Kiat sederhana mengatasi kebosanan dalam perkawinan

Cinta yang menggebu seperti di awal hubungan akan berubah seiring berjalannya waktu pernikahan. Setiap orang akan mengalami periode kebosanan, dan merupakan hal yang lumrah. Maka sebetulnya tidak harus menyerah kok..

752 views   |   3 shares
  • Pada umumnya, hubungan percintaan mengalami kebosanan pada tahun kedua. Begitu menurut artikel yang ditulis Suzanne Harrington, seorang kolumnis di The Guardian. "Sebab, sepanjang dua tahun sajalah cinta yang menggebu bertahan" ujarnya.

  • Dari jatuh cinta pertama kali saat cuaca selalu terlihat cerah, dan setiap lagu terdengar merdu. Hingga akhirnya menikah dan merasa jadi orang paling beruntung di dunia. Dunia seolah milik berdua, dan Anda layaknya saling tergila-gila satu sama lain. Nah, rata-rata manusia kembali lagi normal setelah dua tahun, dalam tinjauan biologis.

  • Setelah itu tiba saatnya cinta menggebu berubah menjadi hubungan jangka panjang. Kekasih berubah menjadi rekan. Dan keromantisan berubah menjadi rutinitas. Puisi-puisi dan lagu cinta berubah menjadi rasa kebersamaan dan bahu membahu menjalani kehidupan. Pada 2013, peneliti dari AS dan Eropa melakukan survey pada 1.761 orang yang telah menikah lebih dari 15 tahun. Hasil akhirnya menemukan bahwa cinta yang tadinya bermakna saling menatap mata dan berpelukan memandang bulan berubah dalam waktu dua tahun menjadi cinta yang teknis, seperti berbagi tugas mengantar anak atau membuang sampah.

  • Jika Anda berhasil melewati tahun-tahun yang datang setelah dua tahun pertama tadi, akan tiba masanya, jatuh cinta menggebu tadi kembali lagi menghampiri Anda, di masa bulan madu kedua, saat anak-anak telah dewasa dan meninggalkan rumah. Hmm...sekitar 20 tahun-an lagi-lah kira-kira. Lalu apa yang terjadi dalam kurun waktu setelah dua tahun hingga masa bulan madu kedua? Naik turun hubungan berusaha bertahan melewati segala kebosanan.

  • Ini yang membuat banyak pasangan berselingkuh di masa-masa itu. Meski sebetulnya, jika disadari, dua tahun cinta menggebu itu terjadi pada setiap pasangan. Termasuk dengan selingkuhan, bukan? Nantinya juga Anda akan merasakan kebosanan yang sama. Lalu mau apa? Selingkuh lagi? Karena itu, psikolog sosial AS, Arthur Aron melakukan eksperimen pada beberapa pasangan. Sebagian diminta untuk melakukan rutinitas biasa seperti memasak, bertemu teman-teman dan menonton film. Sementara sebagian lagi diminta untuk melakukan aktivitas seru seperti ski, menari, menonton konser. Setelah 10 pekan, pasangan yang melakukan aktivitas seru jauh lebih nyaman dalam hubungan ketimbang mereka yang melakukan rutinitas biasa.

  • Jadi sebetulnya, merasa bosan dalam hubungan percintaan merupakan hal yang normal, karena jenis cinta yang dialami memang terus berubah. Karena cintanya berubah, maka kita pun harus terus bergerak mengikuti perubahan itu. Tidak "tertelan hidup-hidup" dalam urusan rumah tangga dan rutinitas. Saling memberi kejutan, bisa jadi hal yang menyegarkan hubungan. Tiket jalan-jalan berdua di akhir pekan dengan pasangan akan menyegarkan hubungan Anda dengannya ketimbang tiket rahasia akhir pekan dengan asisten pribadi Anda.

  • Advertisement
  • "Ubah cara pandang Anda, anggap saja hubungan Anda seperti memelihara hiu yang harus terus diberi makan dan terus bergerak di lautan bebas, tak terperangkap dalam aquarium kecil" kata Suzanne. Berselingkuh, jelas bukan jawaban dari hubungan yang mulai terasa membosankan.

  • Sebuah artikel di Indian Times juga mengungkapkan bahwa jalan-jalan berdua akan terus membuat Anda dan pasangan terus saling mengenal satu sama lain. Sebab, meski sudah menikah tahunan, akan terus ada bagian-bagian kecil dari karakter dan kehidupan pasangan yang bisa digali. Siapkan perjalanan singkat dan pastikan anak-anak dititipkan pada orang terpercaya, agar Anda dan pasangan pun bisa tenang.

  • Selain itu, terus juga segarkan hubungan seksual Anda dengannya. Perubahan mungkin juga dialami Anda dan pasangan dalam kegiatan seksual. Eksplorasi lagi, dan bersenang-senang dapat terus membuat Anda dan dia mampu melepaskan rasa bosan. Tidak hanya mengenai Anda dan dirinya, sesekali biarkanlah suami bersenang-senang dengan sahabatnya seharian atau biarkan istri pergi bersama teman-temannya. Selain pasangan menjadi lebih segar, Anda pun mendapatkan kesempatan untuk merindukannya, bukan?

  • Tidak perlu terlalu serius dalam menjalani kehidupan. Tak semua masalah yang terjadi dalam rumah tangga harus diselesaikan dengan bicara empat mata dan bahkan dengan pertengkaran. Sesekali selesaikanlah dengan tawa dan canda. Terakhir, mengasuh bukan hanya diperuntukkan bagi anak dari orangtua. Namun juga antar pasangan. Tak ada salahnya kan tetap menyediakan segala kebutuhan pasangan Anda, secara konsisten.

  • Saling memijat, membetulkan selimut, pillow talk, ciuman sebelum tidur, atau menyiapkan baju dan sarapan enak tanpa jadwal rutin, dan dilakukan secara spontan akan membuat pasangan betah di rumah bersama Anda. Dan kejutan pun menjadi keseharian yang menyenangkan.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Kiat sederhana mengatasi kebosanan dalam perkawinan

Cinta yang menggebu seperti di awal hubungan akan berubah seiring berjalannya waktu pernikahan. Setiap orang akan mengalami periode kebosanan, dan merupakan hal yang lumrah. Maka sebetulnya tidak harus menyerah kok..
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr