Ini cara mendidik anak untuk selalu jujur dan terus terang

Kejujuran adalah nilai yang wajib dijunjung tinggi oleh setiap orang. Namun, di masa kanak-kanak, ada kalanya anak merasa takut dimarahi sehingga berbohong.

3,452 views   |   26 shares
  • Anak yang sering berbohong sangat mengganggu dan seringkali membuat orangtua marah. Padahal sebetulnya mengatasi hal ini tidak terlalu sukar. Namun, sebelum mengetahui solusinya, ada baiknya jika kita sama-sama mengenal penyebab anak berbohong.

  • Menurut Dr Laura Markham, penulis buku Peaceful Parents, Happy Kids, alasan seorang anak berbohong kurang lebih sama dengan alasan orang dewasa melakukannya. Mereka merasa hal itu akan membantu, dan membuat orang lain merasa lebih baik. Dan bahayanya, jika si anak terlanjur menganggap bahwa kebohongan adalah strategi yang efektif, mereka akan terus melakukannya.

  • Perlu Anda ketahui juga bahwa anak biasanya belajar berbohong dari orang dewasa. Jadi, biasanya mereka mengetahui kebohongan karena pernah merasa kecewa pada kebohongan yang dilakukan orang dewasa. Contoh yang kita berikan, dilihat dan ditiru. Seperti misalnya menghindari tamu yang datang, atau bahkan membohongi mereka dengan janji-janji palsu. Bisa juga seperti menyuruh anak mengatakan pada tantenya bahwa ia menyukai hadiah yang diberikannya meski sebetulnya si anak tak suka.

  • Anak, pada masa perkembangan awalnya, tidak bisa membedakan "white lies" dengan kebohongan sesungguhnya seperti mengatakan hal-hal buruk sebagai ancaman. Akrab dengan "Kalau tidak mau makan, nanti mama tinggal pergi ya.."? jadi sekeras apa pun usaha kita untuk membuat anak jujur, contoh yang kita berikan adalah guru yang terbaik.

  • Nah, tapi, meski dibesarkan di lingkungan yang jujur, anak juga bisa belajar berbohong sendiri. Karena sebetulnya, bohong adalah salah satu pencapaian dari tumbuh kembangnya. Dalam kebohongan itu, biasanya menandakan bahwa ia telah mampu berkhayal dan memahami bahwa setiap orang bisa memberikan reaksi berbeda tergantung informasi yang dirinya berikan. Jadi kadang anak balita tidak bisa membedakan khayalan dengan kebohongan. Misalnya dengan mengatakan "Aku enggak makan permen kok, itu anjingnya yang makan.."

  • Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk mendidik anak selalu jujur dan terus terang? Salah satu artikel di elitebba.com pernah menjabarkannya:

  • Tetap tenang

  • Saat Anda menemukan anak berbohong, jangan buru-buru marah atau menghukumnya. Tenang dulu dan ingatlah bahwa ia masih belajar. Jika terlalu cepat marah bahkan menghukum, kita akan kehilangan kesempatan untuk mengajari mereka mengapa berbohong itu salah dan ia harus jujur. Bahkan, hukuman malah akan membuatnya menjadi pembohong yang lebih lihai, lho. Sebab anak akan berusaha meningkatkan kemampuan berbohongnya sampai tidak ketahuan

  • Advertisement
  • Hindari pertanyaan menjebak

  • Jika Anda telah mengetahui bahwa ia sedang berbohong, ketimbang memberi pertanyaan menjebak yang membuatnya ketahuan, lebih baik menjelaskan sejujurnya apa yang Anda lihat dan jelaskan baik buruknya. Ini akan membuat anak merasa Anda ada di sisinya.

  • Tidak memberi 'label'

  • Lebih baik Anak mengetahui bahwa Anda tidak suka jika ia berbohong ketimbang menyebutnya pembohong. Anak akan terus merekam label itu di kepalanya.

  • Berikan kesempatan lain

  • Jika ia tertangkap berbohong, berikan kesempatan padanya untuk mengaku dan mengatakan sejujurnya. Anak harus mengerti juga bahwa setiap orang bisa berbuat salah, namun kesalahan bisa diperbaiki.

  • Pujilah kejujurannya

  • Saat ia berkata jujur, jangan diam saja. Berikanlah pujian agar ia mengerti, Anda menghargai kejujurannya. Katakan "Mama tahu sulit untuk mengatakan yang sebenarnya. Mama sangat bangga karena kamu sudah bisa terbuka dan terus terang."

  • Dr Markham pun menambahkan, jika ia berbohong saat menjatuhkan lampu, misalnya. Dan mengatakan bahwa lampu itu jatuh dengan sendirinya, tawarkan saja jawaban versi Anda seperti "Oh, adik bilang mungkin lampunya jatuh sendiri, tapi mama tidak pernah lihat lampu jatuh sendiri, ia kan tidak punya kaki seperti kita. Tapi kadang orang bisa tak sengaja menyenggol lampu saat sedang bermain, bukan?"

  • Lalu berempati dengan perasaan anak juga akan membantunya merasa nyaman. Misalnya dengan bertanya "Adik takut ya saat lampunya jatuh? Adik takut mama marah?" dan ungkapkan bahwa mengatakan hal yang sejujurnya dan terus terang justru akan membuat Anda senang, apa pun itu yang terjadi. Tegaskan bahwa kejujurannya jauh lebih penting daripada lampu apa pun.

  • Mengatakan kepada anak bahwa kejujuran mereka membahagiakan kita, telah terbukti mengurangi kebohongan ketimbang sekadar menjanjikan untuk tidak menghukumnya (meski kita juga harus mengatakan itu, sih..). ingat saja, tujuan kebohongan mereka kan sebetulnya untuk membuat kita senang.

  • Dan yang terakhir, jelaskan bahwa kebohongan akan membuat kita kehilangan kepercayaan. "Kamu dan mama kan saling sayang, saat kita melakukan hal-hal baik, itu membuat kita tambah dekat dan penuh cinta. Tapi kalau kita saling membohongi, akan menjauhkan kita. Itulah sebabnya mama tidak pernah berbohong pada adik. Itu juga kenapa jawaban jujur adik akan buat mama senang. Mama janji enggak akan marah, apa pun kejujuran kamu.."

  • Maka, ingat juga untuk menepati omongan itu. Ya, dengan berkomitmen untuk memberi contoh kejujuran pada anak, tentunya.

  • Advertisement
Anda suka artikel ini? Bagikan..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Ini cara mendidik anak untuk selalu jujur dan terus terang

Kejujuran adalah nilai yang wajib dijunjung tinggi oleh setiap orang. Namun, di masa kanak-kanak, ada kalanya anak merasa takut dimarahi sehingga berbohong.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr