Tahun-Tahun Keemasan: Menyesuaikan Diri dengan Pensiun Suami Anda

Masa pensiun sering disebut tahun keemasan, tetapi tanpa pengetahuan dan kesiapan masa tersebut dapat berubah menjadi masa kesuraman. Artikel ini berusaha membantu kita mendapatkan kiat tersebut.

919 views   |   1 shares
  • “Saya kira ini seharusnya merupakan tahun-tahun keemasan. Jika memang benar demikian, mengapa saya demikian tidak bahagianya?” Ini adalah respon beberapa wanita yang sekarang tinggal dengan suami yang sudah pensiun. Keadaan mereka bukan sesuatu yang menyenangkan seperti yang mereka harapkan. Beberapa wanita mengutarakan perasaan frustrasi, yang lain menderita depresi. Ada perbaikan yang dapat merubah situasi tersebut menjadi sesuatu yang penuh kesenangan. Hal itu membutuhkan sedikit usaha, tetapi pantas untuk dilakukan. Berikut adalah beberapa saran untuk para istri dengan suami yang sudah pensiun.

  • Beri dia waktu untuk menyesuaikan diri

  • Dia mungkin mengira telah dibuang ke dalam semak penuh duri. Daripada mendapatkan dirinya berada di tempat yang menyenangkan dan penuh senda gurau, semak itu menyakitnya. Dia rindu pekerjaannya. Itu berarti kehilangan secara fisik dan mental. Dia butuh waktu untuk ‘berduka cita’. Perlakukanlah dia dengan lembut dan penuh pengertian sementara dia mengatasi perasaan ini. Sekarang dia sudah tidak bekerja lagi, dia sedang mencari tujuan hidupnya. Bahkan seandainya dia tidak menikmati pekerjaannya, tiba-tiba dia kehilangan sesuatu yang dikerjakan dengan waktunya. Pekerjaan adalah bagian besar identitas lelaki. Bersabarlah.

  • Beri Anda waktu untuk menyesuaikan diri

  • Daripada menganggur tidak ada yang mengganggu Anda, sekarang Anda harus berbagi sebagian besar waktu Anda dengan suami yang sudah pensiun. Anda mungkin belum siap untuk itu. Anda mungkin butuh sedikit waktu untuk ‘berduka cita’ kehilangan kebebasan Anda. Para istri terbiasa memiliki kebebasan melakukan apa yang mereka mau dengan waktu mereka. Kehilangan waktu semacam ini dapat terasa seperti kehilangan banyak. Seorang wanita yang menghadapi nasib seperti itu bercerita, “Saya harus membiasakan diri melihat dia sepanjang hari. Itu sulit. Saya belajar banyak tentang menjadi tidak mementingkan diri, dan itu tidak mudah, tetapi lama kelamaan saya menikmati penemanannya. Saya bahkan belajar bersenang-senang memancing bersamanya!” Sepuluh tahun setelah pensiunnya, dia meninggal. Katanya, “Saya akan memberinya apa saja asalkan dia ada di sini lagi.”

  • Anda butuh berunding tentang siapa yang melakukan tugas apa

  • Keadaan itu mempersulit banyak wanita sebab mereka sudah terbiasa memilih kapan mereka ingin melakukan tugas yang berbeda dan bagaimana mengerjakannya. Sekarang mereka harus berbagi tanggung jawab: mencuci pakaian, memasak, bersih-bersih, dan berkebun. Kemungkinan besar dia tidak bersedia melakukannya sama seperti yang Anda kerjakan. Hargailah usahanya. Dia mungkin ragu-ragu melakukan suatu pekerjaan tertentu, maka bantulah dia belajar secara ramah dan lembut. Dia terbiasa dibutuhkan dalam pekerjaanya sekarang merasa menjadi penghalang. Ini adalah rumahnya juga, jadi bantulah dia merasa dibutuhkan dan dikasihi. Dia mungkin memiliki cara lebih baik melakukan tugas itu. Terbukalah untuk belajar darinya juga.

  • Advertisement
  • Duduk dan berunding tentang kebutuhan masing-masing

  • Anda mungkin ingin memulainya dengan mengatakan, “Saya ingin agar kita saling berbagi apa arti hidup di keadaan baru ini, dan apa yang kita masing-masing butuhkan.” Tanyakan kepada suami Anda pertanyaan berikut, “Apa yang sedang Anda alami? Bagaimana saya dapat membantu Anda?” Tetap fokus kepadanya adalah sangat penting sebab Anda yang bertanya. Jangan berbalik memfokuskan pada diri Anda sendiri. Jika dia berkata, “Wah, tidak tahu,” terimalah hal tersebut dan berilah dia kesempatan. Yakinkan dia bahwa Anda siap mengetahuinya. Mintalah dia memikirkannya. Kemudian berilah kesempatan untuk membicarakannya kembali. Jika dia bertanya “Apa yang Anda butuhkan?” jawablah dari sudut “saya”, seperti “saya ingin …. saya butuh … saya mau …” Hindarilah pernyataan yang menyerangnya. “Anda harus begini … atau … begitu.” Berbagi dari sudut “saya” sesuatu yang sedang Anda pikirkan adalah penting.

  • Ingatlah, Anda berdua menikah dengan tujuan untuk bersama

  • Manusia sering lupa akan hal itu. Saat-saat ini dapat merupakan kesempatan sempurna untuk memperbarui saling mengasihi Anda. Lakukan hal-hal yang sedang di depan mata lebih dulu. Pergi berkencan, kadang-kadang berdua, kadang-kadang bersama teman-teman. Bersenang-senanglah sambil duduk berhimpitan di sofa ketika menonton film kegemaran. Perhatikan dan pujilah kebaikannya. Lama-lama semuanya akan pulih kembali. Abaikan hal-hal sepele. Tetap fokus pada yang positif. Tentu saja pertahankan pernikahan Anda dan perlihatkan kepada anak-anak Anda bahwa pernikahan itu indah sepanjang hidup. Melihat keturunan bersama-sama merupakan kepuasan yang tak ternilai.

  • Dengan sedikit polesan, Anda dapat mendatangkan kilau tahun-tahun keemasan Anda. Mulailah sekarang dengan cara berunding sehingga Anda mulai dapat memenuhi kebutuhan masing-masing. Dan banyaklah tersenyum. Berada bersama orang yang bahagia sungguh menyenangkan.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Effian Kadarusman dari artikel asli “Keeping the golden years: Adjusting to your husbands retirement” karya Gary dan Joy Lundberg.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Gary adalah terapis keluarga dan pernikahan berlisensi sementara Joy adalah penulis dan penyair. Mereka sering mengadakan seminar dan menulis buku tentang hubungan, salah satunya "I Don't Have to Make Everything All Better".

Situs: http://garyjoylundberg.com

Tahun-Tahun Keemasan: Menyesuaikan Diri dengan Pensiun Suami Anda

Masa pensiun sering disebut tahun keemasan, tetapi tanpa pengetahuan dan kesiapan masa tersebut dapat berubah menjadi masa kesuraman. Artikel ini berusaha membantu kita mendapatkan kiat tersebut.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr