Kata siapa ibu rumah tangga tak bisa berinvestasi?

Menjadi ibu rumah tangga, seringkali diremehkan dan dianggap tak bisa melakukan hal "keren" seperti investasi. Padahal ibu adalah menteri keuangan di rumah, dan posisi itu harusnya memiliki kesempatan yang lebih besar untuk dieksplor.

833 views   |   2 shares
  • Menjadi ibu, tidak pernah mudah. Ibu bekerja, maupun ibu rumah tangga, kedua profesi ini punya tantangan yang berbeda, dan sama beratnya. Karena itu, terkadang sedih mendengar masih banyak perempuan di luar sana yang mengecilkan arti menjadi ibu rumah tangga, dan pada akhirnya juga tidak peduli dengan urusan keuangan apalagi berinvestasi.

  • Perencana Keuangan dari ZAP Finance Prita Hapsari Ghozie menuturkan bahwa dalam sebuah survei, 84 persen uang keluarga dipegang oleh kaum perempuan. Tetapi hanya 50 persen perempuan yang mengelola keuangannya dengan baik. Dia mengatakan masalah keuangan yang selama ini terjadi di keluarga diakibatkan oleh beberapa faktor, yaitu:

    • Hidup sudah merasa nyaman.

    • Terlalu bergantung pada pekerjaan.

    • Merasa punya banyak tabungan.

    • Tidak punya/terlambat dalam mengelola keuangan.

  • Padahal, sebagai menteri keuangan dalam rumah tangga, penting sekali buat para perempuan untuk jago investasi. Investasi penting untuk masa depan, apa pun bentuknya. Urusan keuangan yang menjadi wilayah ibu-ibu ini, ternyata dapat dikelola dengan apik dan bisa menjadi sumber keuangan keluarga, satu hari nanti. Sekarang, ibu rumah tangga pun dapat berinvestasi. Nilainya, tergantung kemampuan. Sedangkan jenisnya bermacam-macam. Sedapat mungkin, sisihkan dari pendapatan untuk pos ini. Walau misalnya nilai masih kecil, tapi bisa dijadikan latihan yang akan merangsang untuk investasi lebih besar seiring berjalannya waktu. Ada beragam pilihan investasi. Di sini, kita akan lihat beberapa di antaranya yang disarankan untuk ibu rumah tangga.

    • Investasi Emas. Ada banyak penyedia jasa penjualan emas, salah satunya Antam. Emas di sini maksudnya emas batangan. Perhiasan emas tidak masuk hitungan karena mudah turun nilainya jika mengalami kerusakan. Dari berbagai sumber, diketahui data bahwa emas mengalami kenaikan rata-rata sekitar 18 persen tiap tahun.

    • Reksa Dana. Saat in reksa dana menjadi investasi favorit karena bisa dilakukan oleh siapa pun dengan entry level hanya Rp.100.000 hingga Rp.200.000 saja. Prinsip kerjanya adalah menitipkan uang kita pada manajer investasi yang ahli investasi. Pertumbuhannya rata-rata sekitar 25 persen tiap tahun.

    • Properti. Untuk investasi jenis ini, memang diperlukan dana yang besar pada awalnya. Namun, untuk rumah tipe 90 di kawasan pinggiran kota Jakarta, kenaikannya sebesar 16 persen per tahun.

  • Advertisement
  • Jangka waktu untuk menjadi acuan dasar investasi bagi kaum ibu, menurut Prita adalah:

    • untuk jangka waktu 1-2 tahun cocok untuk berinvestasi pada tabungan dan deposito.

    • untuk jangka waktu 2-5 tahun investasi yang cocok adalah sukuk ritel dengan bunga yang didapat 10 persen per tahun.

    • untuk jangka waktu 5-8 tahun bisa menginvestasi pada logam mulia atau rekasa dana campuran moderat dengan suku bunga rata rata 15 persen per tahun.

    • untuk jangka waktu lebih dari 8 tahun kita bisa bermain pada reksa dana campuran agresif dan saham.

  • Apa pun yang kemudian dipilih, intinya, dengan menyisihkan uang setiap bulan untuk investasi, artinya Anda telah menyediakan pos dana yang dapat digunakan di masa mendatang. Seperti kita tahu, biaya pendidikan untuk anak makin melambung, biaya hidup juga merangkak naik. Bukan tidak mungkin 10 tahun lagi, pengeluaran akan berlipat. Untuk itu, berinvestasi dapat menjadi jalan untuk mempersiapkan kehidupan kelak.

  • Sementara, Perencana Keuangan Ligwina Hananto menekankan agar ibu rumah tangga bisa mandiri, dengan cara berdagang. Tidak perlu dimulai dengan banyak modal, malah bisa dengan cara PO alias purchase order sehingga ibu bisa terima modal dulu sebelum produksi. Mulai saja dengan:

    1. Berjualan barang yang Anda suka

    2. Berjualan karena punya banyak teman

    3. Berjualan dengan cara PO

    4. Berjualan barang produksi orang lain.

  • Menurut Ligwina, "Mulainya sih dari dagang. Tapi banyak juga para ibu ini yang dari dagang akhirnya jadi bisnis UKM atau startup. Gak harus disulap jadi bisnis kok. Dagang aja dulu. Nikmatin ketemu orang, banyak ngobrol, kejual syukur, gak juga gak apa-apa. Tanpa ambisi terlalu tinggi. Jangan lagi ketawain teman yang jualan di arisan ya. Dia lagi usaha. Punya uang sendiri!"

Bantu kami menyebarkan

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Kata siapa ibu rumah tangga tak bisa berinvestasi?

Menjadi ibu rumah tangga, seringkali diremehkan dan dianggap tak bisa melakukan hal "keren" seperti investasi. Padahal ibu adalah menteri keuangan di rumah, dan posisi itu harusnya memiliki kesempatan yang lebih besar untuk dieksplor.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr