Meminta suami keluar dari pekerjaannya. Pantaskah?

Anda gemas melihat suami bekerja siang malam, namun tidak mendapatkan gaji sepantasnya. Tapi apa yang harus dilakukan jika hal ini hanya dapat dilihat oleh Anda, dan tidak olehnya? Haruskah Anda memintanya cari pekerjaan lain?

816 views   |   6 shares
  • Tugas istri kerap disebut "manut" pada suami. Bahkan di dalam pribahasa Jawa sering disebut, "Surga nunut, neraka katut" artinya jika suami masuk surga maka istri masuk surga, begitu juga dengan neraka. Ini sering menjadi pesan yang disampaikan pada kaum perempuan agar menuruti suami. Namun bagaimana jika suami bekerja hingga larut malam, bahkan kadang tak pulang, tetapi gajinya tidak juga naik, dan kehidupan keuangan tetap mengalami kesulitan?

  • Jika dibahas, ia akan marah dan merasa bahwa itulah kesukaannya. Ia bekerja di tempat yang ia senangi, dan ia tak merasa harus pindah kerja. Meski Anda sudah mengingatkan bahwa pekerjaannya tak menjanjikan. Apakah ini berarti Anda membangkang? atau suami belum dewasa dan tidak tahu kewajibannya?

  • Anna Surti Ariani, Psi, berpendapat bahwa permasalahan istri yang menganggap pekerjaan suami tidak menjanjikan atau kasarnya tidak "jelas", memang kerap terjadi dalam rumah tangga.

  • Akan tetapi, ia mengingatkan bahwa permasalahan seperti ini harus disikapi secara utuh. Karena bisa saja terjadi kesalahpahaman. Faktanya, kedewasaan memang tak selalu identik dengan usia. Saat usia pria lebih lanjut dibandingkan wanita pun, tak menutup kemungkinan ada keluhan mengenai suami yang terkesan belum dewasa atau masih berpikir pendek. Termasuk dalam hal memilih pekerjaan.

  • Kata Anna, yang pertama harus dilakukan adalah mendorong baik secara langsung maupun tidak langsung. Pertama berkaca dulu, apakah Anda terlalu menuntut suami? Jangan membandingkan penghasilan suami dengan suaminya teman, karena ini tandanya Anda egois. Teliti dahulu dari mana Anda menilai pekerjaan suami tak menjanjikan. Apakah dari gaji? Bila gaji suami memang tak bisa memenuhi kebutuhan primer Anda, Anda wajar khawatir.

  • Tapi bila gaji suami sebetulnya cukup untuk kebutuhan pokok, liburan di akhir pekan, menabung, serta masih bisa disisihkan untuk asuransi dan investasi, sementara Anda tak puas karena tak bisa membeli barang branded atau liburan ke luar negeri seperti yang dilakukan teman Anda, artinya Anda memperlakukan suami dengan tak adil.

  • Nah, bila memang gaji suami ternyata di bawah UMR, tak cukup menutupi kebutuhan keluarga Anda, atau tak sepadan antara beban dan jam kerja berbanding gaji yang didapatkan, berarti ini memang saatnya meminta suami pindah dan mencari pekerjaan yang lebih menjanjikan.

  • Meski hati kesal, tapi jangan dilampiaskan begitu saja. Agar tak berujung pada konflik, Anda harus menjaga pilihan kata dan intonasi saat Anda hendak membantunya. Sikap yang menuntut, ujar Nina, justru akan mengakibatkan lawan bicara menjadi defensif. Pada tipe defensif withdraw alias menarik diri, pasangan akan menjadi malas menanggapi, malas berbicara, atau lebih parah merasa malas saat harus pulang ke rumah. "Sementara yang ofensif, bisa diwujudkan melalui sikap marah-marah, banting barang, bahkan hingga kekerasan," tambah Anna.

  • Advertisement
  • Sebab Anda juga pasti paham, kan, berhenti atau keluar dari tempat kerja adalah keputusan penting yang harus diambil oleh seorang pekerja. Keputusan ini akan membawa konsekuensi atau dampak yang tidak sedikit seperti hilangnya mata pencaharian dan kesempatan untuk berkarir. Untuk itu, sebelum mengambil keputusan untuk berhenti bekerja harus ada pertimbangan yang matang.

  • Ada beberapa pertimbangan yang harus dipikirkan oleh seorang pekerja sebelum memutuskan untuk mengundurkan diri dan keluar dari perusahaan. Pertimbangan ini mungkin bisa Anda diskusikan dengan suami:

  • 1. Sudah berapa lama ia bekerja di sana?

  • Jika Anda belum lama bekerja di sana dan sudah keluar tentu sangat disayangkan karena Anda belum mendapatkan apa-apa.

  • 2. Sudahkah ia menemukan kesenangan dalam pekerjaannya?

  • Idealnya kita mengerjakan sesuatu yang kita senangi. Tapi tidak mudah mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kesenangan kita. Oleh karena itu, senangilah sesuatu dalam pekerjaan kita sekarang.

  • 3. Apakah pekerjaannya cukup menantang?

  • Manusia pada dasarnya butuh tantangan. Sesuatu yang membuat kita bersemangat dan tertarik untuk terus melakukannya. Jika tidak ada tantangan akan membuat kita cepat bosan dan bekerja menjadi hal yang menjemukan.

  • 4. Apakah ia dibayar di bawah standar?

  • Standar gaji setiap jenis pekerjaan itu berbeda. Gaji yang diberikan harus sesuai dengan beban kerja dan tanggung jawab yang diemban. Selain itu, pengalaman kerja kita juga jadi bahan acuan untuk besarnya gaji yang bisa dinegosiasikan dengan perusahaan. Untuk mengukur apakah standar gaji yang kita terima sudah sesuai atau belum, kita bisa membandingkan dengan orang lain yang memiliki jenis pekerjaan, posisi dan pengalaman kerja yang sama dengan kita. Jika gaji kita memang di bawah standar, kita bisa negosiasi ulang dengan perusahaan. Apabila perusahaan tidak mengabulkan baru ia bisa mempertimbangkan untuk keluar.

  • 5. Adakah tawaran kerja yang lebih baik?

  • Jika ada tawaran kerja di tempat lain, coba Anda pertimbangkan dahulu apakah pekerjaan itu lebih baik dari yang Anda jalani sekarang ini. Pertimbangannya bukan cuma karena gaji yang lebih tinggi. Coba juga dilihat jarak antara tempat kerja dengan tempat tinggal Anda, macet atau tidak. Pertimbangkan juga suasana kerja di tempat yang baru kondusif atau tidak.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Meminta suami keluar dari pekerjaannya. Pantaskah?

Anda gemas melihat suami bekerja siang malam, namun tidak mendapatkan gaji sepantasnya. Tapi apa yang harus dilakukan jika hal ini hanya dapat dilihat oleh Anda, dan tidak olehnya? Haruskah Anda memintanya cari pekerjaan lain?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr