Bicarakan keuangan sebelum menikah. Penting atau tabu?

Menikah butuh cinta, namun juga kejujuran. Termasuk dalam hal kondisi keuangan masing-masing. Sebab nantinya, pasangan akan berbagi segalanya. Sayangnya, hal ini masih kerap dianggap tabu, karena keuangan sering disebut hal pribadi.

1,055 views   |   16 shares
  • Menikah artinya berbagi segalanya, termasuk jujur dalam hal keuangan. Karena itu, tak hanya cinta, kasih sayang, dan segala hal terkait keuangan yang harus dipertimbangkan sebelum menikah. Namun juga kondisi keuangan diri sendiri dan pasangan. Mengetahui dan memahami kondisi keuangan masing-masing, akan membantu jalannya diskusi untuk proyeksi kehidupan ke depannya.

  • Sebab, harus dipahami ketika menikah, berarti Anda dan pasangan akan menyatukan sumber penghasilan, pengeluaran dan juga menyatukan tanggungan lain seperti hutang. Untuk itu sebelum memutuskan menikah, Anda harus tahu dulu di mana kaki berpijak. Apakah penghasilan yang sekarang sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan Anda, atau masih saja kurang? Langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah melakukan audit sederhana pada keuangan. Catat semua pendapatan dan pengeluaran, kemudian analisalah - apakah hasilnya timpang, seimbang, atau masih ada sisa uang yang bisa disimpan?

  • Selain itu, Anda juga harus bisa memproyeksikan kondisi keuangan di masa depan. Dengan penghasilan yang sama, apakah keuangan Anda berdua tetap akan sehat setelah menikah? Jika tidak, berarti Anda harus mencari cara untuk menambah penghasilan. Ketahui kondisi keuangan Anda, lalu bersama calon sama-sama perkirakan sendiri bagaimana jadinya jika Anda berdua sudah bersama.

  • Karena itu, keterbukaan amat diperlukan. Sebuah penelitian dilakukan melalui survei terhadap 1.002 pasangan di Amerika Serikat selama 12 bulan. Studi yang digarap oleh perusahaan kredit, Experian ini menunjukkan jika kebanyakan pria menyembunyikan masalah finansialnya kepada tunangannya. 40 persen mengatakan mereka baru tahu tentang kredit pasangannya setelah resmi menikah. 40 persen lainnya mengaku stres melihat kredit pasangannya sebelum menikah.

  • 33 persen responden mengaku terkejut setelah mengetahui kebiasaan pasangannya dalam menghabiskan uang. Sementara 25 persen tak tahu pendapatan tahunan pasangan. Meskipun begitu, 92 persen mengatakan jika pemasukan yang stabil adalah hal yang lebih krusial untuk dilihat dari seorang pasangan. "Mengetahui laporan keuangan masing-masing akan membantu pasangan membuat rencana masa depan bersama dan memberi mereka peluang untuk mengambil langkah menuju manajemen keuangan yang lebih baik," ujar Direktur Edukasi Publik di Experian, Rod Griffin.

  • Selain pendapatan, tabungan, hutang, untuk melakukan proyeksi keuangan di masa depan setelah menikah, penting juga bagi pasangan untuk saling mengetahui kebiasaan keuangan masing-masing. Contohnya adalah dengan mengenal pasangan saat membelanjakan uangnya, membayar makan bersama, hingga bantuan finansial yang diberikan kepada keluarga atau teman.

  • Advertisement
  • Nah, karena itu, kondisi keuangan yang terkait ekonomi keluarganya juga patut diketahui. Sebab ingatlah, saat menikah nanti, keluarganya akan menjadi keluarga Anda juga dan sebaliknya. Apakah pasangan Anda masih membiayai keluarganya, atau membiayai kehidupan adiknya. Bicarakan sejak dini bagaimana hal ini akan berlangsung setelah menikah.

  • Setelah itu, penting juga untuk rencana penngaturan keuangan keluarga. Misalnya siapa yang akan membayar cicilan atau kontrakan, tabungan untuk dana melahirkan, rencana membeli rumah atau mobil, hingga jumlah gaji yang akan diberikan suami ke istri. Sebelum menikah, Anda dan calon pasangan wajib saling bertukar pandangan soal berhemat dan boros. Di situlah gunanya proses saling mengenal.

  • Pastikan Anda dan pasangan berada pada halaman yang sama soal membangun rumah tangga sebelum menikah. Itu artinya Anda dan dia punya mimpi dan rencana yang sama baik dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. Bicara tentang keuangan memang kerap masih dianggap tabu. Namun bukan berarti Anda bisa tutup mata dan membiarkan semua berjalan sendiri, begitu saja, tanpa dibahas. Sebab terkadang bukan perkara angkanya, namun kondisi emosi dan psikologis. Anda juga tak perlu malu jika pendapatan tak sebesar pendapatan yang ia miliki. Dan tak perlu membuat dia tertekan apabila ternyata Anda yang memiliki pendapatan yang lebih tinggi.

  • Menikah bukan soal bahagia aja, Anda juga harus mengatur dari awal bagaimana pola komunikasi jika terjadi masalah keuangan nantinya, kapan waktu yang tepat untuk bicara soal uang. Lagi pula, jika Anda benar-benar cinta dan peduli padanya, juga pada kehidupan rumah tangga Anda ke depannya, maka keterbukaan dan menyingkirkan ego perihal keuangan akan membantu membangun rumah tangga dengan fondasi keuangan kuat hingga mempersiapkan kemungkinan terjadinya risiko-risiko yang tak diinginkan, bukan?

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Bicarakan keuangan sebelum menikah. Penting atau tabu?

Menikah butuh cinta, namun juga kejujuran. Termasuk dalam hal kondisi keuangan masing-masing. Sebab nantinya, pasangan akan berbagi segalanya. Sayangnya, hal ini masih kerap dianggap tabu, karena keuangan sering disebut hal pribadi.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr