Ayo bangun empati anak sejak usia dini

Banyak cara saat membangun sikap empati pada anak, salah satunya dengan cara di bawah ini.

257 views   |   shares
  • Saya masih ingat saat kecil dulu, Ayah rutin membacakan buku dan mendongeng tokoh karangannya sendiri. Ia meniru tingkah laku binatang yang menggambarkan berbagai perasaan seperti sedih, gembira, marah dan sebagainya. Saat tidak sadar saat itu, namun hal tersebut cukup melatih saya untuk menjadi pribadi yang berempati dan memiliki perhatian besar terhadap orang sekitar. Saya juga lebih peka terhadap emosi dan perasaan orang-orang di sekitar saya.

  • Banyak cara lain yang dilakukan orang tua untuk membangun rasa empati pada diri anak. Salah satunya seperti yang dilakukan pasangan Mario Manoch dan Nakita Massardi. Berawal dari ajakan suatu komunitas pelayanan ke panti jompo, membuat mereka memiliki ide untuk memulai pelayanan dalam keluarga kecil mereka dan membentuk Kindness Goodness.

  • "Kindness Goodness memiliki arti kemurahan dan kebaikan. Aktivitas ini merupakan bentuk pelayanan keluarga kami kepada Tuhan dan sesama. Setiap saat kami siap mengambil dan menyalurkan sumbangan bagi yang membutuhkan", ujar Mario.

  • Mereka menerima berbagai donasi kecuali uang, mulai dari barang-barang bekas layak pakai, seperti baju, mainan, buku, peralatan bayi, selimut, kasur, kursi roda, kebutuhan sehari-hari seperti sembako, frozen food, snack, susu, peralatan mandi, dan sebagainya.

  • "Kami mendokumentasikan setiap kegiatan Kindness Goodness pada media sosial, seperti pada akun Instagram @kindnessgoodness dan akun pribadi lainnya. Tanpa kami duga, teman-teman ikut me-repost kegiatan ini dan menjadi viral di internet." tambah Nakita.

  • Dari situ donasi pun berdatangan walaupun mereka tidak secara khusus mencari donatur dan mereka selalu siap kapan saja untuk mengambilnya. Kemudahan inilah yang membuat banyak orang ikut berpartisipasi untuk berdonasi. Tak jarang pula teman-teman ikut serta membantu mereka saat menyerahkan donasi ke panti jompo atau panti asuhan.

  • Bagi donatur yang tinggal di luar kota, mereka akan menanggung ongkos kirim barang dan hingga saat ini donatur dari luar kota semakin bertambah, seperti dari Bandung dan Bali. Kegiatan yang dimulai dari ide sederhana ini merupakan contoh yang memberikan dampak yang besar bagi orang-orang di sekitar mereka, terutama bagi anak mereka, Dylan Maka Manoch, yang berumur 2 tahun.

  • "Saat kami mengajak Dylan ke panti asuhan untuk pertama kalinya, mungkin dia belum mengerti bahwa teman-temannya di panti tidak memiliki orang tua. Tapi Dylan mampu menunjukan rasa empati dengan bermain bersama dan berbagi makanan. Padahal dalam aktivitasnya sehari-hari, ia masih sulit untuk melakukannya." ujar Nakita.

  • Advertisement
  • ROLE MODEL

  • Setiap orang tua berperan sebagai role model yang menjadi panutan anak. Tanpa kita sadari anak mengamati setiap perilaku orang tuanya. Karenanya, berhati-hatilah saat berbicara di depan anak. Jangan sekali-sekali mengeluarkan kata-kata kasar saat menilai orang lain karena hal ini akan mengajarkan anak untuk menciptakan 'label' dan perbedaan terhadap orang lain, seperti "Nak, jangan main dengan si A, dia nakal!"

  • Juga pada saat anak bersikat judgemental terhadap kawannya, bangun pikiran positif dan kepercayaan diri anak agar tidak melabeli temannya dengan sebutan 'bandel', 'nakal' dan lain sebagainya.

  • HARAPAN ORANGTUA

  • Saat orang tua aktif membangun hubungan yang kuat dengan anak. Anak akan terbiasa untuk berinteraksi dengan sesama dan sikap empatinya akan terus berkembang pada tahun-tahun pertama kehidupannya.

  • Seperti apa yang dipelajari Dylan dari orang tuanya, bahwa hal positif dari kebersamaan akan membuat Dylan bahagia. "Saat bertemu dengan penghuni panti, kami hanya berpikir kedatangan kami bisa menjadi berkat buat mereka. Kami tidak menunjukkan kesedihan. Kami hadir untuk bermain bersama dan berbagi kebahagiaan." ujar Nakita.

  • Seiring bertambahnya usia, anak akan memiliki keterampilan sosial-emosional yang baik dan mengerti bahwa setiap orang memiliki pemikiran dan perasaan yang berbeda dengan dirinya seperti terkejut, kesal, senang, sedih, marah dan anak akan mampu merespon suatu kondisi dengan cepat.

  • "Kami berharap Dylan dapat meneruskan aktivitas Kindness Goodness hingga ia dewasa, sehingga ia dapat tumbuh menjadi pribadi yang taat dengan Tuhan, rendah hati, mandiri, penuh kasih, dan yang terpenting Dylan mampu menjadi pelayan Tuhan dengan melayani sesama." tutup Mario diakhir perbincangan kami.

Bantu kami menyebarkan

Setelah melahirkan Raphael, Celerina memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga dan mengurus buah hatinya tanpa bantuan baby sitter. Disinilah ia kemudian menemukan passion-nya yang baru yaitu memasak khususnya menu MPASI (Makanan Pendamping ASI)

Ayo bangun empati anak sejak usia dini

Banyak cara saat membangun sikap empati pada anak, salah satunya dengan cara di bawah ini.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr