Cara mengajari anak ikut bertanggung jawab soal kebersihan dan kerapian rumah

Bagaimana ya caranya supaya si kecil punya inisiatif membantu bunda menjaga kerapian rumah?

443 views   |   2 shares
  • Setiap orangtua pasti ingin membesarkan anak yang bertanggung jawab. Apalagi, kita juga amat menginginkan hidup di dunia dengan penduduk yang diajari bertanggung jawab sejak dini, sehingga terbawa sampai dewasa, bukan?

  • Jadi sebetulnya bagaimana sih cara membesarkan anak-anak yang bertanggung jawab pada salah satu hal sederhana namun sepertinya sukar sekali dilakukan; membereskan rumah?

  • Menurut Dr Laura Markham, pendiri AHA Parenting, semuanya harus bermula dari cara berpikir kita sebagai orangtua. Mari kita mulai melihat tanggung jawab sebagai sesuatu yang menyenangkan untuk anak, dan bukannya bentuk hukuman. Apalagi sebetulnya, setiap anak, ingin dipercaya dan dianggap mampu bertanggung jawab. Mereka bahkan membutuhkannya untuk memupuk rasa percaya diri, dan membuat hidupnya berarti juga memberi kontribusi.

  • Karena kebutuhannya tersebut, orangtua tak perlu terlalu muluk-muluk. Anda hanya perlu mengajari mereka bahwa sebetulnya si kecil ini juga punya kok, kemampuan untuk berkontribusi. Hal terpenting adalah dengan fokus pada rentang kendalinya, ketimbang tugas-tugas yang Anda berikan pada mereka. Sebab, jika Anda terus meributkan daftar tugas apa yang "harus" dilakukannya, sudah pasti berakhir dengan pertengkaran. Memberikan motivasi dan membantunya untuk terus meningkatkan kemampuan "beberes" akan jauh lebih baik hasilnya.

  • 1. Ajari mereka untuk selalu membersihkan "kekacauan" yang dibuatnya sendiri

  • Berawal dari membantunya, hingga ia mempelajari cara melakukannya sendiri. Ia akan belajar dengan cepat jika Anda bisa tetap ceria dan hangat meski ia baru saja menumpahkan susu ke lantai. Dukung ia untuk membantu Anda membersihkannya dengan mengambilkan lap, misalnya. Katakan "Tidak apa, ayok kita bereskan. Jangan khawatir, Ibu bantu kamu.." akan membuatnya tenang dan membantu Anda akan menumbuhkan rasa tanggung jawab itu.

  • 2. Ingatlah bahwa tak ada anak terlahir dengan keinginan membereskan rumah

  • Kecuali Anda ingin anak-anak berpikir bahwa memberi kontribusi pada kebersihan rumah sebagai tugas yang membosankan, jangan paksa ia melakukannya tanpa Anda, hingga hal itu menjadi bagian dari rutinitas bersama. Tujuan akhir Anda bukan menyelesaikan pekerjaan bebersih, namun membuat anak merasa nyaman dengan berkontribusi juga bertanggung jawab. Berikan dukungan, arahan, bantuan sebanyak yang dibutuhkannya, namun tidak mengerjakannya sendirian, ya.

  • 3. Selalu izinkan anak mencoba "melakukannya sendiri" and "membantu" meski hasilnya tidak rapi__

  • Advertisement
  • Iya, membersihkan tumpahan susu yang lengket tentu bukan hal mudah bagi si kecil, dan Anda pasti "gergetan" ingin melakukannya sendiri. Namun anak-anak butuh dipercaya, dan dukungan untuk bertanggunng jawab. Jadi, bekerjalah bersama mereka hingga si kecil nyaman karena berkontribusi. Ini salah satu bentuk motivasi, lho.

  • 4. Ketimbang memberi order, lebih asyik mengajak anak berpikir

  • Contoh mudahnya: Ketimbang berteriak "Ayoo bereskan mainannya, jangan bikin rumah berantakan!" Anda bisa bertanya "Apa ya yang harus dilakukan kalau bermainnya sudah selesai?" tujuan akhirnya adalah membuat anak fokus pada list rutinitas mereka, dari hari ke hari, hingga mereka terbiasa dan bisa melakukannya tanpa disuruh.

  • Mengajak anak berpikir dengan konsekuensi pun, bisa jadii efektif ketimbang mengatakan "Karena mama bilang begitu" misalnya dengan mengatakan "Yuk kita bereskan bloknya, supaya kalau besok ingin main lagi, kamu tidak repot-repot harus mencari ke sana ke mari"

  • 5. Bangun rutinitas dan struktur

  • Hal ini amat penting dalam kehidupan anak. Salah satunya, memberikan mereka kesempatan yang berulang-ulang untuk mengatur dirinya sendiri melewati runutan tugas tanpa dipaksa. Pertamanya mereka belajar rutinitas sebelum tidur, lalu membereskan mainan, kemudian membereskan tempat tidur sendiri. Pada akhirnya, mereka akan mampu menguasai life skills mendasar lewat pengulangan tugas rumahnya seperti mencuci dan masak.

  • 6. Kerjasama tim dan menjadi role model

  • Nina, penulis blog sleepingshouldbeeasy.com juga pernah membahas hal ini dalam salah satu artikelnya. Bahwa yang terpenting adalah kerjasama tim. Anda tak bisa menyuruh si kecil untuk membereskan mainan dan beberes, sementara Anda sendiri duduk di sofa memegang ponsel. Membantunya, dan mencontohkan akan lebih efektif. Membagi tugas, untuk anak yang lebih besar, juga bisa dilakukan. Misalnya Anda memasak dan mengepel sementara si anak membereskan kamar.

  • 7. Bernyanyi dan menari

  • Stel musik yang riang gembira, lalu mengepellah sambil bernyanyi. Bergoyang sambil melipat baju juga akan menyenangkan.

  • 8. Turunkan volume suara

  • Rasa tak sabar kerap membuat suara tinggi dan melengking. Hal ini tak disukai siapa pun, apalagi anak-anak. Maka tetap jaga intonasi suara kita, apa pun yang terjadi. Tentunya dengan suara yang membuat anak merasa nyaman, mereka akan lebih senang melakukan tugasnya.

  • 9. Jangan ragu memberi pujian

  • Pujilah setiap kemajuan yang dilakukannya. Dan lakukan hal ini dengan spesifik, seperti "Wah kakak baik sekali ya sudah bisa membereskan mainan sendiri ke tempatnya." Tidak perlu ada sogokan atau reward dalam bentuk barang. Pujian, pelukan dan ciuman sebetulnya cukup untuk membuat anak merasa senang dan ingin terus melakukan kebaikannya.

  • Advertisement
Anda suka artikel ini? Bagikan..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Cara mengajari anak ikut bertanggung jawab soal kebersihan dan kerapian rumah

Bagaimana ya caranya supaya si kecil punya inisiatif membantu bunda menjaga kerapian rumah?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr