10 hal yang harus stop diceritakan para istri tentang suami mereka

Tidak ada salahnya menceritakan tentang keluarga suami Anda kepada saudara atau teman-teman, hanya saja jangan sampai Anda ceritakan tentang hal-hal buruk yang mereka miliki.

1,591 views   |   15 shares
  • Dalam hubungan pernikahan setiap suami mengharapkan dukungan dari istri yang sangat ia cintai, melalui dukungan sang istri suami bisa memperoleh semangat serta rasa percaya diri untuk membimbing keluarga ke arah yang lebih baik. Namun sebaliknya, ketika istri tidak mampu menjadi inspirasi bagi suami dan hal-hal yang ia lakukan kerap menyakitkan hati, maka jangan salahkan suami jika ia kemudian berubah angkuh dan tidak mau menghargai sang istri.

  • Istri yang baik mampu secara dewasa mengenali hal-hal apa saja yang dapat menjadi sumber masalah dalam pernikahan. Salah satu contoh yang mungkin bisa dijadikan sebagai renungan adalah perkataan. Seorang pskioterapis sekaligus direktur esekutif di Wasatch Family Therapist, Julie Hanks mengatakan, setidaknya ada 10 hal yang kerap diceritakan oleh istri tentang suaminya (kepada orang lain) yang ternyata dapat merugikan pernikahan mereka, di antaranya:

  • Menceritakan tentang masalah pribadi suami

  • Setiap orang memiliki masalah pribadi yang kadang tidak ingin diketahui oleh orang lain. Dalam pernikahan, Anda tentu mengetahui apa saja masalah-masalah pribadi yang sedang dialami oleh suami Anda. Namun, ketika Anda mengekspos masalah-masalah tersebut hingga diketahui oleh orang lain, maka hal ini dapat membuat suami Anda merasa malu dan tidak lagi bisa mempercayai Anda.

  • Menceritakan tentang kelemahan suami

  • Sadari suami Anda bukanlah manusia super yang tak luput dari kelemahan. Banyak kelemahan yang mungkin ia miliki, seperti: Kondisi fisik yang tidak normal, kemampuan seks yang lemah, tingkat kecerdasan yang rendah, dan sebagainya. Sebisa mungkin hindari menceritakan hal-hal ini kepada orang lain supaya suami tetap menganggap Anda sebagai rekan yang penuh kasih dan bisa dipercaya.

  • Menceritakan tentang masa lalu suami

  • Masa lalu suami Anda mungkin penuh dengan lika-liku dan penderitaan, kini bersama Anda tentu ia memiliki cita-cita dan harapan baru untuk bisa memiliki masa depan yang lebih baik. Namun, ketika Anda membuka kembali lembaran pahit masa lalu suami Anda dan memberitahukannya kepada orang lain, maka jangan kaget jika ia kemudian mencap Anda sebagai seorang 'pengkhianat'.

  • Menceritakan tentang keluarga suami Anda

  • Tidak ada salahnya menceritakan tentang keluarga suami Anda kepada saudara atau teman-teman, hanya saja jangan sampai Anda ceritakan tentang hal-hal buruk yang mereka miliki. Biarkanlah masalah keluarga suami hanya Anda dan dirinya yang tahu, sebab banyak kasus pertengkaran dalam rumah tangga diawali karena adanya intervensi dari pihak lain yang mengetahui dan ikut campur dalam permasalahan Anda.

  • Advertisement
  • Menceritakan tentang masalah pekerjaan suami

  • Mungkin suami Anda saat ini sedang mendapat cobaan dengan diberhentikan dari pekerjaannya, atau suami Anda sedang terlibat kasus serius yang tengah ditangani untuk penyelesaian. Masalah ini sekilas nampak sepele, tapi coba resapi dan hargai perasaan suami Anda, jangan ceritakan masalah tersebut kepada orang lain meskipun itu saudara, orangtua atau sahabat karib Anda. Melainkan, segera berikan bantuan dan dukungan moral kepadanya agar ia tidak makin terpuruk dan bisa segera memperoleh kembali semangat dan membangkitkan kembali rasa percaya dirinya.

  • Menceritakan tentang masalah kesehatan suami

  • Jangan jatuhkan mental suami Anda, jangan permalukan ia dengan menceritakan kondisi kesehatannya kepada orang lain. Tetapi, cintailah suami Anda apa adanya, ketika ia memiliki masalah dengan kesehatan bantulah ia agar tetap bersemangat supaya segera memperoleh kesembuhan.

  • Menceritakan tentang kebiasaan buruk suami

  • Kebiasaan-kebiasaan buruk yang kerap dilakukan oleh suami Anda di rumah, seperti: Tidur ngorok, kentut yang bau, tidur berjalan, mudah lupa, latah dan sebagainya bukanlah sebuah lelucon yang perlu Anda ceritakan kepada orang lain. Ingat, hargai selalu perasaan suami Anda, jangan biarkan orang lain mem-bully suami Anda karena mengetahui kebiasaan-kebiasan buruknya.

  • Menceritakan tentang pendidikan suami yang rendah

  • Bukan masalah jika suami memang tidak keberatan ketika Anda menceritakan ke orang lain mengenai tingkat pendidikannya yang rendah. Hanya saja, ada beberapa tipe pria sangat sensitif ketika istrinya menyinggung hal ini. Untuk itu, sebisa mungkin hindari membahas topik-topik berkaitan dengan pendidikannya, jagalah harga diri suami Anda dan jika perlu tunjukkan kelebihan suami Anda yang mungkin tidak dimiliki oleh suami-suami yang lain.

  • Menceritakan tentang penghasilan suami Anda

  • Ketika memutuskan menikah dengan suami, Anda tentu sudah mengetahui dengan pasti berapa penghasilannya setiap bulan. Untuk itu, jagalah masalah ini dengan sebaik mungkin, jadilah istri yang bisa dipercaya dan jangan sampai membuat suami Anda merasa malu karena dicemooh oleh sahabat dan saudara-saudara Anda.

  • Menceritakan tentang mantan suami

  • Dalam pernikahan suami telah menjadi milik Anda sepenuhnya, jadi jangan khawatir atau malah merasa kurang percaya diri karena membanding-bandingkan diri Anda dengan mantan-mantannya. Sejauh Anda mampu mengasihinya dengan tulus, yakinlah bahwa suami Anda juga akan melakukan hal yang sama.

  • Advertisement
Klik pilihan berbagi di bawah ini

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

10 hal yang harus stop diceritakan para istri tentang suami mereka

Tidak ada salahnya menceritakan tentang keluarga suami Anda kepada saudara atau teman-teman, hanya saja jangan sampai Anda ceritakan tentang hal-hal buruk yang mereka miliki.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr