Asah kecerdasan visual-spasial anak. Apa itu dan bagaimana caranya?

Bermain pun dapat memberikan pelajaran yang berguna untuk perkembangan kecerdasan kognitif anak.

718 views   |   4 shares
  • "Gwen, bola warna apa itu? Merah ya. Gwen bisa taruh bola itu di keranjang merah?" tanya mama. Gwen pun berlari sesaat menuju keranjang berwarna kuning, lalu ia berhenti dan berbelok memasukan bola tersebut ke keranjang merah. Gwen yang berusia tiga tahun telah mengalami tahap pertumbuhan yang baik termasuk perkembangan kognitifnya.

  • Howard Gardner,

  • tokoh pendidikan dan psikologi mencetuskan teori multiple intelligences(kecerdasan majemuk). Teori ini terkenal di kalangan pendidik karena menawarkan model untuk bertindak sesuai dengan keyakinan bahwa semua anak memiliki kelebihan.

  • Dalam bukunya, Frame of Mind: The Theory of Multiple Intelligences yang diterbitkan tahun 1983, Ia mendefinisikan kecerdasan sebagai kemampuan untuk memecahkan suatu masalah suatu menciptakan suatu (produk) yang bernilai dalam suatu budaya. Gardner menyatakan ada 7 jenis kecerdasan, antara lain:

    • Kecerdasan bahasa (linguistik): kemampuan untuk berpikir dalam kata-kata dan menggunakan bahasa untuk mengungkapkan dan mengapresiasi makna yang kompleks.

    • Kecerdasan Logika-Matematika: kemampuan untuk menghitung, mengukur, mempertimbangkan dalil atau rumus, hipotesis dan menyelesaikan operasi matematik yang kompleks.

    • Kecerdasan Intrapersonal: kemampuan untuk membangun anggapan yang tepat pada seseorang dan untuk menggunakan sejenis pengetahuan dalam merencanakan dan mengarahkan hidup seseorang.

    • Kecerdasan Interpersonal: kemampuan untuk memahami orang dan membina hubungan yang efektif dengan orang lain.

    • Kecerdasan Musikal: kepekaan terhadap melodi, irama, dan nada.

    • Kecerdasan Visual-Spasial: kemampuan untuk mengindera dunia secara akurat dan menciptakan kembali atau mengubah aspek-aspek dunia tersebut.

    • Kecerdasan Kinestetik: kemampuan untuk menggunakan tubuh dengan terampil dan memegang objek dengan cakap.

  • Lalu di tahun 1990, Gardner menambahkan kecerdasan kedelapan dalam teorinya yaitu, Kecerdasan Alam (Naturalis), kemampuan untuk mengenali dan mengklasifikasi aneka spesies, tumbuhan (flora) dan hewan (fauna) dalam lingkungan.

  • Kemampuan batita seperti Gwen dalam membedakan warna termasuk dalam kecerdasan visual-spasial. Kecerdasan ini merupakan poin penting dalam tahap perkembangan kognitif anak. Dengan mempelajari konsep persamaan dan perbedaan, ia akan menangkap, memahami dan mengolah informasi dari pengamatan visual yang dilakukan sehingga akan semakin pintar mengenali bentuk, warna, ruang, bangunan dan garis.

  • Advertisement
  • Tak sedikit orang tua yang berpendapat bahwa menstimulasi anak melalui permainan persamaan dan perbedaan adalah kurang begitu penting. Tidak jarang mereka berujar, "Nanti juga dia akan bisa sendiri, jangan paksa untuk belajar". Sedangkan mengenalkan dan melatih kemampuan visual-spasial ini mampu mengasah bakat dan minat anak, tentu dengan cara atau permainan yang disukai oleh masing-masing anak.

  • MENSTIMULASI DENGAN PERMAINAN

  • Gunakan setiap kesempatan yang ada untuk menstimulasi kemampuan visual-spasialnya. Selain lewat bermain, kegiatan sehari-hari dapat dijadikan sarana untuk belajar. Seperti saat Anda mengajaknya ke supermarket, ajaklah ia ke rak buah atau sayuran. Ajak ia mengenali warna dan bentuk berbagai macam buah dan sayuran yang ada di sana. Ulang kembali di rumah dengan buah dan sayuran yang Anda beli, atau lewat buku-buku bergambar aneka bentuk dan warna.

  • Anda pun dapat membuat permainan sendiri. Jika anak suka menggambar, bebaskan ia untuk bermain cat warna-warni. Jika anak Anda hobi dengan segala hal berbau kereta, buatlah kereta berbentuk kubus warna-warni bersamanya. Bagi anak yang suka tantangan, ajak ia bermain bersama beberapa temannya seperti permainan mencari barang yang tersembunyi.

  • Yang perlu Anda perhatikan adala, jadikan kegiatan belajar bermain ini sebagai aktivitas yang rileks dan menyenangkan. Gunakan perintah sesederhana mungkin agar apa yang Anda sampaikan akan mudah diterima dan dipelajari oleh si kecil. Selamat bemain!

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Setelah melahirkan Raphael, Celerina memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga dan mengurus buah hatinya tanpa bantuan baby sitter. Disinilah ia kemudian menemukan passion-nya yang baru yaitu memasak khususnya menu MPASI (Makanan Pendamping ASI)

Asah kecerdasan visual-spasial anak. Apa itu dan bagaimana caranya?

Bermain pun dapat memberikan pelajaran yang berguna untuk perkembangan kecerdasan kognitif anak.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr