Dulu dia sahabat tapi kini jadi musuh bebuyutan. Apa yang harus saya lakukan?

Persahabatan pun tidak selalu berjalan mulus. Apa yang harus saya lakukan ketika persahabatan berada dalam perang dingin?

1,382 views   |   12 shares
  • Tidak ada yang abadi, adalah satu-satunya reminder yang harus kita semua ingat dalam kehidupan. Entah kematian atau perpisahan karena tidak sejalan, adalah hal yang mungkin saja terjadi dalam hubungan apa pun, termasuk persahabatan. Risiko menjadi musuh, dengan sahabat kental, sebetulnya tidak setinggi hubungan percintaan, sebab tidak ada komitmen yang mengikat. Namun, bukannya tak mungkin.

  • Sebagian dari Anda mungkin pernah mengalami perseteruan dengan sahabat karib. Tidak jarang perseteruan tersebut berujung pada permusuhan, tapi tidak sedikit pula orang yang berhasil mengatasi percekcokan dalam persahabatan. Nah, apakah Anda merasakan situasi tersebut? Profesor Psikologi dari New York University School of Medicine Irene S. Levine menjelaskan; ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghadapi situasi pertengkaran antarsahabat.

  • Telaah situasi yang terjadi antara Anda dan sahabat.

  • Cobalah untuk berpikir obyektif dan pastikan Anda memang ingin memperbaiki hubungan dengan teman dekat. Jangan terburu-buru berpikir persahabatan Anda telah berakhir.

  • Jika salah satu dari Anda mulai tidak sepaham, itu bukan salah siapa-siapa. Manusia pasti berubah dan tidak selalu bergerak kepada tujuan yang sama, jelas Irene, sebagaimana dilansir dalam Psychology Today. Namun, jika ketidaksepahaman tersebut berlangsung terus-menerus, bisa jadi chemistry antara Anda dan sahabat sudah tidak terjalin. Akibatnya, persahabatan menjadi tidak seimbang sehingga sulit untuk dipertahankan.

  • Setelah Anda mengidentifikasi teman Anda kini menjadi duri tajam, cobalah dan hindari percakapan dengan dia sebanyak mungkin. Tapi sekali lagi, jika dia kebetulan menjadi rekan kerja, ini bisa berubah menjadi sedikit rumit, terutama ketika bekerja di tim yang sama. Jadi, cobalah dan tetap berpegang pada percakapan yang resmi.

  • Jangan marah, gelisah, atau kehilangan rasa percaya diri ketika teman Anda melayangkan tuduhan palsu. Sebaliknya, tetap tenang dan terus melakukan pekerjaan Anda. Kemarahan hanya membuat keadaan menjadi lebih buruk.

  • Bicarakan

  • Jika ada sesuatu yang salah dalam ucapan maupun perbuatan, segeralah dibicarakan baik-baik dengan sahabat Anda. Tidak ada pertemanan yang sempurna di dunia ini. Namun, tidak ada kesalahpahaman yang tidak bisa diperbaiki. Obrolkan dengan jujur padanya.

  • Dengan mengomunikasikan hal-hal yang mengganggu pikiran Anda pada sahabat, Anda berpeluang mencegah masalah kecil berkembang menjadi sebuah problema besar yang dapat menghancurkan tali persahabatan. Katakan padanya apa yang menjadi pokok permasalahan Anda berdua. Mengekspresikan keprihatinan Anda dan memutuskan yang terbaik membuat keadaan jadi kondusif.

  • Advertisement
  • Akuilah

  • Jika Anda adalah pihak yang salah dalam sebuah perseteruan dengan sahabat, jangan gengsi untuk mengakuinya dan meminta maaf. Katakan kepada sahabat bahwa pertemanan Anda berdua memiliki arti yang sangat penting.

  • Tunjukkan penyesalan dengan tindakan konkrit. Tidak ada salahnya ambil waktu sejenak untuk mengajak sahabat makan malam atau kirimkan kartu ucapan dan meminta maaf secara langsung, tutur Irene.

  • Sebaliknya, jika kawan Anda yang menjadi sumber kesalahan, mampukan diri untuk memberi pengampunan. Menyimpan rasa sakit hati dan menolak memberi maaf akan menjadi bumerang yang menyakiti perasaan Anda sendiri.

  • Belajarlah untuk melepaskan rasa kekecewaan terhadap sahabat. Ingatlah hal-hal baik yang pernah dilakukan bersama-sama sahabat tersebut untuk membuat rasa kecewa sedikit terminimalisir.

  • Berikan waktu

  • Jadilah peka terhadap respons yang diberikan sahabat Anda. Jika Anda telah mencoba beberapa kali untuk memperbaiki hubungan dengan sahabat, tapi pendekatan Anda ditolak, tidak ada salahnya mundur sejenak. Berikan waktu kepada sahabat selama beberapa periode, dan cobalah lagi setelah emosinya mulai mereda.

  • Menerima

  • Jika ternyata untuk jangka waktu yang panjang Anda tetap tidak dimaafkan, terimalah keputusannya dan belajarlah untuk move on. Secara bertahap, mulailah mengurangi waktu yang Anda habiskan bersama dan menarik diri dari persahabatan tersebut.

  • Jangan menganggap retaknya pertemanan sebagai sebuah kegagalan. Ingatlah bahwa sebuah persahabatan memiliki awal dan akhir. Persahabatan sampai mati bisa jadi hanya ada di novel atau naskah drama. Bahkan sahabat yang paling kental sekalipun memiliki batas waktu kedaluwarsa. Terkadang, seseorang bahkan merasa lebih lega setelah berhasil lepas dari sebuah pertemanan yang terlanjur korosif, papar Irene.

  • Apapun permasalahan yang Anda hadapi dengan sahabat, tetaplah berkepala dingin. Persahabatan adalah fase hidup yang menyenangkan. Sebab, dengan sahabat, Anda seharusnya mendapat inspirasi untuk menjadi lebih baik, dan bukan sebaliknya.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Dulu dia sahabat tapi kini jadi musuh bebuyutan. Apa yang harus saya lakukan?

Persahabatan pun tidak selalu berjalan mulus. Apa yang harus saya lakukan ketika persahabatan berada dalam perang dingin?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr