung kurus lengkap dengan hiasan kepalanya yang tinggi dan tongkat berukir. Dia ditemani pelayannya si Piet hitam yang membawa karung dan sapu. Anak-anak yang baik akan mendapat hadiah, tetapi anak-anak nakal akan dimasukkan karung dan dipukul pantatnya dengan sapu. Penulis masih sempat merayakan tradisi ini setiap tanggal 5 Desember di sekolah dasar sambil menyanyikan lagu Sinter Klaas yang terkenal waktu itu. Konon awalnya di Belanda ada seorang dermawan yang membagi-bagikan hadiah bagi anak-anak yang kekurangan.

  • Sementara Santa Claus muncul karena kebiasaan memberi hadiah di hari Natal. Terciptalah sosok seorang pria tua gemuk dengan jenggotnya yang putih panjang berjubah merah. Bapak Santa ini konon tinggal di Kutub Utara dan memiliki pabrik mainan yang dikelolanya bersama para kurcaci (elf). Pada malam hari sebelum Natal dia terbang dengan kereta salju yang ditarik 6 ekor menjangan, membagi-bagikan hadiah ke mana saja.

  • Kemudian, tradisi peri gigi yang bermula dari negara-negara di Eropa. Orang-orang di abad pertengahan percaya bahwa gigi susu yang tanggal harus dikubur supaya tidak ditemukan tukang sihir yang dapat memakainya untuk menguasai hidup pemiliknya. Bangsa Viking percaya bahwa gigi susu merupakan jimat yang membawa kemenangan ketika berperang melawan bangsa lainnya. Orang-orang di Asia percaya bahwa gigi bawah yang tanggal harus dibuang ke atap, bila gigi atas yang copot harus dibuang ke bawah lantai supaya gigi penggantinya akan tumbuh lurus.

  • Kebiasaan yang ada di zaman modern ini anak-anak menaruh giginya yang tanggal di bawah bantal sebelum tidur, esok harinya gigi itu berubah menjadi uang. Konon di malam hari ada peri gigi yang mengambil gigi itu dan sebagai gantinya menaruh uang untuk si anak. Ada orangtua yang memakai tradisi ini untuk menanamkan pelajaran agar si anak rajin merawat giginya. Mereka berkata bahwa gigi yang bagus akan dibayar lebih mahal daripada gigi yang keropos.

  • Ada banyak cara yang menarik untuk memperingati hari datangnya sang peri gigi. Hari ini penting karena si anak sudah tidak lagi balita, namun mereka masih cukup kecil untuk percaya kepada hal-hal seperti ini. Anak-anak itu juga perlu dihibur karena mungkin mereka kehilangan gigi mereka dan malu dengan penampilannya yang baru. Atau bila gigi itu tidak tanggal dengan mudah dan masih goyah, mereka tidak akan takut bila gigi itu dicabut karena berpikir bahwa peri gigi akan mengunjunginya dan memberinya uang.

  • Advertisement
  • Salah satu cara yang bermanfaat ialah mengambil foto si anak dengan poster bertuliskan tanggal dan catatan tentang gigi ke berapa yang copot. Ini dapat menjadi kenang-kenangan bagi si anak. Bagaimanapun itu adalah salah satu tahap penting dalam hidupnya. Berangsur-angsur sesudah agak besar kebanyakan dari mereka tidak akan kecewa ketika mengetahui bahwa Santa Claus atau peri gigi hanyalah khayal belaka. Mereka tetap menyukai tradisi ini dan akan meneruskannya kepada anak-anak mereka sendiri.

Baca, hidupkan, bagikan!

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Apa itu peri gigi? Ini cara menjelaskannya pada anak

Anak-anak kecil percaya kepada mitos seperti Sinterklas, kelinci paskah, peri gigi dan lainnya. Haruskah kita membuyarkan kepercayaan itu?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr