Cermati obat demam sebelum memberikannya kepada anak

Tatkala anak Anda dilanda demam, salah satu yang terbersit di benak Anda adalah segera meminumkannya obat demam. Tahan dulu pemikiran Anda dan kenali dulu fakta-fakta mengenai obat demam serta tata laksana pemberiannya sebagai obat bebas.

292 views   |   2 shares
  • Pernahkah Anda panik ketika anak Anda demam? Anda tidak sendiri. Banyak orangtua yang panik menghadapi reaksi tubuh yang satu ini. Demam sebenarnya bukanlah sebuah penyakit. Demam adalah reaksi alami tubuh terhadap masuknya "benda asing" ke dalam tubuh yang mengganggu metobolisme. Benda asing ini dapat berupa bakteri, virus, atau adanya gangguan dalam sistem organ itu sendiri. Tubuh dikatakan mengalami demam, jika menunjukkan suhu tubuh di atas suhu normal, sekitar 37,5 derajat Celsius untuk bayi dan anak-anak.

  • Tatkala anak Anda dilanda demam, salah satu yang terbersit di benak Anda adalah segera meminumkannya obat demam. Tahan dulu pemikiran Anda dan kenali dulu fakta-fakta mengenai obat demam serta tata laksana pemberiannya sebagai obat bebas.

  • 1. Guna obat demam

    • Banyak orang mengira obat demam bekerja untuk menurunkan suhu tubuh yang terlalu tinggi dengan memerangi penyebab demam. Padahal, yang terjadi adalah obat demam hanya "menyamankan" penderita dengan mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan, misalnya sakit kepala, nyeri sendi, dan sejenisnya.

    • Penyebab demam akan diperangi sesuai jenisnya, contohnya antibiotik untuk infeksi bakteri atau anti virus.

    • Terjadinya penurunan suhu tubuh setelah pemberian obat demam adalah efek terhambatnya enzim siklooksigenase dan menyebabkan penurunan hormon prostaglandin pada bagian otak (hipotalamus), sehingga pengatur suhu tubuh merespons dengan "menurunkan" suhu tubuh secara alami.

    • Apabila penyebab demam belum diatasi, suhu tubuh akan kembali naik ketika efek obat demam telah habis.

  • 2. Jenis obat demam

    • Ada dua jenis zat aktif yang umum digunakan sebagai obat demam. Pertama, asetaminofen atau populer dengan nama parasetamol dan kedua, ibuprofen.

    • Seperti tertulis pada artikel NPS Medicinewise, parasetamol banyak digunakan karena keamanan yang lebih baik dari ibuprofen dan tersedia dalam berbagai jenis sediaan, baik oral (sediaan minum) maupun rektal (sediaan yang diberikan lewat dubur). Namun, ibuprofen memiliki efek anti inflamasi yang tidak dimiliki oleh parasetamol.

    • Selain itu, ibuprofen memiliki waktu aksi yang lebih cepat dari parasetamol, yaitu sekitar 15 menit dibandingkan dengan parasetamol yang bereaksi setelah 30-60 menit.

    • Hati-hati terhadap efek samping Ibuprofen yang lebih keras dari parasetamol, umumnya menyebabkan mual, muntah, dan diare.

    • Diskusikan dengan dokter anak Anda mengenai pilihan pengobatan darurat demam yang perlu Anda sediakan di rumah.

  • Advertisement
  • 3. Dosis pemberian

    • American Academy of Pediatrics (AAP) menyebutkan bahwa pemberian obat demam umumnya dilakukan saat suhu anak mencapai 38,3 derajat Celsius.

    • Untuk anak di bawah usia 2 tahun, selalu konsultasikan pemberian obat demam kepada dokter anak Anda.

    • Jika Anda memberikan obat demam secara mandiri kepada anak Anda (yang telah berusia 2 tahun atau lebih), gunakan pedoman perhitungan dosis menurut berat badan.

    • Untuk parasetamol, dosis anak adalah 10-15 mg per kg berat badan, pengulangan setiap 4-6 jam dengan maksimal 5 dosis pemberian dalam 24 jam.

    • Untuk ibuprofen, dosis anak adalah 4-10 mg per kg berat badan, pengulangan setiap 6-8 jam dengan maksimal 3 dosis pemberian dalam 24 jam.

    • Jika Anda tidak mengetahui pasti berat badan anak, tanyakan kepada dokter anak Anda atau ikuti petunjuk pada kemasan.

    • Berikan obat menggunakan pipet atau sendok obat dengan skala terukur untuk ketepatan dosis pemberian guna meningkatkan optimalitas dan menghindari efek samping berlebih.

  • Contoh pengukuran dosis pemberian adalah sebagai berikut

  • Seorang anak usia 6 tahun dengan berat badan 24 kg, akan meminum parasetamol dalam bentuk sirup dengan kandungan 120 mg per 5 ml (informasi kandungan tertera pada kemasan). Dosis minimal parasetamol per satu pemberian : 24 x 10 mg = 240 mg Konversi ke ml : (240 mg / 120 mg) x 5 ml = 10 ml Dosis maksimal parasetamol per satu pemberian : 24 x 15 mg = 360 mg Konversi ke ml : (360 mg / 120 mg) x 5 ml = 15 ml

  • 4. Batasi pemakaian

    • Obat demam bukanlah suplemen, hindari pemberian obat demam dalam jangka panjang.

    • Penggunaan obat demam secara jangka panjang akan membahayakan sistem organ anak Anda, seperti lambung, ginjal, bahkan menimbulkan efek toksik dan overdosis yang dapat merenggut jiwanya.

    • Jika sudah 2-3 hari demam tak kunjung reda, atau muncul gejala gawat darurat lainnya seperti kejang, muntah, diare, hilang kesadaran, dan sebagainya, segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan lebih lanjut.

  • Obat bak pedang bermata dua. Ia akan berguna jika kita bijak dan cermat memakainya. Sebaliknya, ia dapat menjadi racun dan membahayakan nyawa saat kita menggunakannya tanpa aturan dan tidak mengindahkan keamanan.

  • Sumber referensi : American Academy of Pediatrics (AAP), Medscape Ibuprofen, Medscape Acetaminophen, American Family Physician, American Journal of Medicine_

  • Advertisement
  • Baca juga

  • Anak Anda demam? Hadapi tanpa kepanikan
Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Cermati obat demam sebelum memberikannya kepada anak

Tatkala anak Anda dilanda demam, salah satu yang terbersit di benak Anda adalah segera meminumkannya obat demam. Tahan dulu pemikiran Anda dan kenali dulu fakta-fakta mengenai obat demam serta tata laksana pemberiannya sebagai obat bebas.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr