Hadapi dengan cerdas, 4 hal yang sangat lumrah diributkan dalam rumah tangga

Perselisihan yang dihadapi dengan cerdas akan memperkuat mahligai pernikahan Anda.

1,156 views   |   11 shares
  • Membina biduk rumah tangga tak selamanya mulus bak film romantis yang berakhir "kini hidup bahagia untuk selama-lamanya". Menyatukan dua karakter berbeda dengan peran dan tantangan lebih kompleks dari hidup melajang, tentu menghadirkan aneka potensi konflik yang memusingkan kepala.

  • Dari sekian perdebatan dan perselisihan yang terjadi pada pasangan menikah, inilah 4 hal yang sangat lumrah diributkan dalam rumah tangga. Cermati baik-baik dan carilah solusinya sedari kini.

  • 1. Uang

  • Menikah karena cinta, bercerai karena harta. Sebuah ungkapan yang, sedihnya, diamini oleh banyak pasangan menikah di luar sana. Temuan dari survei yang dilakukan oleh Majalah Moneyterhadap 1010 pasangan menikah di atas usia 25 tahun menyingkap bahwa 70 persen responden berselisih dengan pasangan karena masalah finansial dibandingkan alasan lainnya. Kebiasaan belanja, anggaran rumah tangga, dan hutang kartu kredit menjadi tiga penyebab teratas perselisihan ini. Gabrielle Clemens, seorang penasihat keuangan, menyebutkan bahwa perselisihan rumah tangga karena uang terjadi karena perbedaan sudut pandang suami dan istri tentang pengelolaan keuangan. Berdiskusi dari hati ke hati, terbuka, dan kompak menyamakan tujuan serta langkah pencapaian adalah hal-hal penting yang perlu Anda lakukan dengan pasangan. Sungguh lebih baik lagi jika Anda melakukannya sebelum menikah, untuk membangun komitmen awal tentang isu sensitif ini.

  • 2. Keluarga pasangan

  • Pernikahan sesungguhnya tidak hanya menyatukan dua hati, namun juga dua keluarga. Perbedaan budaya, pola asuh, nilai-nilai, dan karakter pribadi para anggota keluarga besar tak jarang memercikkan api pertengkaran dalam rumah tangga. Bentrok dengan mertua, tak akur dengan ipar-ipar, atau jengah mendengar komentar para sesepuh yang membuat panas telinga dan hati. Daftar pun terus berlanjut. Sharon O'Neill, penulis buku A Short Guide to Happy Marriage, memasukkan tipe perdebatan "pilih menghabiskan waktu dengan keluargaku atau keluargamu" menjadi salah satu perdebatan yang PASTI dialami oleh setiap pasutri. Padahal, menurut O'Neill, dilema untuk memilih salah satu pihak ini kerap membuat kita melupakan keluarga yang sesungguhnya, yaitu keluarga inti Anda sendiri. Mulailah selalu dengan mengutamakan kepentingan keluarga inti Anda dahulu, termasuk anak-anak Anda. Bagaimana jika terlanjur terjadi konflik dengan keluarga pasangan? M. Gary Neuman, penulis buku Connect to Love: The Keys to Transforming Your Relationship,menegaskan bahwa pasutri perlu bersifat proaktif untuk menghadapi masalah ini. Diskusikan dulu dengan pasangan secara terbuka dan pasangan Anda perlu maju sebagai penengah dalam konflik ini. Bagi Anda yang akan menegur anggota keluarga yang berseteru dengan suami atau istri Anda, ingatlah untuk bersikap netral, tidak memihak kepada pasangan maupun orangtua Anda, sambil menyampaikan maksud Anda dengan jelas dan tegas. Sebagai seorang menantu dan ipar, tahan ekspektasi berlebihan Anda. Memang, mereka tak sama dengan orang ua dan saudara kandung Anda. Cinta Anda pun mungkin tak dapat serta merta sebesar kepada keluarga Anda sendiri, namun Anda perlu dan harus belajar mencintai mereka, dengan segala kekuatan dan kelemahan dalam karakter mereka.

  • Advertisement
  • 3. Kurangnya keintiman

  • Belenggu rutinitas, ketergantungan pada gadget, atau hobi yang diagungkan, menjadi serangkaian penyita perhatian Anda terhadap pasangan. Tanpa Anda sadari, jarak di antara Anda semakin melebar, kejenuhan hubungan datang, dan keretakan tak lagi dapat dihindari. Sumber utama kecemburuan dan awal perselingkuhan kerap muncul dari kurangnya keintiman antara pasutri. Sayangnya, banyak di antara kita yang mendambakan perhatian dari pasangan, tetapi terlalu malu atau gengsi untuk menyadarkan mereka akan kebutuhan ini. Padahal keterbukaan dalam hal ini akan menyelamatkan pernikahan Anda dari ancaman perpisahan, lho! Tammy Nelson, penulis buku The New Monogamy: Redefining Your Relationship After Infidelity

  • ,menyarankan untuk melakukan kebiasaan kecil ini. "Sampaikan kepada pasangan setiap hari, 3 hal tentang mereka yang membuat Anda bahagia hari itu atau yang paling Anda hargai dari mereka. Minta mereka untuk melakukan hal yang sama, " begitu saran Nelson. Saling mengapresiasi dan menunjukkan perhatian Anda akan detail hidup mereka akan membawa hubungan ke arah positif. Sebaliknya, selalu hindari pertengkaran tentang urusan ranjang dengan pasangan Anda. Amy Begel, seorang konselor pernikahan dan keluarga, menjuluki perdebatan tentang seks pada pasangan menikah adalah satu hal yang sia-sia. Pertengkaran tentang keintiman di atas ranjang hanya membangkitkan energi negatif dalam hubungan Anda, bahkan mematikan percikan asmara Anda dalam sekejap. Jika ada masalah dalam area ini, bicarakan dengan hati-hati dengan menghargai kata hati masing-masing dan saling berkompromi, bukan mencari kesalahan satu sama lain.

  • 4. Pekerjaan rumah

  • It takes two to tango. Rumah pun tidak hanya menjadi beban satu pihak belaka. Hal ini yang kerap menjadi penyulut keributan rumah tangga. Suami membiarkan istri berpeluh kesah membersihkan rumah, mencuci, memasak, dan menjaga rumah bersih serta rapi. Atau istri tak mau bergerak membersihkan halaman dengan dalih "ini adalah pekerjaan kaum Adam?" Vanessa van Edwards dalam artikelnya, mencantumkan pekerjaan rumah sebagai salah satu penyebab pertikaian rumah tangga. Ia mengemukakan pentingnya bagi pasangan menikah untuk "berselisih dengan cerdas" dengan memfokuskan masalah dan mencari akar permasalahan di balik perdebatan yang terlihat sepele. Misalnya, saat istri Anda mengeluhkan betapa lelahnya ia mengurus rumah, ajukan pertanyaan "Mengapa" untuk menggali apa sebenarnya yang terjadi di balik kekecewaannya. Bisa jadi ia kehilangan waktu bersenang-senang untuk dirinya sendiri, atau ia perlu uluran tangan Anda untuk hal-hal yang di luar kekuasaannya. Atau sebenarnya, ia mendambakan apresiasi atas kerja kerasnya. Cobalah cara-cara ini jika pasangan Anda tak sadar bahwa Anda menanti kontribusinya dalam pekerjaan rumah tangga. Duduklah tenang berdua dengan kepala dingin dan mulailah mengatur pembagian kerja yang realistis. Selalu ucapkan terima kasih atas segala usaha Anda dan pasangan. Kelola ekspektasi Anda, pentingkan selalu keharmonisan rumah di atas kesempurnaan yang mustahil selalu ada dalam genggaman.

  • Advertisement
  • Perselisihan yang dihadapi dengan cerdas akan memperkuat mahligai pernikahan Anda. Anda dan pasangan akan semakin memahami karakter masing-masing. Di balik badai, ada pelangi yang siap menyapa, jika kapal Anda tetap berani mengarungi dengan kendali teguh di tangan Anda berdua.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Hadapi dengan cerdas, 4 hal yang sangat lumrah diributkan dalam rumah tangga

Perselisihan yang dihadapi dengan cerdas akan memperkuat mahligai pernikahan Anda.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr