Kebosanan Hanya Ada dalam Pikiran Anda

Otak tidak seharusnya dipenuhi rasa bosan. Rangsanglah dengan gagasan-gagasan berikut ini -- mengajukan pertanyaan, mengubah lingkungan, tertawa dan bersyukur. Segera Anda dapat mengatasi rasa bosan.

3,421 views   |   2 shares
  • Kebosanan. Kita semua tahu seperti apa perasaan bosan. Duduk tanpa tahu apa yang mesti dikerjakan, mondar-mandir tanpa tujuan, perasaan yang menekan bahwa hidup seharusnya lebih menarik.

  • Tentu saja, yang tidak kita ketahui adalah cara mengatasinya. Dalam artikel ini kita akan mempelajari beberapa strategi untuk mengatasi kebosanan. Kita mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada diri kita, mengubah lingkungan, tertawa dan bersyukur. Segera Anda dapat mengatasinya.

  • Ajukan pertanyaan

  • Saya mempunyai teman yang selalu mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada dirinya sendiri "Apa prioritas utamaku?" "Bagaimana cara saya mencapai kedudukan saya sekarang ini?" "Siapa yang dapat saya bantu hari ini." Pertanyaan-pertanyaan seperti ini menjurus ke pemikiran yang kritis tentang apa yang ingin Anda lakukan. Itu jauh lebih baik daripada berpikir betapa mengesalkannya perasaan bosan.

  • Misalnya, saya sedang bermalas-malasan memakai media sosial—lagi. Sungguh membosankan. Saya bertanya kepada diri saya apa prioritas saya dan bagaimana saya dapat menolong orang lain hari ini. Lalu saya mulai menulis artikel ini, rasa bosan pun teratasi.

  • Ganti suasana

  • Guru Bahasa Inggris saya selalu mengatakan bahwa suasana berarti tempat dan waktu. Jika Anda bisa mengubah waktu berarti Anda punya mesin waktu. Tidak pada tempatnya Anda merasa bosan.

  • Karena Anda tidak mempunyai mesin waktu, Anda, seperti kita semua, hanya bisa mengubah tempat. Cobalah pergi ke tempat lain—ke taman, ke mall, bahkan mengambil surat di kotak pos. Mungkin itu sudah cukup mendatangkan semangat untuk memulai hari Anda. Tentu saja perasaan tentang tempat tergantung kepada panca indra Anda, bukan hanya mata saja. Bagi saya rangsangan penglihatan dan perasaan memacu saya untuk bergerak dan keluar dari rasa bosan saya. Juga, jika ada bau tertentu yang membuat Anda bersemangat, nyalakan lilin dengan bau itu bila Anda jenuh dengan apa yang Anda kerjakan. Kedengarannya seperti ide yang aneh, tapi aneh lebih baik daripada rasa bosan.

  • Tertawa

  • Mungkin Anda bosan karena Anda bekerja terlalu keras. Inilah yang dialami suami saya. Mata kuliah di tingkat S3 tidak memberi orang waktu untuk berpikir dalam-dalam dan merasa tertarik pada apa yang dipelajari sehingga menjurus ke pengertian yang dangkal dan mau tidak mau berakhir dengan kebosanan. Jadi di akhir pekan kami menonton film anak-anak yang lucu, saling gelitik dan bercanda. Di hari Senin dia sudah kenyang tertawa dan dia dapat mengikuti kelasnya lagi dengan tertib.

  • Advertisement
  • Lain kali bila Anda merasa bosan pikirkan apakah Anda perlu istirahat. Minumlah segelas besar air, berjalanlah naik turun tangga, bacalah lelucon. Apa pun yang Anda pilih, spontanitas akan menghilangkan rasa bosan Anda.

  • Bersyukur

  • Ada ucapan bijak yang mengatakan, "Semoga Anda mempunyai cukup waktu di hari-hari Anda dan damai di hati Anda sehingga Anda merasa bosan sesekali." Perhatikan sekeliling Anda dan bersyukurlah lain kali ketika Anda merasa bosan. Bahkan bila Anda merasa jenuh dengan kehidupan rutin di rumah, berharap pekerjaan Anda lebih menarik, atau bertanya-tanya apakah teman hidup Anda lebih menyenangkan sebelum anak-anak lahir, hentikan semua itu dan bersyukurlah. Kemungkinan hidup Anda akan tenang dan damai. Biarkan hal ini menghilangkan rasa bosan dan menggantinya dengan rasa syukur.

  • Rasa bosan tidak perlu membatasi apa yang bisa Anda capai atau nikmati. Bila Anda merasa bosan, hilangkanlah dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada diri Anda. Berjalanlah ke mana saja, tertawalah dan bersyukurlah.

  • Otak kita luar biasa dan tidak perlu dipenuhi dengan rasa jenuh serta bosan. Berdirilah dari sofa dan kerjakan sesuatu yang menarik.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Irma Shalimar dari artikel asli "Beating boredom: its all a state of mind" karya Sara Hagmann.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Sara Hagmann is a stay-at-home wife and writer who loves traveling, cooking, and kissing her husband. A lot.

Kebosanan Hanya Ada dalam Pikiran Anda

Otak tidak seharusnya dipenuhi rasa bosan. Rangsanglah dengan gagasan-gagasan berikut ini -- mengajukan pertanyaan, mengubah lingkungan, tertawa dan bersyukur. Segera Anda dapat mengatasi rasa bosan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr