8 alasan seorang anak membenci orangtuanya

Sulit memiliki waktu untuk anak? Jangan salahkan mereka jika suatu saat tidak mengindahkan Anda.

16,984 views   |   109 shares
  • Sangat ironis memang, ketika ada orangtua tidak akur dengan anak-anaknya. Padahal, orangtua dan anak seharusnya bisa hidup rukun dan saling mengasihi satu sama lain. Namun seringkali orangtua dan anak terjebak dalam konflik yang sulit untuk diatasi.

  • Sebagai individu, wajar jika anak dan orangtua memiliki sudut pandang yang berbeda dalam menilai sesuatu. Inilah yang kerap memicu konflik dan harus segera diatasi agar hubungan dapat selalu harmonis. Dilihat dari sudut pandang anak, berikut beberapa alasan yang seringkali menjadi penyebab mengapa anak berseberangan dengan orangtuanya.

  • 1. Sifat otoriter

  • Orangtua dengan sifat otoriter lebih suka dipatuhi namun kerap mengabaikan pendapat dari anggota keluarga. Karenanya, jangan serta merta menyalahkan anak yang tiba-tiba berubah menjadi pemberontak, sebab hal ini pasti berkaitan dengan kebebasan berpendapat yang dibelenggu.

  • 2. Kurang updateinformasi

  • Menjadi seseorang yang serba tahu membuat orang lain segan mendekat, termasuk anak. Padahal, anak-anak sangat berharap orang tuanya mampu bersikap bijaksana dan bersedia menghargai saran atau ide yang mereka kemukakan. Ketidakmampuan orangtua untuk mengatasi sikap semacam ini secara perlahan akan membuat anak menjauhi orangtuanya.

  • 3. Orangtua merasa selalu benar

  • Memiliki karakter demikian tidak akan pernah bisa diterima baik oleh keluarga atau pun masyarakat. Sebab, seseorang yang merasa dirinya selalu benar seringkali menjadi pribadi yang egois dan membosankan.

  • 4. Perbedaan pola pikir

  • Ini berkaitan dengan perbedaan generasi, dimana orangtua perlu memahami perubahan jaman dan selera yang sedang berkembang saat ini. Orangtua yang tidak mampu menyesuaikan dirinya dengan perubahan, seringkali dianggap oleh anak sebagai orangtua yang kuno.

  • 5. Terlalu overprotective

  • Tidak ada salahnya menjadi pribadi protektif, itu artinya orangtua sangat peduli dengan keselamatan buah hatinya. Akan tetapi, ketakutan orangtua yang terlalu berlebihan justru membuat anak merasa tertekan dan sulit mengekspresikan dirinya akibat ruang gerak yang selalu dibatasi. Jika sikap semacam ini terus berlanjut, maka secara perlahan anak-anak akan mulai belajar membangkang.

  • 6. Sifat kaku

  • Setiap anak sangat mendambakan orangtua yang hangat, fleksibel, bersahabat serta kekinian. Namun, tak jarang orangtua justru menerapkan konsep pengasuhan kolot dalam mendidik putra-putrinya. Disinilah awal mula permasalahan seringkali muncul, ketika orangtua tidak mampu menjadi seperti apa yang diharapkan anak-anaknya, maka anak akan cenderung berani.

  • Advertisement
  • 7. Terlalu sibuk dalam kegiatan masing-masing

  • Orangtua yang terlalu asik dengan urusan pribadi dan tidak memiliki waktu untuk anak-anaknya, membuat anak merasa diabaikan. Jangan salahkan mereka jika di kemudian hari berani membantah atau tidak mau mematuhi nasihat-nasihat dari orangtuanya.

  • 8. Kekerasan dalam rumah tangga

  • Setiap anak sangat mendambakan keluarga yang harmonis. Setiap anak juga sangat mendambakan kedua orangtuanya saling mengasihi satu sama lain. Ketika salah satu orangtua bertindak kasar kepada pasangan atau kepada anak, maka hal ini kerap menimbulkan dendam dan permusuhan.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Saya adalah seorang karyawan di salah satu bank swasta terkemuka di Indonesia. Saya juga saat ini sedang menempuh kuliah untuk mengejar gelar sarjana saya. Untuk mengisi waktu luang saya memanfaatkannya dengan menulis dan membaca.

8 alasan seorang anak membenci orangtuanya

Sulit memiliki waktu untuk anak? Jangan salahkan mereka jika suatu saat tidak mengindahkan Anda.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr