Yuk, perkenalkan 4 mainan tradisional ini pada anak

Banyak ragam permainan anak-anak yang hampir punah karena dilindas video game dan permainan modern lainnya.

230 views   |   1 shares
  • Banyak ragam permainan anak-anak yang hampir punah karena dilindas video game dan permainan modern lainnya. Ada banyak permainan tempoe doeloe yang sekarang tidak lagi dikenal anak-anak zaman sekarang. Apa saja permainan yang bisa kita ajarkan kepada anak-anak kita?

  • Ciplek (Jawa: engklek)

  • Kita buat 2 garis paralel yang panjangnya kira-kira 2 meter. Kita tarik beberapa garis yang membagi kedua garis pertama menjadi 5 kotak. Garis ke empat lebih panjang, demikian pun garis ke lima sehingga bentuknya seperti salib yang terdiri dari 3 kotak melintang dan 5 kotak membujur. Permainan ini dapat dilakukan oleh 2 sampai 5 orang anak. Sesudah hom pim pa atau sut, mereka akan menentukan siapa yang akan jalan lebih dulu. Orang itu akan melempar batu pipih ke salah satu kotak. Dengan satu kaki si pemain berjalan dari kotak ke kotak. Di salah satu kotak dia boleh menurunkan kedua kakinya. Dia juga harus memungut batu yang dilemparnya tadi dengan berdiri di satu kakinya atau kalau dia beruntung, batu itu jatuh ke kotak di mana dia boleh berdiri dengan dua kaki, dia dapat memungutnya dengan lebih mudah. Jika dia berhasil kembali tanpa jatuh, dia mendapat angka.

  • Congklak (Jawa: dakon)

  • Alat yang dipakai bermain dakon dulu terbuat dari kayu yang diberi 8 ceruk berderet di sisi kanan dan di sisi kiri. Ada 2 ceruk yang lebih besar di setiap ujungnya. Permainan ini hanya dapat dilakukan oleh 2 pemain. Mereka duduk berhadapan dan memiliki jumlah biji sawo manila (atau biji lainnya) yang sama banyaknya di ceruk yang besar. Pemain akan meraup sejumlah biji dan membagikannya satu per satu pada setiap lubang di hadapannya. Dia juga harus mengisi lubang-lubang milik lawan bermainnya. Siapa yang kehabisan biji lebih dulu, dialah yang kalah.

  • Kelereng (Jawa: setin, Betawi: gundu)

  • Berbentuk bulat berwarna-warni, terbuat dari kaca. Biasanya dilakukan oleh anak laki-laki. Dengan menggunakan jempol dan jari telunjuk untuk menyentil kelereng, mereka mengadu kelerengnya dengan kelereng lawan, jika dia dapat mengalahkannya dia boleh mengambil kelereng itu.

  • Bola bekel

  • Permainan ini memakai bola karet yang sedikit lebih besar dari kelereng dan sejumlah bekel yang terbuat dari logam berlapis warna emas. Pemain akan melempar bola dan menyebarkan bekel, kemudian menata bekel itu satu demi satu menurut sisi dari bentuknya yang khas sebelum bola jatuh ke bawah. Permainan ini lebih banyak dilakukan anak perempuan, namun ada juga anak lelaki yang menyukainya.

  • Advertisement
  • Masih banyak lagi permainan tradisional seperti gasing, yoyo, atau cience (menggunakan telapak kaki untuk melempar-lempar ke atas bunga atau kertas yang diberati uang logam). Permainan-permainan ini jauh lebih murah daripada permainan elektronik yang disukai anak-anak sekarang. Masalahnya bukan hanya keuangan, namun juga masalah pergaulan, hubungan sosial. Dengan permainan tempoe doeloe anak-anak membina hubungan sosial. Mereka bergaul dengan teman-teman sebayanya. Sementara video game biasanya dapat dilakukan sendirian atau bila bermain berdua para pemain akan sangat kompetitif. Dalam permainan-permainan di masa dulu ada juga persaingan tetapi karena sifatnya lebih lambat dan santai, persaingan itu tidak begitu tajam.

  • Video game mempunyai manfaatnya sendiri karena memerlukan kecepatan berpikir dan juga gerakan tangan yang gesit. Penulis pernah membaca bahwa dokter bedah generasi ini memperoleh keuntungan dari keterampilannya bermain video game. Kesimpulannya: Memadu permainan di masa lalu dengan permainan modern akan membantu mengurangi anggaran, mengajar bergaul dan mempergesit kecepatan berpikir.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Yuk, perkenalkan 4 mainan tradisional ini pada anak

Banyak ragam permainan anak-anak yang hampir punah karena dilindas video game dan permainan modern lainnya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr