Bagaimanakah seharusnya saya menghadapi perselingkuhan?

Diselingkuhi bisa terjadi karena banyak faktor, dan kerap membuat sakit hati. Namun, ternyata di zaman sekarang ini, perselingkuhan tak melulu jadi alasan perceraian. Namun sebenarnya, bagaimana sih cara menghadapi perselingkuhan?

12,122 views   |   72 shares
  • Diselingkuhi, jelas merupakan cobaan berat dalam menjalani sebuah pernikahan. Kebanyakan pasangan masih berpegang erat dengan komitmen dan keinginan untuk bersama berdua selamanya. Maka, kehadiran pihak ketiga tentunya terasa amat mengganggu dan menyakiti perasaan salah satunya.

  • Harapan yang terlalu tinggi terhadap pasangan, biasanya menjadi bumerang bagi kelangsungan hubungan perkawinan seseorang. Banyak orang terlalu cepat merasa tidak puas dalam kehidupan perkawinan yang mungkin baru saja dijalani beberapa saat. Menghadapi kenyataan hidup yang jauh dari harapan, mereka lantas merasa kecewa dan mulai menyalahkan pasangannya, dan tidak sedikit dari mereka memilih untuk selingkuh.

  • Hal ini dikatakan Whitehead, seorang Psikolog AS yang meneliti tentang hubungan suami istri. Beberapa pakar juga berpendapat, selingkuh tidak hanya soal hubungan seksual. Ada keterlibatan asmara antara dua pasangan yang bukan pasangan resmi bisa dikatakan sebagai bentuk perselingkuhan, misalnya pengungkapan perasaan cinta dan komunikasi intensif yang melibatkan perasaan.

  • Ada beberapa faktor penyebab terjadinya selingkuh yaitu antara lain:

  • 1. Faktor Internal

  • a). Konflik dalam perkawinan yang tidak kunjung selesai dan terus-menerus karena perbedaan latar belakang pendidikan, perkembangan kepribadian, kultur, serta pola hidup.

  • b). Kekecewaan oleh berbagai macam sebab seperti sifat yang berbeda, cara berkomunikasi yang kurang terasa pas.

  • c). Ketidakpuasan dalam kehidupan seksual oleh disfungsi seksual atau penyimpangan perilaku seksual lainnya.

  • d). Problema finansial.

  • e). Persaingan antarpasangan baik dalam karier dan perolehan penghasilan.

  • 2. Faktor External

  • a). Lingkungan pergaulan yang mendorong seseorang untuk mengambil keputusan mencoba menjalin hubungan perselingkuhan, demi tidak mendapat sebutan STS (suami takut istri) di kalangan rekan sepergaulannya.

  • b). Kedekatan dengan teman lain jenis di tempat kerja yang berawal dari saling mencurahkan kesusahan dan kekecewaan dalam rumah tangga.

  • c). Godaan erotis-seksual dari berbagai pihak, rekan kerja dan teman dengan motif tertentu.

  • Nah, saat Anda diselingkuhi, perasaan terluka, kecewa, hilangnya kepercayaan diri, hingga sulit untuk kembali percaya pada pasangan, wajar terjadi. Kepercayaan yang sudah dipupuk, pasti sangat sulit untuk dibangun kembali.

  • "Anda perlu waktu untuk kembali 'normal' dan percaya lagi pada pasangan. Waktu yang dibutuhkan pun bukan dalam hitungan sebentar," tutur Jovita Maria Ferliana, M.Psi, psikolog. Lalu, apa yang harus dilakukan saat mengetahui pasangan berselingkuh dan mengkhianati Anda? Jovita menyarankan untuk tak buru-buru memutuskan bercerai. "Lakukan introspeksi diri dan cari tahu faktor yang memicu pasangan berselingkuh," ujarnya.

  • Advertisement
  • Upaya mempertahankan hubungan dapat dilakukan salah satunya dengan berusaha mencari sisi positif yang dimiliki pasangan. "Saat melihat kekurangan pasangan, cobalah mengingat apa yang pernah membuat Anda jatuh cinta. Meski sulit, memaafkan dan ikhlas adalah kunci yang harus dimiliki untuk mempertahankan bahtera rumah tangga. Ini bila Anda yakin dan memiliki banyak alasan untuk melanjutkan pernikahan."

  • Bila pasangan terlihat mau memperbaiki diri dan ini belum berulang kali terjadi, jangan ragu untuk belajar memaafkannya.

  • "Tak perlu berpura-pura semuanya baik-baik saja. Semua orang tahu, cinta yang dikhianati pasti akan menimbulkan luka. Menyembunyikan perasaan justru akan membuat luka itu semakin perih," ujar Jovita.

  • Dari sudut pandang lain, Menurut Suzie Johnson, seorang pakar hubungan, kepada The New York Post, kondisi pernikahan yang "terbuka" sudah semakin banyak ditemui pada pasangan modern dewasa ini. Johnson mengatakan bahwa menurut studi tahun 2013, sebanyak 50 persen pernikahan tetap bertahan dari karam meski salah satu pasangan telak ketahuan berselingkuh.

  • "15 tahun yang lalu, perselingkuhan sudah pasti alasan utama perceraian, tetapi orang-orang zaman sekarang, itu bukan akhir kehidupan. Banyak pasangan menganggapnya sebagai ujian berumah tangga. Mereka memaafkan pasangan yang selingkuh.Lalu, banyak juga yang menjadikan peristiwa perselingkuhan menjadi pembelajaran diri," urai Johnson.

  • Semakin lama dan semakin banyak yang Anda investasikan dalam sebuah pernikahan, kata dia, entah itu cinta, finansial, waktu, gaya hidup, anak, dan kombinasi semuanya, Anda semakin memiliki banyak alasan untuk toleran. Sifat tidak setia yang berujung pada perselingkuhan ternyata kini tak lagi menjadi faktor utama yang membuat pernikahan kandas di tengah jalan.

  • Jadi bagaimana? Sanggupkah Anda memaafkan pasangan yang berselingkuh kemudian menjalani pernikahan hingga maut memisahkan?

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Bagaimanakah seharusnya saya menghadapi perselingkuhan?

Diselingkuhi bisa terjadi karena banyak faktor, dan kerap membuat sakit hati. Namun, ternyata di zaman sekarang ini, perselingkuhan tak melulu jadi alasan perceraian. Namun sebenarnya, bagaimana sih cara menghadapi perselingkuhan?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr