Ketika Anda tidak bisa menjadikan suami sebagai seorang ayah

Bagi pria, diberi kesempatan menjadi seorang ayah adalah sebuah anugrah namun sekaligus tantangan. Ada kalanya, ia bisa menjadi suami yang baik bagi istri namun sulit menjadi ayah yang baik bagi anak-anaknya.

454 views   |   3 shares
  • Pernikahan yang bahagia bukan hanya berbicara tentang hubungan suami istri, melainkan juga tentang bagaimana hubungan orangtua dengan anak.

  • Bagi pria, diberi kesempatan menjadi seorang ayah adalah sebuah anugrah namun sekaligus tantangan yang tidak mudah. Ada kalanya, ia bisa menjadi suami yang baik bagi istri namun untuk menjadi ayah yang baik bagi anak-anaknya, ia tidak bisa. Padahal, peran dan pengaruh ayah juga sangat penting bagi perkembangan anak.

  • Banyak yang beranggapan, tugas ayah hanya mencari nafkah dan memenuhi semua kebutuhan keluarga. Dan tugas ibulah untuk mendidik, mengurus, merawat, dan membesarkan anak. Padahal, semua yang berkaitan dengan tumbuh kembang anak adalah tugas ayah dan ibu. Perkembangan kepribadian dan emosional anak juga dipengaruhi oleh hubungan interaksi yang dijalin dengan ayahnya.

  • Lalu, bagaimana bila suami Anda ternyata tidak bisa membangun ikatan yang kuat dengan anak-anak? Apa alasan Anda tidak bisa mempercayai suami Anda untuk menjadi seorang ayah yang baik ? Berikut adalah beberapa alasan, ketika Anda tidak bisa menjadikan suami Anda menjadi seorang ayah:

  • 1. Cuek dan acuh

  • Ayah yang baik akan berusaha meluangkan waktu di sela-sela kesibukannya untuk berkumpul, bermain dan berpergian bersama-sama keluarga. Tipe ayah yang tidak perhatian, masa bodoh, dan seolah-olah tidak peduli dengan hal-hal yang berhubungan dengan urusan anak tidak bisa menjadi ayah yang ideal. Kebanyakan suami seperti ini melimpahkan semua tanggung jawab anak kepada istri. Akibatnya, ayah akan kurang mengenal kepribadian dan perkembangan sang anak.

  • 2. Gengsi dan egois

  • Ayah yang gengsi memandikan anak, gensi mengganti popok anak, gengsi menghadiri pertemuan orangtua murid di sekolah, gengsi menemani anak bermain di taman bermain, atau gengsi meminta maaf bila berbuat salah kepada anak, adalah tipe suami yang egois dan tidak mau harga dirinya direndahkan. Tipe suami seperti ini belum pantas menjadi seorang ayah.

  • 3. Temperamen

  • Sudah pasti suami yang temperamen tidak bisa dijadikan seorang ayah. Anak membutuhkan kasih sayang, bukan bentakan, pukulan, omelan, cacian atau teriakan dari ayahnya. Ayah yang baik akan berusaha mengendalikan emosinya dalam situasi tersulit sekalipun. Ayah yang mudah marah, hanya akan membentuk karakter anak menjadi penakut atau bisa saja pemberontak. Sekalipun anak berbuat kesalahan, ayah harus tetap bijaksana dalam memberi hukuman agar tidak merugikan fisik dan psikis anak.

  • Advertisement
  • 4. Jarang berkomunikasi

  • Dalam menjalin hubungan antara ayah dan anak, komunikasi adalah hal yang sangat penting. Tanpa komunikasi yang baik ayah tidak akan mengetahui apa yang dibutuhkan atau apa yang sedang dialami anak. Begitupun sebaliknya. Ayah yang baik akan berusaha untuk meluangkan waktunya untuk mengobrol, menanyakan perkembangan anak di sekolah, menanyakan apa yang dibutuhkan, mendengarkan anak bila sedang bercerita, menunjukkan perhatian lewat telepon, sms atau vidio call saat sedang berjauhan. Berkomunikasilah sesuai usia anak agar anak mudah memahami inti pembicaraan tersebut dan berusaha menjadikan anak sebagai teman agar anak nyaman untuk mengungkapkan semua unek-uneknya.

  • 5. Mengekang

  • Ayah yang terlalu mengekang anak juga tidak bisa menjadi ayah yang baik. Mungkin maksud dan tujuannya baik, tetapi tipe ayah seperti ini hanya akan membuat anak semakin tertekan, tidak percaya diri dan selalu merasa ketakutan bila apa yang dilakukannya tidak seperti ekspektasi sang ayah.

Bantu kami menyebarkan

Melisa adalah lulusan Sarjana Ekonomi UNMER. Saat ini menetap di Sulawesi Barat. Pekerjaannya adalah sebagai istri dan ibu dari kedua buah hatinya. Gemar menulis sejak masih SD, dan menurutnya menulis adalah sarana tepat untuk berbagi pengalaman.

Ketika Anda tidak bisa menjadikan suami sebagai seorang ayah

Bagi pria, diberi kesempatan menjadi seorang ayah adalah sebuah anugrah namun sekaligus tantangan. Ada kalanya, ia bisa menjadi suami yang baik bagi istri namun sulit menjadi ayah yang baik bagi anak-anaknya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr